Kamu pernah ngerasa otak langsung adem pas liat pohon atau lagi jalan di taman?
Ternyata itu bukan cuma perasaan doang. Ada scoping review terbaru di jurnal "Neuroscience and Biobehavioral Reviews" yg ngumpulin hasil studi neuroimaging (EEG, fMRI, fNIRS, MRI) soal efek alam ke otak.
Hasilnya, paparan alam konsisten dikaitkan sama turunnya aktivitas di area otak yg berhubungan sama stres dan overthinking. Otak jadi lebih "tenang" secara real.
Pola gelombang otak juga bergeser ke kondisi yg lebih rileks tapi tetap siap fokus. Ini yg bikin kita ngerasa "ke-recharge" abis healing.
Yg menarik, studi jangka panjang juga nunjukin ada kaitan sama struktur otak yg mendukung kognisi.
Tapi catatannya, penelitinya sendiri bilang ini masih korelasional dan butuh uji lanjutan. Jadi bukan berarti alam itu obat ajaib.
Buat kamu yg tiap hari scroll dan kepala penuh, mungkin 10 menit keluar ruangan tanpa HP itu bukan buang waktu, tapi "maintenance" otak.
Terakhir kapan kamu bener2 diem di tempat terbuka tanpa buka HP?
@whoskai13@worksfess Karena harian lepas, durasi kerjanya tergantung kebijakan perusahaannya. Tapi semisal kontrak putus tengah bulan, kamu wajib minta kompensasi berdasarkan hari kerjamu sama upah yang harus ditanggung perusahaan di bulan itu
@yappingfess Capeknya orang lain bukan capekmu, dan capekmu juga bukan capek mereka. Kalau kamu ngerasa capek, ya berarti kamu capek. Nggak perlu jadiin keadaan orang lain sebagai tolok ukur buat ngerasa pantas ngeluh atau istirahat
@Softlybunbun Adalah betul, menurutku kita bisa tetep memperlakukan orang lain dengan baik tanpa harus nyimpen dendam. Tapi being kind doesn't mean we have to forget what happened or let them hurt us again
Banyak yang salah paham soal “setara”, dikira cuma tentang gaji, pendidikan, atau status sosial. no, it goes way deeper than that.
setara itu juga soal emotional maturity, mindset, cara menghadapi konflik, dan kemauan buat tumbuh bareng. percuma kalau secara materi seimbang, tapi yang satu terus belajar memahami, memperbaiki diri, dan mempertahankan hubungan, sementara yang lain cuma mau dimengerti tanpa pernah mau berusaha.
a relationship shouldn't feel like one person is doing all the emotional labor. kalau effort-nya selalu timpang, lama-lama bukan cuma hubungan yang capek, mental health lu juga ikut kena.
There is something deeply cruel about telling someone to keep living because their death would break our hearts.
We make their suffering about ourselves, prioritizing our grief over their pain, as if they owe us their presence because we cannot bear their absence.And we call it
wrong.
kalo lu merasa kesulitan, they're not the one. kalo lu merasa "ah anjing hubungan ini sulit banget wok", they're not the one. if you feel like you have to go far and beyond JUST FOR THEM TO ACT RIGHT, they're not the one.
@ninauoc I get the fear. Disamping itu menurutku hubungan bukan soal siapa yang lebih cantik, lebih menarik, atau lebih layak buat dipilih. Sometimes things just don't work out, and it doesn't mean there's something wrong with you
Sometimes it's not about finding better words anymore. You can explain how much something hurts, over and over again, and still end up feeling unheard. At some point, you start questioning whether another conversation would change anything
Makin ke sini gue makin sadar, sepinter apa pun lo ngejelasin sesuatu, it means nothing kalau lo berhadapan sama orang yang egonya nganggep accountability sebagai serangan pribadi.
lo bisa ngomong sejelas mungkin, tapi kalau dia lebih sibuk ngerasa diserang daripada memahami kesalahannya, ya percuma. some people don't want to understand you, they just want to protect their ego.
@bluenyvaley Kalau aku sih cari dan serap informasi tentang hal yang sekiranya bikin tertarik, liat dari berbagai sudut pandang, dan jelasin ulang pake bahasa sendiri
Relatable. Kadang orang bisa vokal bgt soal mental health awareness, tapi tetep nggak tahu harus gimana ketika orang terdekatnya lagi struggling. Aku coba pahamin kalau nggak semua orang sanggup ngadepin itu. But being on the receiving end of that silence still hurts after all
People claim to support mental health awareness until someone actually shows real symptoms like erratic behavior or shutting down, and suddenly everyone calls them toxic and leaves.
@TanyarlBase Kalau mau mulai dari dasarnya, coba baca materi Depression dari National Institute of Mental Health (NIMH). Kalau serial, of course BoJack Horseman. Tapi nggak semua soal depresi, soalnya serial nya juga banyak bahas adiksi, trauma, sama dinamika hubungan karakter dan sekitarnya
@PeachieBlooms Agree. Kadang kita terlalu sibuk nyari makna dari setiap hal buruk yang terjadi, sampai lupa kalau some things just happen. Dan menurutku, nerima keadaan bukan berarti kita nggak boleh kecewa. It's okay to feel upset first, then move on
You deserve someone who CAN'T WAIT to talk to you & spend time with you & get to know you & fall in love with you. Please stop settling for halfhearted & lukewarm & hesitant & indecisive. It's sooooo much better to be alone than to be with someone who makes you FEEL alone.
@cineozz Enggak kok. Orang tu bisa berbuat salah dan hidupnya tetap baik² aja. Nasib seseorang bukan bukti dia bener atau salah. Kalau perlakuannya ke kamu memang nyakitin, kamu nggak perlu nunggu dia kena karma dulu buat mengakui kalau kamu terluka imo