Sekarang. Cucu mertuaku sakit yg lumayan berat. Semua klg suami cemas dan sedih. Aku datang jenguk abis itu lanjut mudik Krn lebaran kumpul klg cuma setahun sekali. Ini aja aku ga tega ninggalin mereka.
Aku ga pernah bs merasa senang di atas penderitaan orang lain.
4 tahun lalu ayahku meninggal, rasanya sakit sekali. Trus mertua dan iparku ngelayat.. abis itu mereka jalan2 dikotaku.. foto2 happy2 dishare di berbagai sosmed.. aku yg lg nangis lihat sosmed langsung terdiam.
DANANTARA
DANA SIAPA?
Fahri Hamzah
Saya hampir lima tahun berada di komisi VI DPR RI pada waktu itu yang mengawasi Kementrian BUMN (yang menurut seharusnya bukan mengawasi BUMN). Sekitar periode 2004-2009 dan pada akhir periode itu saya menulis buku berjudul Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat.
Saya menulis judul ini untuk menegaskan satu persoalan laten dalam BUMN kita tentang implementasi pasal 33 UUD 1945 yang di suatu sisi menyebutkan bahwa kekayaan alam itu “dikuasai oleh negara” tetapi di sisi lain “dipergunakan sebesar-sebesarnya untuk kesejahteraan rakyat”.
Di satu sisi, jika BUMN dikuasai negara dianggap hanya akan menjadi tempat bagi kepentingan politik. Di sisi lain, kesejahteraan rakyat dianggap keharusan secara pragmatis untuk melihat manfaat langsung BUMN bagi rakyat.
Profit
Saya mengkaji banyak regulasi tentang BUMN yang menurut kesimpulan saya waktu itu, tentang “profit” untuk tidak terlalu diatur secara ketat, sebab memang negara mengharapkan “kesejahteraan rakyat” yang jauh lebih besar dari sekedar profit. Profit adalah tujuan dari bisnis sedangkan kesejahteraan rakyat adalah tujuan dari negara. Maka di sinilah nampak ambiguitasnya. Kementerian dan penjabat-pejabat BUMN tidak paham di mana ladang permainannya.
Di satu sisi, BUMN menganggap dirinya PT (perseroan terbatas) dengan keinginan mencari untung yang tinggi tapi faktanya mereka ditarik dalam pusaran politik yang kental. Mulai dari perbedaan kepentingan sektoral eksekutif sampai pengawasan legislatif yang tidak sehat bagi tradisi profesionalisme kerja.
Kecenderungannya, Kementerian dan lembaga selalu ingin BUMN mau menjadi operator mereka sebab “mudah diajak ngomong”. Di sisi lain, lembaga legislatif tidak dibatasi wewenangnya dalam pengawasan teknis dan terkadang “mengawasi” lebih ketat dari pengawasan komisaris yang seharusnya detail dan profesional.
Dulu saya menyaksikan anggota legislatif dalam sidang-sidang komisi mengajukan pertanyaan dari perusahaan rekannya yang kalah tender dengan dengan begitu detail dan kasuistik. Kalau sudah demikian biasanya tidak bisa dihindari negosiasi di belakang layar.
Kesimpulan Lama
Sejak mengikuti dinamika dan polemik BUMN sampai sekarang, saya menemukan bahwa sekarang ini ada “Raksasa Tidur” yang bergerak tidak teratur dan jadwal bekerjanya tidak jelas, terhuyung-huyung berjalan tanpa arah dan centang perenang.
Sementara, di luar sana di negara-negara seperti Norwegia, Qatar, uni emirat Arab, Singapore, Malaysia dan lain-lain, mereka mendapatkan banyak sekali uang dan manfaat dari pengelolaan sumber daya alam dari badan usaha milik negara untuk menjadi Sovereign Wealth Fund.
Saya terbayang-bayang bahwa suatu hari akan ada pemimpin yang berani secara ekstrim melakukan konsolidasi BUMN untuk menjadi entitas ekonomi yang lebih ter koordinasi (atau bahkan mungkin saya sebut terkomando), sehingga kekuatannya betul-betul menjadi menifestasi kekuatan nasional yang menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa negara ini tidak saja kaya raya, tetapi juga mampu melahirkan kekuatan pasar yang superbesar dan kuat.
Cewek mlelele mlelolelo bilang : sebenarnya ga susah ngidupin aku. Beras setengah cantik ga habis sehari.
Gue : emang dirumahmu ga habis sehari, tapi dirumah orang habis berlipatnya. Blm jajan baso, somay, goreng, jus es. Wah apalagi itu.. anak jajan dia ikut jajan.
Akibat adanya beberapa perbuatan melawan hukum tersebut, telah mengakibatkan adanya kerugian negara sekitar Rp193,7 triliun, yang bersumber dari komponen sebagai berikut:
1. Kerugian Ekspor Minyak Mentah Dalam Negeri sekitar Rp35 triliun.
2. Kerugian Impor Minyak Mentah melalui DMUT/Broker sekitar Rp2,7 triliun.
3. Kerugian Impor BBM melalui DMUT/Broker sekitar Rp9 triliun.
4. Kerugian Pemberian Kompensasi (2023) sekitar Rp126 triliun.
5. Kerugian Pemberian Subsidi (2023) sekitar Rp21 triliun.
(13)
Laki2 nya :
Pemabuk
Pengangguran
Punya utang
Pelanggan apk hijau
Miris ekonomi
Ga sekolah
Nikah sm cew mapan, bidan, disayang klg.
Mau bilang good bye kebahagiaan sm calon istri, tp ga kenal.
Cek Nyonya Nursing Wear - Naiya - Baju Ibu Hamil Dan Menyusui - SORAYA Collection dengan harga Rp483.750. Dapatkan di Shopee sekarang! https://t.co/q6fmNP8bap
Cek MADU HUTAN SUPER ASLI 350GRAM NATURLIFE ORIGINAL ALAMI TANPA CAMPURAN APAPUN RAW HONEY MINUMAN HERBAL KESEHATAN MADU MULTIFLORA UNTUK DIET HARGA GROSIR dengan harga Rp34.500. https://t.co/ycs0mGtTYa
company indo bisa kerja full remote/hybrid:
• flip
• mekari
• bibli
• amartha
• campaign
• efishery
• happyfresh
web remote freelance data entry:
• projects. co. id
• appen
• remotasks
cari remote job
• fastwork. id
• linkedin
• glints
Bberapa wanita single yg hidup dlm rasa kasih sayang.. kesopanan, etika dan budaya yg teratur penuh kedamaian,
Saat kerja pun ad tekanan tapi msh dalam penyampaian sopan oleh atasan.
Saat jd istri..
Dicaci maki,direndahkan,
Di batasi hub sosial
.
.
Lalu jadi insecure
Kena mental
Dia. Klo lg banyak uang dia jarang marah, tp suka ga terbuka sm penghasilan nya.
Saat susah dia terbuka sm penghasilan sampe semua utang2. Tapi suka marah, suka bentak
Ku fikir suami adalah orang yang paling tulus di dunia ini.. krn bakal sehidup sampai kakek nenek. Tp ternyata ia munafik,
Saat susah sama2, saat senang dia nikmati sendiri.