Pak, Bapak tau kan kalo perbandingan gaji dokter umum dan dokter spesialis itu rata rata 1:5?
Bukan dokter spesialis yang kegedean, tapi emang dokter umumnya yang kekecilan.
Bahkan ada yg dibawah 5jt.
Jadi bukan dokter Indonesia yang unik, tapi murni setiap orang berhak untuk mendapatkan dan memilih kehidupan yang lebih baik.
Gausah kita bahas pengabdian, karena dokter itu profesi. Keyakinan ini didukung oleh hak asasi manusia yang mendasar, di mana setiap individu berhak untuk mengembangkan diri, mengubah nasib, dan hidup sejahtera.
Empat bayi harimau Sumatra muncul untuk pertama kalinya di hadapan media di Taman Safari Prigen.
Kelahiran empat bayi ini, tiga jantan dan satu betina, jadi bukti keberhasilan program konservasi hewan yang terancam punah ini.
Saya punya pengalaman, anak demam tinggi, saya anggap demam biasa , sayanya? ya sibuk kerja aja, paling bantu kompres waktu malam. istri bilang untuk bawa ke dokter, saya mikir itu buang waktu, nanti juga sembuh sendiri.
hari sabtu anak tiduran terus di kamar, bawa ke dokter? ah nanti besok atau senin sembuh.
sampai sore hari anak gak keluar kamar sama sekali, tidur terus, istri bilang bawa ke dokter... saya males2an tp saya turutin, bawa ke temen dokter, tempatnya jauh, sekalian main lah maksudnya.
kebetulan di sana ada labnya juga, pas cek trombosit < 30rb. positif DB. langsung rujuk RS.
worst day of my life, di jalan saya nangis terus... trombosit di bawah 30rb coy. beruntung akhirnya bisa ditangani dengan baik dan bisa recover.
gak kebayang kl hari itu gw mutusin untuk nunda.
sejak saat itu, anak itu prioritas nomor 1. ada kerjaan apapun bisa gw tinggalin demi anak.
anak kl lagi sakit itu suka manja, butuh orang deket.
kl gw di posisi karyawannya, gw ludahin. bukan emosi, nunjukin aja dapur dia gak lebih berharga dari anak.
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili.
Di tengah rupiah Rp17.700.
Di tengah badai PHK yang mengintai.
Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan.
Di tengah anggaran pendidikan
yang dipotong 44% untuk MBG.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan:
Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa.
Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu:
Seribu Layar Bioskop Di desa.
Dari APBN.
Dari uang pajak rakyat.
Di 2027.
Dan ini yang paling menggelikan:
Alasannya mulia.
Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah.
Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal.
Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa.
Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu:
Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa?
Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung:
88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1.
IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia.
Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara.
50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis.
Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan.
Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak.
Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang.
Tapi DPR punya solusi:
Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak.
Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada.
Bukan perpustakaan desa.
Bukan laboratorium sains.
Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur.
Tapi bioskop.
Dan ini logika yang paling sederhana:
Dr. Tirta sudah bilang:
rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten.
Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya.
Ahok sudah bilang:
kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas.
Mahfud MD sudah bilang:
demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar.
Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya.
Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop.
Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur.
Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya.
Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya.
Dan ini yang paling menohok:
Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan
Tidak butuh bioskop.
Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78.
Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing.
Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian.
Karena bioskop tidak mengubah nasib.
Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah.
Dan angkanya bicara sendiri:
1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN.
Uang yang sama bisa dipakai untuk:
menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai.
Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu.
Tapi yang diusulkan adalah bioskop.
DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat.
DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat.
Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop.
Rakyat yang pintar akan tanya:
kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa?
Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema?
Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional?
Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Aturan di kantorku:
- cuti melahirkan 6 bulan
- cuti ayah 1 bulan
- adopsi anak (di bawah 2 tahun) cuti sama (6 bulan utk karyawati, 1 bulan utk karyawan)
- keluarga dekat meninggal cuti 7 hari
- cuti haid wajib
- cuti keguguran saat melahirkan 3-6 bulan (menyesuaikan)
- mudah izin utk jaga anak-ortu sakit
Seolah 'memanjakan' karyawan, tapi kantorku bisa jalan seperti ini 13 tahun. Saya tanpa pekerja yg andal, perusahaan akan tamat dalam sekejap. Karyawan tanpa fasilitas ramah keluarga akan lenyap dibajak kompetitor. Saling membutuhkan.
Saya juga tidak tahu masa depan perusahaan spt apa. Tapi saya tidak ingin mengubah kebijakan2 di atas. Bahkan ketika era covid ada yg dapat cuti melahirkan dan cuti ayah, kebijakan tetap diterapkan di masa sulit.
Kondisi dan karakter leader di tiap perusahaan tentu berbeda. Pasti banyak yg bingung dgn kebijakan kantor saya (dibilang moralis, disumpahin bangkrut, dll. Yeah, I got it a lot). Demikian juga saya bingung kalau perusahaan dgn margin/volume bagus tapi tdk punya kebijakan ramah keluarga. Beda prioritas sepertinya 😀🙏
Yg mau ke Canada hati2 ya.
Kebanyakan bandara mereka dikelola swasta. Petugas2 bandaranya bukan warlok tp imigran2 yg ternyata bagian dari jaringan penyalur narkoba.
Kerjaannya menukar bagasi penumpang pesawat dengan bagasi sekoper berisi narkoba. Beberapa influencer sudah ditangkap gara2 bagasi mereka ditukar dengab koper penuh narkoba.
Tetangga Mbah Sadiman dulu apa gak malu ya? Orang lagi pusing bukitnya gersang, si mbah nekat jual kambingnya buat beli bibit beringin malah diketawain satu kampung dibilang gila.
Dulu pas bukit di Wonogiri itu abis kebakaran dan kering parah, si mbah ini malah nekat nanem beringin tiap hari selama 20 tahun lebih tanpa dibayar. Tetangganya pada nyorakin karena beringin kan dianggap mistis sama angker wkwk.
Tapi sekarang belasan ribu pohon yang dia tanem sendirian udah jadi hutan lebat, terus malah ngasilin banyak sumber mata air baru. Ujung-ujungnya warga desa yang dulu ngatain dia gila sekarang bisa dapet air bersih gratis buat bertani. Sukses membungkam satu kabupaten sih ini.
Sampai sekarang, mbah masih suka naik ke bukit buat ngecek pohon-pohonnya. Beliau pernah bilang, upah terbesar buat dia itu bukan uang, tapi ngeliat warga kampungnya udah gak kesusahan air bersih lagi pas musim kemarau.
nasib si mbah sekarang udah tenang banget, dihormatin satu kabupaten, dan hidupnya berkah karena berhasil membungkam omongan tetangganya pake karya nyata.
Sehat selalu Mbah Sadiman! 😭 Maturnuwun, sungkem beneran gue.
Chatting
🧒 : Halo mas aku nanya-nanya boleh?
👨⚕️ : boleh, mau nanya apa?
🧒 : adikku dan istrinya meninggal karena kecelakaan. Nah ternyata mereka tuh HIV+. mereka meninggalkan anak umur 5 tahun yang ternyata HIV+ juga. Keluarga dari istri adikku nggak ada yang mau nerima anak ini. Alhasil aku selaku kakak dari ayah anak ini mau nggak mau ngasuh anak ini. Tapi istriku masih ketakutan gitu soal HIV. kira-kira ini gimana yah? terus perawatan anak dengan HIV apakah mahal? soalny kalau dari sisi keuangan jujur aku pas pasan
👨⚕️ : Sebelumnya turut berduka yah mas. soal adik dan istrinya. Maaf sebelumnya tahu anak tersebut pengobatan ARVnya dimana?
🧒 : Kemaren udah ke rumah sakit tempat biasa anak itu ambil obat sih mas. Kan kita beda kota nih sama anaknya. itu bisa dipindahin ke kota daerah kita nggak yah?
👨⚕️ : bisa mas. ada nomor pendamping arv kota tersebut?
🧒 : ada mas
👨⚕️ : nanti mas hubungi pendamping arv tersebut atau kalau nggak ada bisa ke komisi penangulangan aids kota/kab tersebut. paling nanti dibantu pindah administrasi ambil obat ARV anaknya jadi ke kota masnya.
🧒 : Ada tips biar istri saya nggak parno?
👨⚕️ : Paling kalau mau koordinasi juga soal sama petugas pendamping dan tempat ARV anak tersebut. biar istri mas dikasih edukasi juga. Kondisi anaknya sehat nggak ada sakit lain-lain kan?
🧒 : Nggak ada sih mas pak cek kesana. Cuma ya itu karena tahu ini anak HIV+. Jujur agak panik juga takutnya biaya besar
👨⚕️ : Pengobatan anak dengan HIV disupervisi sama dokter spesialis anak. insyallah selama rajin ARV dan pola hidup sehat bisa sehat kayak anak pada umumnya. Paling urus BPJS anaknya biaya kontrolnya bisa tercover.
🧒 : Ada pantangan khusus nggak mas?
👨⚕️ : Nggak ada mas biasanya kayak anak pada umumnya. paling nanti nanya ke dokter tempat ARV. barangkali anaknya punya alergi obat, makanan atau kondisi khusus.
🧒 : Terima kasih mas
👨⚕️ : Sama-sama mas. terima kasih mau mengasuh anak tersebut. semoga segala sesuatunya dimudahkan.
🧒 : aamien mas