Ini @pocolocoz9 namanya Ridzky Ligina. Singkatan dari rejeki Liga Indonesia. Bapaknya dulu jualan merch Persib pas final 95. Ada yg ngeborong, laku.
Uang hasil jualannya dipake buat lahiran si Ligina.
Kemaren si Ligina bawa foto alm bapaknya ke GBLA untuk menghormati semua ๐
๐จ BREAKING NEWS ๐จ
๐ค: "Gila, mahasiswa ITB akhirnya keluar dari zona nyaman dan turun ke jalan! Negara lagi darurat kah?!"
๐ง : "Lebih parah dari itu..."
๐ค: "Hah? Rezim tumbang? Krisis ekonomi?!"
๐ง : "Kagak, gerbang kampus dicoret pilox suporter, jalanan stuck total, mereka kelaparan gak bisa pesen GoFood 3 jam."
Update:
Baru dikabarin oleh rekan dosen di ITB. Apa yg terjadi di @itbfess_x menjadi perhatian Direktorat Kemahasiswaan, dan berpotensi sebagai pelanggaran etik.
Hatur nuhun buat rekan" yg sudah membantu. Teu kudu dimention nya, Pak Dos โบ๏ธ๐
Selamat untuk fans persib di manapun kamu berada.
Threepeat di liga itu sangatlah susah, rayakan.
Karena ini momen yg akan diceritakan terus menerus di waktu yg akan datang.
๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค
Saya jg ITB. Saya bisa berbahasa Inggris. Adek" mau gelut di mana? Mau gelut fisik atau mau main jaringan via IKA ITB? di Ganesa atau mau saya samper ke Jatinangor?
Liat orang2 konvoi bergembira, yg tua yg muda yg bocil mukanya happy semua. Dari kabupaten banjir diterjang demi meluapkan kegembiraan.
Sementara itu di twitter:
Unacceptable, SDM rendah, vandalisme, tukang bikin macet, dari rumah ke BIP 1.5 jam.
Getir banget hidup orang2 teh.
Bandung memang tidak dibangun dari duit Persib.
Tapi kalo kata Zen RS di salah satu tulisannya,
"Bandung juga tersusun dari kaki-kaki kecil yang terus berani main walau diteriaki Satpol PP. Bandung juga dibangun oleh anak-anak yang tetap datang walau lapangan dikunci, walau bola bolong, walau digebuk aparat, padahal hanya bermain bola plastik di Cikapayang atau Saparua pada Jumat malam. Mereka datang. Mereka main. Karena itu satu-satunya cara mereka bertahan."
Suka tidak suka, untuk mayortias warga Jawa Barat, Persib ini menjadi sebuah alat komunikasi kaum rentan di kelas bawah. Menjadi belati dari dago elos, hingga sukahaji. Menjadi identitas kolektif untuk kaum yang rentan di kehidupan sehar-hari.
Bahwa masih ada sekumpulan orang yang belum terdidik dan kelakuannya merugikan banyak pihak, itu juga harus diakui. Tapi, untuk menggeneralisir dan memukul rata dan menjadikannya satu juga saya rasa tidak adil, apalagi bijak.
Sekali lagi, Bandung tidak dibangun pake duit Persib. Tapi jangan lupa, eta jalan diponegoro arek ditutup permanen ku bapa sararia saha atuh anu naekeun awareness na tepikat teu jadi lamun lain datangna ti sebagian Bobotoh Persib? lalawora sia mah kehed.
Sudah saatnya kita berhenti saling menyalahkan dan mulai menoleh pada akar masalahnya. "kualitas sosiologis masyarakat dan profesionalisme keamanan negara."
Kita butuh pemerintah yang memiliki kemauan politik untuk mengedukasi masyarakat dan memperbaiki taraf hidup rakyat, serta pemerintah yang mau mendengar dan peduli pada hal yang terjadi di masyarakat.
Maneh arek beberewekan sakumaha tarik oge, ari masalah utamana teu beres mah nu kieu patut bakal aya deui aya deui.
Kalo barudaks ITB mau perang kelas sama barudaks bobotoh, kuylah. Diladangan ku barudaks.
Rek perang teori, kuy atuh. Kadieu. Ngobrol jeung kami-kami anying.
Wahai kalian mahasiswa dan alumni ITB (dari dosen, mahasiswa, sampe ketua senat atau himpunan), kalau kalian menggagalkan ITB punya dapur MBG aja gak bisa, kalau ITB jadi SPPG aja gak bisa kalian gagalin, jangan ajarin rakyat Bandung cara bersikap & menghayati hidup sehari-hari
Dalam agenda perjuangan rakyat di Bandung, bagi barudaks massa aksi yg turun ke jalan: Unisba-Unpas dan kawasan Tamsar bawah lebih berguna daripada ITB.
Hari ini adalah hari di mana Institut Teknologi Borjuis kita paksa turun menginjak Bandung yg blangsak, rudet dan emang pianjingeun. Saria salila ieu hirup di mana?
Maneh eweuh gunana keur warga Banduny mun kieu-kieu wae anyeng!
Tapi lucu sih. Ada mahasiswa marah-marah karena gak bisa makan gara-gara gak ada driver yg ambil pesenan online foodnya. Padahal ya manusia teh diciptakan dengan akal, diberi otak dan sepasang kaki. Tinggal mikir lamun euweuh nu nganterkeun berarti ngikreuh. Da lain di hutan. ๐