Gue slalu percaya kalo one day bakalan sukses & bisa ngejalanin hidup ideal yg udah gue idam-idamkan di kepala selama ini. It’s just a matter of time ❤️
Lo harus paham, sebaik apa pun diri lo, itu gak otomatis bikin lo jadi pilihan utama mereka.
Kadang orang milih lo karena lo nyaman diajak jalanin semuanya, karena lo selalu ada pas mereka butuh, atau karena lo jadi opsi yang aman. Bukan karena lo emang orang yang paling mereka pengenin.
Dan suatu hari nanti, lo bakal sadar kalau lo bukan prioritas mereka. Lo cuma pilihan cadangan saat pilihan lain gak ada.
Bagian yang paling nyesek? Saat lo sadar kalau jadi orang baik gak selalu bikin lo yang dipilih.
Kadang, orang cuma menghargai keberadaan lo. Itu aja.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
AC Milan, klub yg membantu mendewasakan emosi saya.
Saya Milanisti
dari kalo Milan menang, seneng biyanget, tapi kalo Milan kalah, saya mrengut, sebel biyanget… bahkan sampe musuhan sama temen yg dukung rival Milan 😅
sampe sekarang kalo Milan menang, kalah ya biasa aja 😂
Abis nyari tau tabrakan kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi.
- Jalur yg dilewatin taksi ijo itu bukan lintasan resmi. Cuma dijaga bambu dan pak ogah/ormas.
- Pemerintah dan KAI sempet mau tutup jalur gak resmi ini tapi ditolak keras sama ormas tsb.
- 2026 kejadian tabrakan.
Guys, ada satu pertanyaan yang Mahfud MD lempar di podcast terbarunya dan jawabannya bikin gue diam cukup lama.
Bagaimana Indonesia di mata Prabowo
dan bagaimana Indonesia di tangan Prabowo?
Dan untuk menjawab itu, Mahfud MD buka sebuah buku yang ditulis Prabowo sendiri tahun 2017.
Dan hasilnya jujur mengejutkan.
Apa kata Prabowo tentang Indonesia sebelum jadi presiden?
Buku itu judulnya panjang:
Pandangan Strategis Prabowo Subianto Paradoks Indonesia:
Negara Kaya tetapi Masih Banyak Rakyat yang Hidup Miskin.
Dicetak 2017.
Dijual bebas, dibagikan ke menteri dan kepala daerah sebagai referensi visi presiden.
Mahfud buka halaman demi halaman.
Dan ini yang tertulis di sana.
Halaman 13: Indonesia seperti ini sedang menuju kehancuran.
Halaman 19: Keputusan politik lah yang bisa menentukan Indonesia kaya atau miskin.
Halaman 111: Demokrasi kita ini mau diperkosa dan bahkan sudah diperkosa. Kita butuh pendekar demokrasi di negeri ini.
Halaman 112: Tugas besar kita ada dua: pastikan supremasi hukum, dan kejar dan tangkap koruptor.
Halaman 113: Kalau Anda merobek-robek hukum, Anda harus siap menghadapi risiko. Siapa menabur angin, dia akan menuai badai.
Halaman 117: Koruptor tidak boleh melanglang buana bebas. Kita harus dorong penegak hukum mengejar mereka sampai ke ujung dunia.
Halaman 124: Saya mantan prajurit TNI. Sumpah saya adalah membela seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana saya bisa melanggar sumpah saya?
Dan satu lagi yang paling diingat banyak orang.
Di halaman 128, Prabowo menulis: Minta ampun politik ini. 14 dari 15 politisi yang saya temui semua bohong.
14 dari 15.
Kalau dihitung: 93,3%.
Lalu Mahfud tanya apakah sekarang angka itu sudah berubah?
Dan jawabannya tersirat dari seluruh diskusi adalah: belum ada bukti yang menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Soal demokrasi ini yang paling keras disampaikan Mahfud.
Bulan ke-18 pemerintahan Prabowo.
Dan Mahfud bilang terang-terangan: Demokrasi sekarang lemah dibandingkan masa-masa sebelumnya.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang diam.
Tidak ada satu pun pertanyaan berarti soal keputusan-keputusan besar presiden.
Contohnya: perjanjian reciprocal trade dengan Amerika yang bisa merugikan Indonesia menurut Pasal 11 ayat 2 UUD, harus dapat persetujuan DPR. Tapi DPR diam. Yang ribut justru rakyat di luar.
Board of Peace kesepakatan internasional yang melibatkan ideologi, geopolitik, dan uang Rp17 triliun DPR diam lagi.
Impor 105.000 mobil Mahindra dari India padahal Prabowo sendiri pernah berjanji di hadapan publik bahwa Indonesia akan punya mobil buatan sendiri. DPR diam. Mobilnya sudah datang.
Soal hukum ada satu istilah yang dipakai Mahfud: autocratic legalism.
Hukum dibuat bukan untuk melindungi rakyat tapi untuk membenarkan kehendak penguasa. Tanpa diskusi yang memadai. Tanpa partisipasi yang bermakna.
Dan penegakannya?
Tebang pilih.
Di era sebelumnya, empat menteri aktif masuk penjara. Sekarang satu mantan menteri pun kontroversialnya luar biasa, lebih banyak warna politik daripada warna hukum.
Soal korupsi angkanya berbicara.
Corruption Perception Index Indonesia pernah mencapai angka terbaik dalam sejarah reformasi di 2019 skornya 40. Setelah itu turun terus. Sekarang kembali di angka 34.
Pagar laut kasus yang melibatkan 16 desa, pasti melibatkan pejabat BPN di beberapa kabupaten, mungkin sampai tingkat kementerian kasusnya tiba-tiba senyap. Yang kena hanya seorang kepala desa.
Undang-undang perampasan aset yang dijanjikan keras-keras di atas panggung di hadapan puluhan ribu buruh sampai sekarang tidak ada kabar.
Tapi Mahfud juga jujur soal yang bagus.
Stabilitas keamanan membaik.
Terorisme tidak muncul selama pemerintahan Prabowo berjalan. Koruptor tetap ditangkap meski ada kesan tebang pilih. Lebaran kemarin lancar transportasi, kebutuhan pangan, keamanan perjalanan semuanya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Kita tidak boleh jadi nihilis menganggap semua yang dilakukan tidak ada nilainya. Banyak yang sudah dilakukan Prabowo. Tapi kita juga harus mengingatkan hal-hal yang belum dilaksanakan dengan benar.
Dan ini kesimpulan yang paling gue catat dari seluruh diskusi ini.
Semua orang yang mengkritik pemerintahan Prabowo hari ini sebenarnya sedang mengulang apa yang pernah Prabowo tulis sendiri di bukunya.
Orang yang menuntut supremasi hukum sedang menjalankan komitmen halaman 112.
Orang yang menuntut koruptor dikejar sampai ke ujung dunia sedang mengutip halaman 117.
Orang yang menuntut demokrasi dijaga sedang memperjuangkan apa yang Prabowo sebut sebagai pendekar demokrasi" di halaman 111.
Jadi kalau kritik-kritik itu dianggap musuh maka yang dilawan bukan kritikus. Yang dilawan adalah visi Prabowo sendiri.
Mahfud menutup dengan satu kalimat yang sederhana tapi berat.
Tempat kembali kita adalah konstitusi dan penegakan hukum. Kalau tidak ikut hukum semua berbuat sendiri, kacau negaranya.
Masih ada 3,5 tahun. Masih ada waktu.
WARISAN GOLONGAN DARAH "O"
1. Tidak Pernah Pingsan
2. Tidak Pernah Diinfus
3. Tensi 65 Masih Berdiri Tegak
4. Jarang Sakit
5. Kalau Sakit Rasa Mau Log out
6. Sering Kunang Kunang Dari Duduk Ke Berdiri
7. Kalau Mau Tidur Ritual Gesek-Gesek Kaki Ke Sprei
8.Rajanya Begadang
9. Paginya Kerja Jarang Sarapan
10.Satu Lagi Tidak Pernah Kesurupan Entah Kuat Imannya Atau Dia Setannya😈
Pernah lihat kakek-kakek Italia menangis histeris sampai teriak-teriak kegirangan di studio TV tiap kali AC Milan cetak gol? 🔴⚫️
Perkenalkan Tiziano Crudeli, jurnalis olahraga yang level kebucinannya sama Milan tiada tanding. Sebuah utas singkat tentang passion sejati. 🧵👇
Daftar Pemain Absen & Terancam Sanksi
Menjelang laga krusial di Stadion Maradona, Massimiliano Allegri harus memperhatikan komposisi pemainnya, terutama mereka yang sudah mengantongi kartu kuning.
Absen (Cedera):
Matteo Gabbia
Sanksi Larangan Bertanding:
Tidak ada
Dalam Ancaman Sanksi:
Zachary Athekame
Youssouf Fofana
Luka Modric
Alexis Saelemaekers
Catatan: Jika para pemain di atas menerima kartu kuning saat melawan Napoli, mereka akan absen di laga berikutnya.
Tim Wasit
Wasit Utama: Doveri
Asisten Wasit: Baccini & Colarossi
Ofisial Keempat: Pairetto
VAR: Mariani
AVAR: Di Paolo
Guys lu pada penasaran kagak
kenapa laki-laki bisa selingkuh bahkan dengan perempuan yang secara fisik di bawah istrinya
Jadi begini menurut seorang dokter yang udah 27 tahun nanganin orang bermasalah
dia bilang begini :
Masalahnya bukan di cantik atau jelek
tapi di kebutuhan yang nggak terpenuhi
Banyak orang salah kaprah.
Ngira selingkuh itu karena tergoda fisik.
Padahal menurut penjelasan:
yang dicari itu bukan wajah, tapi rasa.
Di rumah:
Istri sibuk, capek, atau nggak ngerti bahasa cinta suami
Suami ngerasa nggak dihargai
nggak dilayani
atau nggak dianggap penting
Di luar:
Ada perempuan yang nge-serve total
Manja, nurut, perhatian, bikin laki-laki ngerasa jadi raja
Jadi walaupun secara fisik kalah, secara “rasa” dia menang telak.
Cewek selingkuhan itu main di psikologi, bukan logika
Perempuan selingkuhan biasanya:
Lebih manja (padahal pura-pura)
Lebih mengagungkan laki-laki (biar egonya naik)
Lebih “siap melayani” (act of service full)
Sementara istri di rumah:
Sudah jadi “realita” (urus anak, rumah, capek)
Kadang komunikasi keras
Kadang lupa nge-charge “baterai kasih sayang”
Akhirnya laki-laki lari ke tempat yang bikin dia merasa:
dihargai, dibutuhkan, dan jadi penting.
Ini yang paling brutal:
laki-laki butuh merasa jadi hero
Ada bagian otak laki-laki yang pengen:
gue ini pahlawan buat perempuan gue
Nah…
Kalau di rumah dia sering disalahkan → jatuh
Di luar dia dipuja → naik
Dan cewek selingkuhan ngerti banget cara main di sini.
jadi kenapa sering kelihatan “lebih jelek”?
Jawaban jujurnya:
Karena yang dijual bukan tampang, tapi:
perhatian
pelayanan
ego boost
kepatuhan (walau fake)
Sementara banyak istri:
unggul di kualitas nyata
tapi kalah di cara menyampaikan rasa
Selingkuh itu bukan karena:
istri kurang cantik
cewek di luar sana lebih menarik
Tapi karena:
kebutuhan emosional yang kosong
bahasa cinta yang nggak nyambung
ego laki-laki yang nggak keisi di rumah
Laki-laki itu jarang selingkuh karena ketemu yang lebih bagus…
tapi karena ketemu yang bikin dia merasa lebih hidup
kata beliau
Gue baru denger podcast ini… dan jujur, ini bukan cerita cerai biasa.”
Awalnya gue kira kisah Natasha Rizky dan Desta Mahendra itu ya standar lah cerai artis, pasti ada drama, orang ketiga, atau masalah duit.
Tapi ternyata… salah total.
Mereka pisah BUKAN karena selingkuh.
BUKAN karena duit.
BUKAN karena drama murahan.
tapi karena:
visi hidup, prinsip, dan cara menjalani pernikahan yang udah nggak ketemu lagi.
Dan ini yang sering orang nggak ngerti:
Kadang cinta masih ada… tapi hidup udah nggak sejalan.
Dari cerita Caca (Natasha Rizky), keliatan jelas:
Dia nggak bisa benci Desta
Dia masih ngakui kebaikan Desta segunung
Bahkan sampai sekarang, mereka:Masih komunikasi baik
Masih co-parenting anak
Masih saling jaga batas (bahkan soal aurat, serius ini level respect tinggi banget)
Ini bukan mantan biasa
Ini mantan yang masih saling jaga hati, tapi nggak bisa bareng lagi.
Ada satu momen yang kena banget:
Desta nangis baca puisi Caca
Dia bilang: “Gue ngerasa gagal jadi kepala keluarga.”
Itu bukan kalimat ringan.
Itu nunjukin:
Dia masih peduli
Dia masih punya rasa tanggung jawab
Tapi… mungkin dia juga nggak tahu cara memperbaikinya
Di titik ini, banyak laki-laki hancur diam-diam.
JADI… BAKAL RUJUK?
Jawaban jujurnya:
BISA IYA. BISA ENGGAK.
Kenapa?
Arah Rujuk (Masih Ada Harapan)
Masih ada rasa
Masih saling respect
Masih belum move on sepenuhnya
Ada “jembatan” (bahkan literally dibuat jembatan antar rumah!)
Ini bukan hubungan yang selesai total.
Tapi Realitanya Berat
Mereka udah sampai titik:
“Dipertahankan pun nggak bisa dipaksa”
Caca sendiri bilang:
“Ada hal yang nggak bisa diceritakan ke publik”
Dan sekarang mereka lagi:
Fase menerima, bukan memperbaiki
Ini bukan kisah:
Balikan bentar lagi
Cuma drama doang
Ini kisah:
Dua orang yang saling cinta… tapi kalah sama keadaan dan perbedaan yang terlalu dalam.
Dari semua cerita ini, satu hal paling nusuk:
Nggak semua yang baik buat kita… ditakdirkan untuk tetap bersama.
Dan lebih gila lagi:
Mereka berpisah tanpa saling menjatuhkan.
Itu level dewasa yang jarang banget.
Kalau lo jujur, menurut lo mereka bakal balik lagi nggak?