Dua tim perwakilan Asia yang dapat 'hadiah' jadi tuan rumah pada kualifikasi ronde keempat, Qatar dan Arab Saudi, sama-sama terbenam jadi juru kunci grup. Mampus.
Dalam peristiwa di Karanganyar, ambulans yang membawa pasien kritis bernama Hadi Sukat (60) sempat terhambat saat menuju fasilitas kesehatan.
Relawan dan keluarga korban menilai kemacetan akibat konvoi serta kurang optimalnya pengaturan lalu lintas membuat ambulans kesulitan melintas. Setelah tiba di Puskesmas Karangpandan, pasien dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga korban berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya evaluasi terhadap pengamanan kegiatan di jalan raya.
Mereka menilai kendaraan darurat seharusnya mendapat prioritas agar penanganan pasien tidak terlambat.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua PSHT 17 Cabang Karanganyar, Sutarmo, menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menyebut kematian merupakan takdir Tuhan, namun mengakui pihaknya telah mengimbau anggota yang tidak berkepentingan agar tidak mengikuti kegiatan. Menurutnya, banyak peserta yang datang di luar kendali panitia sehingga sulit diidentifikasi.
BEM Bersatu menilai aksi mahasiswa kemarin kehilangan arah
"program MBG yg berdampak langsung pada gizi & kesejahtraan masyarakat malah jadi sasaran penolakan"
ketika harga minyak dunia naik
teddy: "harga pertamax naik mengikuti harga minyak dunia"
sekarang harga minyak dunia turun
pertamina: "berdasarkan kordinasi dgn pemerintah, harga pertamax tidak mengikuti harga minyak dunia"
P MAKSUDDD?
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Duel Usai Mancing Berujung Jatuh dari Jembatan, Satu Orang Dirawat di RSUD
Wonosari WONOSARI – Perkelahian satu lawan satu yang dipicu kesalahpahaman saat memancing mengakibatkan seorang pria terjatuh ke dasar sungai dari jembatan di wilayah Gadungsari, Kalurahan Wonosari, Sabtu (30/5/2026) dini hari. Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, mengatakan kejadian bermula saat korban RA alias Kiki (41) dan YP (28) memancing bersama di Pemancingan Tawarsari. Keduanya terlibat cekcok terkait masalah umpan yang berlanjut hingga kawasan jembatan dekat Yu Center Gadungsari. "Di lokasi kembali terjadi adu mulut dan perkelahian. Terlapor mengaku sempat dipukul hingga giginya patah, kemudian membalas memukul korban hingga terjatuh ke bawah jembatan," ujar Tri Wibawa. Warga yang mendengar keributan segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi bersama petugas Damkar dan relawan untuk dibawa ke RSUD Wonosari. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar di kepala bagian belakang, luka lecet di pelipis dan bahu kanan, serta nyeri pada pergelangan tangan. Sementara terlapor mengalami patah gigi dan luka lecet pada lutut. "Hingga saat ini korban masih menjalani perawatan dan belum membuat laporan resmi. Polisi masih melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan para saksi," pungkas Kapolsek.
( gunungkidulviral )