"Aku harap enggak sampai beracun sih, karena aku sudah biasa beli manisan di toko yang sama," senyum kikuk lagi-lagi terukir di wajahnya.
Tak berselang waktu lama, ia coba mencicipi satu cokelat yang sedari tadi mencuri perhatiannya. "Tapi nggak apa-apa, aku coba juga deh."
"Cobalah, Aureliana. Aku beli di tempat langgananku—dan tempat itu sangat terkenal dengan cokelat-cokelatnya yang enak dan manis," ucapnya dengan intonasi yang terdengar begitu antusias tuk sang puan mencicipinya.
Sebuah senyum tipis terbit saat pandangannya jatuh pada manisan yang disajikan, hangat oleh niat sederhana di baliknya. “Manis yang dibagikan tanpa pamrih selalu terasa berbeda.” ujarnya lembut. “Seolah hari kasih sayang menemukan maknanya justru dalam gestur kecil seperti ini.”
@suarlautan + Nampan bercorak cokelat itu ia letakkan di atas meja, kemudian dengan satu tangannya ia menyajikan sepiring tiramisu crepe cake dan segelas kopi cappuccino. "Silakan, kak."
: @suarlautan.
"Cappucino satu, ya," gumam Sagara dengan jemari sibuk mengetik pesanan sang puan pada layar biru di hadapannya.
"Untuk makanannya, kami di sini menyajikan roti dan kue, kak," lanjutnya sembari menunjukkan sebuah buku menu yang memiliki banyak pilihan kue dan roti. +
@suarlautan + untuk menyelesaikan seluruh pesanan.
Pesanan sang puan akhirnya siap diantar. Ia melangkah menuju meja tempat duduknya yang tampak sedang sibuk belajar.
"Permisi, kak," ucapnya dengan sedikit sungkan—takut mengganggu. "Maaf mengganggu. Ini pesanannya sudah siap." +
@YOO_chanyeol + "Kenapa tiba-tiba sekali punya anak? Apa aku yang terlalu sibuk kerja sampai enggak tau kalau kamu sekarang sudah menjadi seorang Ayah?"
: @YOO_chanyeol.
@YOO_chanyeol Sagara berusaha mencerna setiap kata yang terucap dari sang tuan; bibir berusaha mengeluarkan kata, walau tak bisa.
"Aku... kelewatan apa?" Balasnya, dengan rasa tak percaya yang masih menguasai hati dan pikirannya. +
@YOO_chanyeol + "Akhir-akhir ini kamu juga kelihatan sedikit berbeda. Seperti lebih, apa ya—bahagia?"
Ia mengangguk sedikit, berusaha meyakinkan diri dengan kata yang ia ucap. "Ya, semacam itu lah."
: @YOO_chanyeol.
@YOO_chanyeol "Oke," balasnya singkat sembari menyereput sedikit kopi buatannya itu, sebelum akhirnya ia membuatkan kopi yang sama dengan permintaan yang diinginkan sang tuan.
"Tapi tumben banget pengen coba kopi yang seperti ini, Mister," lanjutnya dengan atensi yang tak dialihkan. +
Manik mata memancarkan kilauan, pun jemari memilih salah satu cokelat yang begitu menarik atensinya.
"Terima kasih banyak, Nona. Selamat hari Valentine juga," ucapnya.
@soliveule + I happen to handle the social media side of things, so I always try to keep everything updated."
It was evident in the way his eyes seemed to glimmer with a quiet spark.
: @soliveule.
Sagara smiled shyly, even though this was far from the first time someone had said something like that to him.
“I get it,” Sagara said softly. “Seeing someone who reminds us of a person who once meant a lot to us can feel a lot like nostalgia, doesn’t it?” +
@2DimensiMenfess Her gaze lingered longer than intended, a faint crease forming between her brows. “I don't mean to be strange,” she said softly, voice edged with something unguarded, “but you remind me of someone I once held very close, uncannily so.”
@soliveule "You can reach out to the number on that card to place an order for drinks or food—and if you’d like to check out the menu, our official website is listed there as well, so you can see what’s currently available. +
+ dengan langkah kaki seirama dengannya yang kini sudah memasuki ruangan. "Kakaknya sendiri baru kah ke kota ini? Soalnya baru pertama kali saya lihat kakaknya."
Sagara mengangguk, sedikit canggung melihat ekspresi sang adam yang nampak begitu bersemangat; tak seperti dirinya yang... ya, begitulah.
"Ah, iya. Kebetulan saya juga owner di café ini, kak," balas Sagara, +
Mata sebesar timbunan dosa para penguasa negeri berkerdip dua kali. Mengapa lelaki di hadapannya menerima tanpa bantah? Jangan-jangan terselip maksud lain—barangkali hatinya terpaut pada rupa Tantang? “Ih, baik banget! Kamu kerja di sini?”