TITISAN BIDADARI ๐ป๐ฌ๐น๐จ๐ป๐จ๐ฐ, jalani takdir mengikis hati @DUYUDRANA, tumbuh jadi ๐๐๐๐๐๐๐ api yang takkan pernah tunduk walau suah tak bisa menangis.
โ
๐ป๐ถ๐ท๐ฌ๐ต๐ฎ ๐ท๐ถ๐ณ๐ถ๐บ memang dihadirkan tuk menipu matamu. Bila hati tak ikut ๐ซ๐พ๐ฝ๐ช, tak peduli sekuat apa ikatan matamu, maka engkau kan memafhumi arti hadirku di hidupmu, duhai Kakang Guru. Apabila mentari bersua dengan rembulan, di sanalah kita berjumpa.
โ
โ
Aduh, aku ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ sabar. Deg-deg an aku. Waaa. Tapi, tapi, tapi, sebenernya aku agak kepikiran. Kira-kira jam berapa ya, Si Suma datang? Dia boleh datang kapan saja, tapi tolong lah yha. JANGAN DETIK INI. Ini detik-detik penting, detik-detik yang sakral.
โ
@DUYUDRANA@LirKeris โ
Eh, ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ada angin, ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ada hujan, Barat Gala justru membuang belahan jiwa Suma ke dalam ragaku. Belahan jiwanya lalu menyatu dengan jiwaku dan ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ bisa dilepaskan. Itulah satu-satunya mimpi buruk yang pernah kudapatkan sebagai penghuni Kahyangan Sindhung.
โ
โ
Suatu hari, keris Barat Gala tak sengaja menghunus jantung Suma dan membuat jiwanya terbelah. Aku heran karena Suma masih punya tenaga untuk marah-marah dan melanjutkan pertengkaran mereka. Dia bahkan ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ pingsan. Kok bisa?
โ