Tadi siapa? Bagus, ya.
Gede Bagus.
Kamu dulu diejek, enggak apa-apa ya.
Enggak apa-apa diejek.
Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang.
Presiden pun sering diejek.
Pondok Kelapa 6, Jaktim. Ngepeh, Madiun. Lalu Randublatung 1, Blora. 3 Kota, 3 Provinsi, 3 kubangan lumpur (espepege), semuanya mohon izin stop operasi dengan persoalan yang sama:
Dana pencairan operasional dari BGN belum cair. Kubangan lumpur (espepege) mana lagi yg senasib?
Pas aku ke jogja kemarin tuh kadang mikir. Orang yg PP kerja jogja - solo atau solo - jogja terus commute ke kantor naik grab tuh, gajinya berapa ya?. Aku bayangin, kek udah spare banyak biayanya cuma buat transport aja.
kalian udah tau blom?
ada dugaan korupsi di BUMN yg melibatkan duet BRI & Telkom. KPK resmi melakukan penyelidikan
korupsi ini diduga terkait pengadaan layanan notifikasi perbankan berbasis SMS & WA
kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2 Triliun (2 hari MBG)
Before after yang paling amat sangat gue benci 😭
RAM 1.5 juta jadi 8.5 juta GADA SETAHUN. Kalo dulu gue beli 10 aja, modal 15 juta udah jadi 85 juta. Seserem itu.
Woi Soros, tagihan bisa kita kirim ke mana?
Belum cair-cair ini kutengok.
Masa kalah sama kubu sono, APBN cair mulu buat bajer.
'Independent' media dibeking sama Bakom.
Oposisi gak ada. Semua pesta, MBG dikorup 1 miliar sehari.
Payah lu Soros.
Waduh, kok makin banyak tenaga pendidikan / guru yang menerima broadcast dengan narasi yang mirip-mirip dari kubangan lumpur (espepege)?
Masih betulan belum pada menerima dana pencairan kah dari BGN / Pejabat Pembuat Komitmen? Mohon update-nya selalu, Handai Tolan sekelian 🙏🏻
Dito Ariotedjo masuk kabinet dengan harta Rp 282 M. Dari jumlah itu, Rp 162 M-nya adalah "hadiah" , 4 rumah + 1 Alphard , dari mertuanya: Fuad Hasan Masyhur, bos travel haji Maktour.
Nggak masalah? Secara hukum boleh. Dilaporkan di LHKPN. Transparan.
Tapi coba pikir ini ,
Tahun 2023, nama Dito disebut di sidang korupsi BTS Kominfo. Saksi mahkota Irwan Hermawan ngaku kasih Rp 27 M ke Dito buat "pengamanan perkara." Dito bantah. Oke. Kita catat.
Tahun 2025, mertua Dito , Fuad Hasan Masyhur, orang yang kasih dia Rp 162 M itu , dicekal KPK. Kasusnya: dugaan korupsi kuota haji Rp 1 TRILIUN. Kantor Maktour digeledah. Barang bukti disita. KPK bahkan menyebut ada indikasi penghilangan barang bukti.
Akibat korupsi ini: 8.400 calon jemaah yang sudah antre 14 TAHUN gagal berangkat haji.
Bukan gagal karena sakit. Bukan karena meninggal. Tapi karena kuota mereka ,yang memang hak mereka , diduga dimainkan orang-orang berduit.
September 2025, Dito dicopot dari kabinet. Belakangan terungkap ia bahkan sudah mengajukan mundur sendiri sesaat setelah mertuanya dicekal.
Januari 2026, KPK panggil Dito lagi , kali ini soal kasus haji. Dito hadir.
Dito bilang: "Sebagai warga negara saya harus patuh hukum."
Serius?
Jadi begini kronologinya:
a. Hidup disubsidi mertua bos travel haji ✓
b. Namanya muncul di dua kasus korupsi berbeda ✓
c. Mertuanya dicekal KPK, kantornya digeledah ✓
d. 8.400 orang tua yang antre belasan tahun gagal ke Tanah Suci ✓
e. Dito dicopot, dan sekarang jadi saksi ✓
Dan lo tahu kata2 Dito sendiri waktu ditanya soal hartanya yang Rp 162 M dari mertua itu?
"Kita kan tidak bisa milih lahir dari mana."
Bener banget, Pak.
Yang 8.400 jemaah itu juga nggak bisa milih , mereka nggak bisa milih supaya hak haji mereka nggak diduga dimainkan oleh orang2 yang lo panggil keluarga.