🚫UTANG BUKANLAH ALASAN UNTUK MELAKUKAN PELECEHAN atau PEMAKSAAN SEKSUAL🚫
Seorang perempuan mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari oknum debt collector. Berawal dari penagihan utang, korban mengaku ditawari "pelunasan" dengan syarat harus melayani hubungan badan. Saat menolak, korban mengaku tetap dipaksa mengikuti kemauan oknum tersebut hingga dibawa ke sebuah kos dan mengalami tindakan yang diduga sebagai pelecehan.
Kini kasus tersebut telah dilaporkan dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian di Purworejo, Jawa Tengah.
Jika terbukti, tindakan seperti ini bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi juga dapat masuk ranah tindak pidana. Penagihan utang memiliki aturan hukum yang jelas, dan tidak boleh disertai intimidasi, ancaman, apalagi pelecehan seksual.
Semoga proses hukum berjalan transparan, korban mendapatkan perlindungan, dan siapa pun yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Katanya ekonomi membaik, tapi yang banyak orang rasakan justru harus makin pintar bertahan.
Pelan-pelan gaya hidup berubah, bukan karena tiba-tiba jadi hemat, tapi karena keadaan yang memaksa.
- Shampoo botol ganti sachet.
- Sabun apa aja yang lagi diskon, yang penting cukup.
- Nongkrong atau makan di mall? Udah lama nggak.
- Lauk hewani nggak harus tiap hari, nasi, sayur, tempe juga disyukuri.
- Jajan sepulang kerja dicoret dari anggaran.
- Motor jadi andalan ke mana-mana karena lebih irit.
- Traveling? Ditunda entah sampai kapan.
- Cuci mata di supermarket favorit pun sekarang jarang.
- Nasi nggak boleh ada yang kebuang, sisa disimpan dan diolah lagi.
- Menu yang sama seharian? Sekarang udah biasa.
- Kuota internet beli kalau benar-benar perlu karena kantor dan rumah sudah ada Wi-Fi.
Yang berubah bukan cuma kebiasaan, tapi juga cara kita memandang uang. Dulu memilih karena suka, sekarang memilih karena mampu.
Semoga suatu hari nanti kita bisa kembali membeli sesuatu tanpa harus menghitung berkali-kali. Sampai saat itu tiba, semoga kita semua tetap kuat menjalani hari, tetap sehat, dan semoga rezeki kita ikut bertumbuh.
@kangdede78 Kalau memang benar, pasti akan ada pengumuman resmi. Untuk sekarang lebih baik tunggu klarifikasi dulu, karena akun media sosial bisa saja diretas, dipalsukan, atau informasinya belum tentu valid.
@Ayuagasty4 Setuju. Banyak orang merasa udah komunikasi, padahal yang dibutuhkan pasangan bukan cuma didengar, tapi juga dipahami. Validasi itu sesederhana bikin pasangan merasa emosinya nggak dianggap berlebihan.
Nggak semua hubungan berakhir karena selingkuh atau kekerasan. Kadang yang bikin selesai justru janji yang terus diulang tanpa pernah ditepati.
Dia memang nggak melakukan hal-hal buruk. Tapi kalau selama 10 bulan yang dikasih cuma "tunggu ya", "nanti ya", "sebentar lagi ya", wajar kalau pasangan mulai bertanya, "Aku ini sebenarnya prioritas kamu atau bukan?"
Karena dicintai itu bukan cuma soal nggak disakiti, tapi juga soal merasa diusahakan.
@snazptr Ada kok. Banyak orang yang seumur hidup belum pernah diinfus, pingsan, atau mimisan. Itu lebih dipengaruhi kondisi kesehatan, aktivitas, dan faktor genetik daripada sesuatu yang wajib dialami semua orang. Jadi bukan robot, cuma lagi beruntung aja.
@moonlightfoxs Tidur memang kadang jadi satu-satunya tombol 'pause' buat pikiran yang capek. Semoga setelah bangun, pelan-pelan ada lebih banyak alasan buat merasa tenang juga.
@indepenSumatera Kalau memang ada kerusakan lingkungan, buktinya harus diusut dan pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Kritik berbasis fakta jauh lebih meyakinkan daripada serangan personal.
@bbarbiena Fresh graduate sekarang dituntut punya pengalaman, portofolio, sertifikasi, dan siap kerja dari hari pertama. Pertanyaannya, kalau semua perusahaan maunya yang sudah berpengalaman, siapa yang mau ngasih kesempatan buat mulai?
@ceritaboyyy Yang diminta bukan dilayani terus-terusan, tapi ditemenin dan diperhatiin. Hamil itu berat, hal kecil seperti nemenin cari makan aja bisa bikin hati tenang.
Karena banyak perusahaan lagi hati-hati soal biaya dan kebutuhan tenaga kerja. Probation 3 bulan dipakai buat nilai performa, lanjut kontrak 6 bulan buat lihat konsistensi sebelum ambil keputusan jadi karyawan tetap. Buat perusahaan lebih minim risiko, buat karyawan memang rasanya jadi lebih lama nunggu kepastian.
@jyamanpark Sedih banget bacanya. Keinginan buat kerja bukan karena gengsi, tapi pengen meringankan beban orang tua dan hidup dari hasil sendiri. Semoga interview berikutnya jadi rezekimu.