@dynamitekimchi Semakin tinggi skill yang digunakan ya seharusnya semakin tinggi harus dihargai sama seperti profesi lain. Uang memang bukan salah satunya buat menghargai tenaga tapi sebagai manusia di bumi pasti butuh uang buat beli kebutuhan hidup kecuali di surga tinggal ambil aja.
Sebelum semuanya dapet jangan di stop dulu haha... alhamdulillah ibu hamil pada peduli sama gizinya sendiri meskipun ga MBG. Bayi juga minum ASI. Kalo stunting targetnya harusnya bukan anak SMP sama SMA karna udah kelewatan atuh masa pertumbuhannya :)
tuntutan udah dijawab: MBG TIDAK AKAN DISTOP
"penerima manfaat MBG nyata. ada ibu hamil. emang hamilnya bisa berhenti? bayinya disuruh berhenti nyusu?"
"balita disuruh berhenti makan? anak sekolah emang gabole makan lagi?”
selevel kepala badan komunikasi pemerintah, skill komunikasi publiknya aduhai
@txtdrbekasi Apa apa ditunggani. Memangnya kita tidak punya otak untuk berpikir dan memilih tindakan kah... oh iya kalo mereka sih bergerak kalo ada yang nyuruh aja :)
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
Orang-orang masih inget gak y selain Awkarin kalo Praz Teguh itu influencer dan garis keras 02 Voters?
2024 mereka endorse paslon 02 ke jutaan follower. Kemudian, follower yang sama dapet endorse Hanania Travel, spesialis amplifikasi kerusakan dan makan korban.
Sekarang ratusan jemaah gagal berangkat, kerugian puluhan miliar, dan para influencernya antri diperiksa Polda Metro.
Ini listnya beberapa yg ditemuin:
- Awkarin ikut kampanye akbar 02 sampai Ambon.
-Praz Teguh deklarasi terbuka dukung 02 disaksikan petinggi TKD. -Lesti-Billar ngisi kampanye akbar GBK.
-Dara Arafah masuk video klip lagu kampanye.
- Halilitar family ya apalagi udah pada tau lah ya.
Semua nama ini juga ada di orbit promosi Hanania. Audiens yang dulu diyakinkan soal "pemimpin yang tepat" adalah audiens yang sama yang diyakinkan soal "travel yang amanah."
Dan enak banget posisinya: dapat umrah gratis plus uang saku, cukup modal story dan feed, nol kewajiban verifikasi, jemaah yang nanggung risikonya.
Kalau dipikir-pikir ya barter kayak gitu tetep butuh modal gede-gedean kan, dan yang mereka dapet itu sumbernya uang dari jamaah.
Trust itu harusny ngga dipisah per kategori, sekali kebangun dipakai jualan apa aja.
Yg paling kecil risikonya justru yang paling besar pengaruhnya, kebalikan dari tanggung jawab. Mereka memang bukan tersangka, dan biar penyidik yang urus pidananya.
Tapi tanggung jawab moral jg harusnya sih nggak perlu nunggu surat panggilan:
Balikin semua benefit dan pakai platform yang sama buat amplify posko korban, jgn cuma cuci tangan biar aman sendiri.
Enak aja ngambil panggungnya doang terus pulang pas panggungnya roboh.
Mereka ini cuma gonta-ganti produk scam yg di endorse dari calon presiden, umrah, sampai produk investasi. Mekanismenya nggak pernah ganti.
Udah saatnya influencer-influencer ini dapet tuntutan lebih buat tanggung jawab krn bagian dari kerusakan dan kerugian nasabah juga.
@yappingfess Di era dollar makin naik gini mendingan kalo mau lanjut di fokuskan ke daerah yang emang bener-bener membutuhkann terutama ketika distribusi makanan itu sulit. Kendalikan harga bahan makanan lebih penting, jadi kita bisa beli murah baik untuk makan sendiri atau untuk usaha
februari lalu celios udah ngitung berapa duit negara yg berakhir jd sampah makanan MBG.
tapi ga ada yg peduli 😅
dlm seminggu kalau dihitung bisa ada 100 juta+ porsi MBG yg dibuang, dan itu nilainya setara Rp 1.27 triliun.
Rp 1.27 triliun seminggu cuma jadi sampah.
padahal dengan uang sebanyak itu, kita bisa membangun ratusan puskesmas atau memperbaiki sekolah-sekolah reyot di pelosok negeri, daripada jadi sampah 😹
Postingan tanggapan pak Anies versi bahasa tongkrongan:
Eh Anu, lo dengerin baik-baik ya, karbitan. Dari jaman kuliah di UGM, orang udah tau diplomat muda Indo yang berani ngadepin senior macam Ramos Horta di BBC World, pas dunia lagi ngejewer Indonesia.
Dia angkat muka bangsa. Namanya Dino Patti Djalal. Orang ini jelas juntrungannya. Dia yang bikin Kongres Diaspora pertama, dirikan FPCI, lahirin anak-anak muda yang sekarang jadi ujung tombak RI di luar negeri.
Intinya gini pret, Dino itu diplomat beneran, rekam jejaknya panjang, bukan karbitan jadi diplomat. Bukan pula karbitan jadi pejabat.
Berbeda sama lo. Lo cuma mantan ajudan, Naik pangkat numpang patronase, langsung loncat jadi posisi skrg. Nol pengalaman diplomasi, tapi berani ngeledek Dino dengan kata “meskipun hanya 3 bulan” jadi Wamenlu.
Gile banget lu! Dino punya karir puluhan tahun, PhD, Dubes di AS, lo? Naik karena j**at bos doang. Karbitan parah. Orang kasih kritik konstruktif buat negara, lo balesnya cuma pamer dan nyinyir. Dasar pejabat tempelan. Dino itu asli. Bukan Karbitan
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Jadi gini ceritanyaa.. IHSG crash karena ada rumor pendirian badan ekspor komoditas.
Kabarnya, setiap eksportir yang ingin jual CPO dan Batubara, tidak lagi bisa memjual langsung ke pasar dunia.
TAPI, HARUS LEWAT BADAN ITU.
Yang jadi masalah, tidak ada yang tahu menahu soal pendirian badan ini.
Purbaya tidak tahu, bahkan Bahlil pun tidak tahu.
Mereka bilang : tunggu pengumuman Presiden.
Katanya sih, bada ini mau menekan praktik pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Supaya penerimaan negara dari pajak, royalti, dan devisa lebih optimal.
Tapi pasar membaca itu sebagai upaya ngontrol mereka, mengurangi margin mereka, inefisiensi dan potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh badan pengekspor.
Lagipula praktik bandel seperti under-invoicing harusnya bisa ditegakkan dengan Dirjen Pajak dan Bea Cukai. Penegakan hukumnya harus lebih kuat.
Ga perlulah bikin badan2 baru.
When yah punya pacar ❌️
When yah punya kepala negara pintar dan ga asal ngomong ✅️
Ga hanya kepala negara si tapi wakilnya, dewan perwakilannya dan semua-semuanya please kompeten...
Makin hari beritanya buruk terus. YaAllah tolongg para WNI ini
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka
1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis.
Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung.
Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental.
2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan.
Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek.
3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy.
The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri.
Seperti apa ulah itu?
Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb.
Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar.
Source gambar : VOI