OMERTA
Adalah sumpah tutup mulut yg berlaku di kalangan mafia, yg di Indonesia diterapkan di lingkungan para koruptor dan afiliasinya. Sumpah ini menjamin siapapun yg kena masalah hukum tidak akan menyeret2 brother in crime.
Dalam konferensi persnya Febrie Adriansyah menyampaikan kode yg melanggar Omerta, rumahnya diakui sebagai miliknya tapi uang dan emasnya ada pemiliknya (yg bukan dia).
Sejak saat itu 'perisainya' musnah, dia tidak lagi punya backing kuat, tidak pula kebal hukum.
OMERTA
Adalah sumpah tutup mulut yg berlaku di kalangan mafia, yg di Indonesia diterapkan di lingkungan para koruptor dan afiliasinya. Sumpah ini menjamin siapapun yg kena masalah hukum tidak akan menyeret2 brother in crime.
Dalam konferensi persnya Febrie Adriansyah menyampaikan kode yg melanggar Omerta, rumahnya diakui sebagai miliknya tapi uang dan emasnya ada pemiliknya (yg bukan dia).
Sejak saat itu 'perisainya' musnah, dia tidak lagi punya backing kuat, tidak pula kebal hukum.
@Carly_Taw@karirfess Agak mirip, cuma kejadiannya di kampung/desa kakek - nenek ku. Ngga taunya si akamsi sombong itu masih kerabat, cucu Om. Dulu kecil mengemaskan, sekarang besar pun "mengemaskan" Hehehe..
🗓️ 29/06/00 - Patrick Kluivert erró su penal en Semi de Euro.
🗓️ 29/06/26 - Justin Kluivert erró su penal en 16vos de Mundial.
Padre e hijo, MISMA ejecución, con Holanda siendo eliminada, el MISMO DÍA con 26 AÑOS DE DIFERENCIA.
INCREÍBLE. 😳⛔️
Sabtu sore yang teduh, saya dan @eMbahNyutz melakukan kunjungan bilateral persahabatan ke kediaman Mprop @picoez . Sebuah tempat yang diberi nama NK atau New Kapitikan. Sampai detik ini saya masih belum benar-benar memahami filosofi di balik nama tersebut. Mungkin ada makna yang sangat dalam, atau mungkin juga hasil perenungan tingkat tinggi yang belum mampu dijangkau logika manusia biasa seperti saya.
Setibanya di sana, suasana hangat langsung terasa. Obrolan mengalir dari satu topik ke topik lain, mulai dari hal-hal penting yang menentukan masa depan peradaban seperti tentang pengayaan uranium hingga pembahasan receh yang sama sekali tidak menentukan apa pun. Namun di tengah perbincangan itu, saya menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Mprop Picoez.
Beliau tampak lebih tenang, menjadi pendiam, banyak mengamati daripada berbicara seperti biasanya. Sebagai pengamat amatir perilaku manusia, dalam benak saya hanya muncul dua kemungkinan. Pertama, beliau sedang lapar. Kedua, beliau sedang mengalami proses maturity atau pendewasaan diri.
Namun seiring berjalannya waktu, semakin jelas bahwa dugaan saya kurang tepat. Aura yang terpancar bukanlah aura orang lapar, karena tidak ada tanda-tanda mencari gorengan atau mengajak jajan bakmi di warungnya Lek Min. Dan ini sepertinya lebih dari sekadar proses pendewasaan biasa.
Setelah melakukan pengamatan mendalam yang hampir setara penelitian ilmiah, saya dan Mbah Nyutz sampai pada sebuah kesimpulan besar: ternyata Mprop Picoez sedang berada dalam fase kultivasi tingkat lanjut. Sebuah proses penempaan jiwa dan batin menuju tingkatan yang lebih tinggi. Mungkin bukan lagi sekadar menuju kedewasaan, melainkan menuju sesuatu yang jauh lebih agung: keabadian.
Maka ketika malam telah menyingkirkan senja, lahirlah sebuah kesepakatan bersejarah. Saya dan Mbah Nyutz sepakat bahwa nama NK tidak lagi layak diartikan sebagai New Kapitikan. Mulai hari itu, NK kami maknai sebagai Ndalem Kultivasi.
Sebuah tempat di mana manusia biasa datang membawa kegelisahan, lalu pulang membawa pencerahan. Tempat penempaan jiwa, pengasahan batin, dan bengkel spiritual bagi siapa saja yang ingin naik tingkat dalam perjalanan hidupnya. Dan jika prosesnya berjalan sempurna, bukan tidak mungkin penghuni utamanya akan mencapai tingkatan tertinggi: seorang manusia yang telah melampaui urusan duniawi dan sedang menapaki jalan menuju keabadian.
Entah benar atau tidak, yang jelas malam itu kami pulang dengan satu keyakinan: di balik kesunyian Mprop Picoez, sedang berlangsung sebuah proses besar.
Kita semua mungkin akan kaget, tetapi tidak akan terlalu heran, apabila suatu saat Mprop Picoez benar-benar berhasil mencapai moksa. 😌🙏🏻
Dari kemarin siang aku merasa gelisah tapi gak ketemu apa yang digelisahkan.
Tiba² tadi malam selepas isya', ibu telepon. Kami cerita ngalor-ngidul tentang tanaman, film silat dan aktivitas keseharian.
Sesaat sebelum mengakhiri obrolan, tiba² ibu bilang," Picus, gelisah itu biasanya karena ada kekhawatiran atau ketakutan. Itu yang menjadikan semacam penjara bagi diri. Coba dicari penyebabnya.Ibu rasa, kamu itu terlalu mengekang diri karena takut salah. Manusia itu memang tempatnya salah kok takut salah. Ada² saja. Gak usah takut salah, selama memang tidak diniatkan untuk berbuat salah yg melanggar batas dan merugikan orang lain. Udah sana, berjalan lagi. Jangan jongkok terlalu lama tapi nggak ngapa²in. Kalo kelamaan jongkok, ntar pas berdiri malah pusing."
Baru gelisah sebentar saja udah ketahuan. Asemik 😁
Malaikat:
"Amalan apa saja yg sudah kamu lakukan di dunia?
Aku (dengan kesadaran penuh):
"Lah, kok nanya??? Katanya udah dicatat???? Hilang yaaa?!?
Hayolooohh, dimarahi Allah lho nanti!"