@win_asik_@StatsRawon@persebayaupdate Strategi marketing tidak boleh mengorbankan etika komunikasi publik.
Strategi yg membangun merk adalah yg memperkuat kepercayaan, bukan memancing konflik dengan basis pendukung sendiri.
Klub besar tidak perlu menjual emosi suporter sebagai komoditas.
Ditengah bencana yang terjadi, suporternya sedang fokus untuk melakukan aksi sosial, klubnya malah membuat hal yang tidak berguna, terlepas apakah itu adalah cara untuk menaikan engagement, gaya komunikasi klub yang buruk malah akan memperkeruh hubungannya dengan suporter
Menanglah untuk Erik Setiawan, Faiz Al fikry dan 135 nyawa yang hilang di Kanjuruhan, bukan untuk nominal keuntungan, bukan untuk postingan ndakik ndakik di sosmed, bukan untuk menasbihkan diri siapa si paling nomer 1.
#COYGF
Suroboyo iku ibu kutho e Jawa Timur
Iki arek Suroboyo
Kabeh uwong Jawa Timur
Ora usah tithikΒ² ngomong:
Wani Jogo Suroboyo
Koyok makyes makyes o dewe ae, peno-peno iku Jogo Suroboyo
Masio model e koyok ngene
Awak e dewe yo tau ajurΒ²an Jogo kebanggaan e Suroboyo: Bajol Ijo
Affan Kurniawan telah pergi, setelah tubuhnya dilindas baracuda milik aparat. Mungkin Affan hanyalah satu dari sekian banyak anak muda Indonesia yang setelah lulus sekolah bingung menentukan kerja seperti apa kedepannya.
kemarahan kita berasalan, melihat tarian tarian sialan pejabat dan pendapatan yang besar selama sebulan sedangkan kita harus bekerja keras sebulan penuh untuk gaji yang mungkin tidak mencapai UMR kota Surabaya, pantas kita marah
Kita semua telah menyaksikan segala brutalitas dan kesewenangan aparat negara kepada rakyat sipil.
Setelah ini, apakah ada suporter yang masih mau menjalin kedekatan dengan mereka?
Suporter juga rakyat, bukan kacung aparat!
Oh iya dari merchandise dan tiket pertandingan yang kalian beli dengan harga mahal itu ada pajak yang digunakan untuk membiayai hidup mewah para pejabat negara. Oleh sebab itu, kalian berhak banget menyuarakan kondisi negara saat ini baik di stadion maupun di jalanan.