โ โ
๐ฎโเฟ หห-
๐ thousand lanterns rise to touch the stars, but the true rite begins where the light fades. When your shadow steps forward to claim your name, will you have the strength ๐ต๐ฐ ๐ขอ๐ฏอ๐ดอ๐ธอ๐ฆอ๐ณ?
โ โ
โ
๐ฎโเฟ หห-
๐ซerhaps your heart is heavy with a story that cannot wait to be told. For TWO (2) who arrives before the first light, we offer a Lantern Envelope. You may claim invitation and prepare for the Riteโs beginning!
โ
@SubjectReiji Oops, ketauan ya. Aanhโ (Meringis kembali walau makin berubah keenakan.) Ya, let's see kalau lu emang jago ngenakin gua sampe bucat. (Spreads your cheek apart, lalu lesakkin satu jari masuk kedalam lubangmu. Wiggling its way inside.)
@SubjectWangsa Like it when you get desperate like that. *tilts his head up, senyum miring. Tapi terus ikut merengut* Males ah, kamu aja yang emut. *tiba-tiba berlutut, pumps your cock up and down, before kissing the tip softly*
@SubjectWangsa Fcking hell... (hisses at the sudden intrusion, genggam palkonmu erat. Tarik tanganmu keluar dari celananya bentar) Heh. Pelan-pelan. Udah ga pakai lube, main masuk aja. Kalau lecet tar nggak bagus direkam. (Gigit hidungmu)
@SubjectWangsa Ha! *barks a laugh* Pasti mau masuk ya? Aw! *merintihnya dibuat-buat, tarik kasar punyamu buat keluar dari celana. Pijat-pijat pelan* Try apa? Try to see how many times I can make you come in an hour?
@SubjectReiji Mmh- boleh, walaupun pake tangan aja ga cukup. (Fondles with your asscheek, tarik kamu supaya pinggangnya nempel.) Mainin aja sepuas lu, I'd love to see you try. (Gigit leher sampingmu sambil turunin celanamu, tampar bokongnya.)
@SubjectWangsa Mmmm, boleh. *berdiri lebih tegak, tapi tarik kamu lebih deket* punyamu yang ini *seret tangan dari perutmu terus turun ke punyamu* boleh juga ya? *squishes lightly*