Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan penolakan terhadap pembentukan Negara Palestina—penolakan yang sudah berulang kali ia sampaikan selama bertahun-tahun.
Dalam pidatonya, Rabu (28/1/2026), Netanyahu secara terbuka mengklaim dirinya sebagai aktor utama yang konsisten menggagalkan berdirinya negara Palestina dan menegaskan Israel akan mempertahankan kendali keamanan penuh dari Yordania hingga Laut Mediterania, sikap yang secara langsung menutup jalan bagi solusi dua negara.
Sikap ini menjadi sorotan tajam karena Israel tercatat berada dalam inisiatif Dewan Perdamaian buatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atau Board of Peace, yang mengusung narasi rekonstruksi Gaza, sebuah forum yang tidak melibatkan Palestina sama sekali sebagai subjek utama. Inisiatif ini memicu kritik serius: bagaimana mungkin sebuah dewan yang mengklaim agenda perdamaian dan pembangunan pascaperang justru mengakomodasi Israel, sementara keberadaan dan aspirasi Palestina dikesampingkan sejak awal.
| Narasi Daily
Two State Solution kerap disebut jalan damai untuk Palestina-Israel.
Namun, di balik retorika itu, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan ketidakadilan🚩
Pada Senin (25/08), Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada 141 tokoh, mulai dari mantan pejabat, pejabat aktif, hingga pengusaha.
Sementara itu, di jalanan, demonstrasi yang menuntut pembubaran DPR di beberapa titik di Jakarta, berlangsung ricuh.
Insya Allah. Sebagai anak dari seorang dosen, pendidikan menjadi prioritas setelah ekonomi. Mohon ingatkan saya jika saya lupa. https://t.co/xR98N7qY5R
Memang rakyat Indonesia ini dibikin bodoh, miskin, sakit, dan nganggur.
Dibikin Bodoh:
a) Sekolah mahal, timpang antara sekolah bagus dan negeri,
b) Gurunya digaji seadanya, nuntut gaji malah disuruh nyari tambahan,
c) Gurunya juga dikasih beban administrasi segaban biar gak sempet ngajar,
d) Biaya UKT kuliah mahal, gak terjangkau sampai disaranin pinjol,
e) Dosennya digaji kecil sampai perlu mroyek ke mana-mana, kuliah ditinggal dan sering kelas pengganti
f) Beasiswanya ngasih ke luar negeri dibanding ke universitas dalam negeri,
g) Mahasiswanya disuruh magang dibanding kuliah 20 SKS yang bener di kelas.
Dibikin Miskin:
h) Beras, telur, minyak goreng semua mahal,
i) Dikasih bansos dibanding tangga sosial keluar dari jurang kemiskinan,
j) Gak bisa akses pendidikan biar dapet ilmu dan kesempatan, karena mahal,
k) Generasi berikutnya tetep gitu, nunggu bansos dari pemerintah,
Dibikin Sakit:
l) Dokter dan tenaga kesehatan digaji seadanya,
m) Kerjaannya juga overload gak ngotak,
n) BPJS banyak yang bermasalah sampai banyak yang gak bisa dirawat,
o) PPDS isinya bullying dengan syarat ujian masuk yang gak masuk akal,
Dibikin Nganggur:
p) Kalau udah di atas 25 tahun susah dapet kerja,
q) Buat nyari kerja butuh pengalaman, buat nyari pengalaman butuh kerja,
r) Buat nyari magang butuh magang di tempat lain sebelumnya,
Kenapa begitu? Ya karena suara masyarakat bodoh, miskin, sakit, dan nganggur bisa dibeli cukup dengan dikasih:
- Makan siang gratis di tahun pemilu selanjutnya.
Amnesty International menuding tentara Israel menggunakan peluru artileri mengandung senjata pembakar fosfor putih selagi melancarkan operasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon Selatan antara 10 dan 16 Oktober 2023.
Amnesty menilai insiden paling memprihatinkan terjadi pada 16 Oktober ketika Kota Dhayra menjadi sasaran serangan tanpa pandang bulu.
“Lebih dari sekadar mengerikan ternyata tentara Israel tanpa pandang bulu menggunakan fosfor putih yang melanggar hukum kemanusiaan internasional,” kata Aya Majzoub, wakil direktur regional Timur Tengah dan Afrika Utara pada Amnesty International.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/m6U8QcOaRI
#HardNews_Viral #NewsOne #CariBeritaditvOne #Israel #Lebanon #FosforPutih #PelanggaranInternasional
Kesaksian Kristen Palestina: "Muslim-lah yang melindungi umat Kristen, melindungi gereja, itulah mengapa gereja masih eksis. Muslim bisa saja menghancurkan seluruh gereja dan membunuh umat Kristen 800 tahun yang lalu."
Support Cordova Media: https://t.co/Aoo9J7Ipjd
Contoh gesit dan tegasnya Pemerintah Indonesia:
Revisi UU KPK
Pengesahan Omnibus Law
Revisi Permenkes Vaksinasi
Revisi Statuta UI
Gesit: cepat-efektif.
Tegas: disahkan meskipun banyak penolakan.
Andai penanganan pandemi gesit dan tegas, pasti lebih terkendali, rakyat aman 😇
Rawat Covid di Rumah
Jika oksimetri nadi >92%, Anda dapat pulih dari COVID di rumah dalam waktu 2 minggu
Gunakan tab parasetamol untuk demam, Oxymetazoline 0.05% spray untuk hidung tersumbat. Banyak istirahat dan tidur
Tidak perlu antibiotik, ivermectin, seng atau steroid
Saatnya Jokowi Kibarkan Bendera Putih
Perkembangan pandemi saat ini benar-benar genting. Rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta dan sejumlah kota besar lain sejatinya sudah kolaps. #Editorial#korantempodigital#KoranTempo
Mau tau nggak?
Ini menteri yg mencabut status pohon kayu ulin bukan lagi masuk dalam daftar dilindungi. Gue duga biar mudah kalo mau buka lahan sawit...
Malah pake baju adat dayak... Gak malu apa... 😂😂😂