Saya bukan mau komen perihal isinya...
Tapi, saya dan istri sejak awal menikah punya satu kesepakatan bersama, suasana hati bahagia maupun susah tidak perlu dishare di status.
Soalnya kalau status bahagia, bisa jadi bikin hasad orang lain. Trus kalau statusnya sedih, gak semua orang akan peduli dan bikin suudzan orang lain ke kita.
Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh.
Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah.
Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect.
Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵
#صدر_حديثا
موسوعة دليل الداعية
تأليف
أ د محمد بن عبد العزيز العواجي
حفظه الله تعالى
#سطور_للبحث_العلمي
للطلب من متجر سطور البحث العلمي
https://t.co/wEVCb8kIdb
IGD itu tempat nyata bahwa banyak hal-hal Gawat dan Darurat di kehidupan, terjadi secara mendadak.
Kecelakaan lalu lintas, tergelincir, tersayat, tertusuk, terbakar dan semua kejadian tidak diinginkan yang hanya sepersekian detik.
Bukti bahwa Hidup memang bukan jalan lurus sejak dulu sampai kapanpun.
Keadaan berubah, timing berubah, tekanan berubah. Dan kadang itu hasil dari kita sendiri yang bikin salah. Kita ambil keputusan yang keliru, kita pilih jalan yang salah.
Atau kita keburu melenceng jauh melaju baru sadar, ini bukan jalan yang seharusnya.
Tapi apakah itu semua membuat perjalananmu selesai? Enggak. Selama nafas masih dikandung badan.
Jangan berhenti.
Tujuanmu tidak hilang cuma karena kamu bikin kesalahan. Mimpimu tidak lenyap cuma karena kamu jatuh di hari yang berat. Kamu sangat boleh punya hari buruk, minggu buruk, bahkan 2025 yang berantakan.
Itu tidak otomatis menghapus arah hidupmu.
Seperti kalau kita nyalain maps di hape. dia langsung arahin kita dengan jalan lain, rute lain, bukan rute yang kita rencanakan.
Iya, mungkin jadi butuh waktu lebih lama. Iya, mungkin jalannya jadi muter, aneh, merepotkan. Tapi tujuan itu masih di tempat yang sama, persis seperti pertama kali kamu tetapkan.
Dan hal pertama untuk bisa memulai lagi adalah jujur soal posisi kita sekarang.
GPS di map cuma bisa bantu kalau kamu mengakui kamu ada di mana. Kamu nyalain lokasimu.
Kamu tidak bisa pura-pura ada di jalur yang dulu lalu berharap rutenya tetap sama ke tujuanmu.
Tapi begitu kita berani bilang, “Oke, ini sudah kejadian, Saya salah, Saya kelewatan, Saya tersesat, ini jelas bukan jalur menuju versi kehidupan yang saya mau,” di situ reroute maps mulai bekerja.
2025 sebentar lagi berakhir.
Banyak dari kita yang sedang tidak berada di jalur menuju tujuan hidup kita masing-masing.
2026 akan datang, ayo teman-teman nyalakan GPSmu, rendahkan hati, berdo'a, memohon rute terbaik, lalu pegang setir kendaraanmu, kembalilah ke jalur yang benar menuju tujuanmu.
Semoga 2026 jadi tahun rute terbaik, rute yang membuat kita lebih dekat pada ridho-Nya, lebih dekat pada tujuan yang kita doakan selama ini. Kehidupan yang lebih sehat, lebih bahagia, lebih sejahtera.
Aamiin.
Dalam islam boleh kok menjadi orang "berprestasi"..
Namun, jangan lupa.. kematian bisa datang kapan saja.
Bukan berarti menyerah dan mengalir seperti air, tapi tetap berencana dan bekerja semaksimal mungkin disertai persiapan menuju hari "akhir"
Fitrah manusia pun, ternyata disuruh hidup di dunia meninggalkan kenyamanan dalam kandungan..
Jadi, jangan heran kalau selalu menemukan ketidak nyamanan dalam perjalanan kehidupan "di dunia"..
Menjadi seorang ayah dan ibu, mungkin mudah bagi sebagian orang..
Namun menjadi seorang
والد atau والدة
Pengasuh, pembimbing atau pemroduksi yg menghasilkan
ولد
Hasil produksi adalah skill yg harus dipelajari, wajib ditunaikan dan akan diperhitungkan kelak di akhirat
Sekelas Rasulullah saja kalau baca Qur'an ada yang menyimak dan membenarkan.
Lah saya, seringkali mencukupkan diri dengan baca sendiri, tanpa rasa bersalah walaupun banyak bacaan salah dan bahkan untuk baca saja masih sering menunda
Itu saya, astaghfirullah
...في رَمَضانَ حِينَ يَلْقاهُ جِبْرِيلُ، وكانَ يَلْقاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِن رَمَضانَ فيُدارِسُهُ القُرْآنَ..
pada bulan Ramadhan saat malaikat Jibril menemui beliau. Ia menemui Rasulullah SAW. setiap malam bulan Ramadhan, lalu ia mengajari Rasulullah SAW. al-Qur'an.
Buat apa belajar ilmu "pranikah", kan sudah nikah?
Pernikahan itu, bukan puncaknya yg dinikmati.
Namun, prosesnya yang justru lebih layak untuk dinikmati. Proses pra maupun pasca.
"Karena konflik itu, tidak terpisahkan dari kehidupan RUMAH TANGGA" Abu bassam
Setiap manusia yang terlahir, hakikatnya dia adalah perantau..
Yaa, merantau ke dunia dan akan pulang menghadap Allah
كن في الدنيا غريب أو عابر السبيل
Arbain ke 40
Kalau dia betah dalam perantauan hingga enggan pulang..
Berarti ia harus mengenal kembali lebih dalam ilmu Rantau
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.
Bawa bekal harus tahu aturannya, krn kalau kelebihan bisa terbuang sia-sia 🥲
Sedangkan, "rekreasi" lebih ke arah fisik. sehingga, lebih membutuhkan hiburan yang sifatnya juga hal fisik.. tentunya lebih butuh biaya.
Walaupun, ada hiburan tanpa biaya🙂
@zuhair_najm Wahh iki, tcakep sekalii🔥 kelass tadz zuu..
Hiling = keluar dari rutinitas
Jalan² = jihad atau tadabbur alam
Hiling dengan jalan² = .....
Semoga adanya hiling dan jalan² selalu dalam keridhaan Allah bukan krn kemurkaan Allah.🤲
Tiba² kepikiran gmn cara "hiling" para pejuang dakwah zaman Rasul?
Kalau zaman sekarang sebatas yg terlihat:
Belajar - dakwah - cari uang - hiling - kembali ke awal
Hiling, seakan terlepas dari esensi dakwah dan wajib dilakukan. Yang menurut pribadi seharusnya bisa melebur.
@zuhair_najm Nah, hiling e malah sepaket karo ibadah.. sing murni hiling tanpa embel-embel ibadah Sunnah maksudku..
lha aku nek hiling sepaket mempersingkat ibadah + menunda ibadah (biasa zikir pagi-sore atau murojaah mergo lagi hiling ditunda dulu)
Perbedaan kisah hidup kita dengan para nabi adalah momentumnya..
Para nabi:
Yg jadi arsip dan diceritakan adalah momentum perjuangan.
Sedangkan kita?
Saking sedikitnya atau bahkan, tidak ada momentum perjuangan untuk Agama ini😭