Sebagai anak yg mondok selama 6 tahun, menghafal 30 juz al Quran dan masuk FK UNS jalur undangan, sekarang sudah lulus dan otw penempatan, aku ingin bilang: “Segala puji bagi Allah ta’ala yg menjadikan al Qur’an syafaat bagi kami di dunia, dan semoga kelak di akhirat”😇
Bodo amat dari a) sampai z):
a) "Pak, Saya kesulitan bayar UKT, ada keringanan biar bisa cicil?". Bodo amat, tuh ada pinjol, cicil sana.
b) "Pak, Saya sakit, dirawat sampai 3 bulan, saya kelewat UTS dan UAS.". Bodo amat, semester depan ngulang, kalau gak beres nanti kuliah molor juga bodo amat.
c) "Pak, Bapak saya meninggal, saya gak konsentrasi kuliah, gak bisa mikir." Bodo amat, batas waktu kuliah tetap 6 tahun, cuti aja sana.
d) "Pak, saya udah belajar keras, tapi mata kuliah ini tetep ngulang terus." Bodo amat, batas waktunya tetep 6 tahun, ngulang laginya di universitas terbuka ya.
e) "Pak, ibu saya sakit, saya mau mendampingi sampai sembuh, atau seenggaknya sampai beliau pergi kalau memang gak bisa sembuh." Bodo amat, cuti aja sana, nanti UKT semester tambahan tetep bayar penuh.
f) "Pak, saya resign mau ngerawat anak dulu, nanti kalau udah gedean saya balik." Bodo amat, batas usia lu udah ngelebihin standar, ngapain balik lagi.
g) "Pak, saya kesusahan ngerjain skripsi. Agak lama prosesnya gak apa ya?" Bodo amat, umur lu udah 25 tahun lebih, CV lu langsung masuk shredder.
h) "Pak, saya udah putus asa. Saya konseling dan terapi biar gak s-word" Bodo amat, nanti kalau lu udah selesai terapi, umur lu udah lewat masa karir.
i) "Pak, saya mau masuk PTN tapi gak punya duit, mau kerja dulu." Bodo amat, kesempatan udah gue kasih tiga kali.
j) "Pak, saya patah hati, abis putus, gak konsen ngapa-ngapain buat kuliah." Bodo amat, ngulang aja sana semester depan.
k) "Pak, saya mau minta keringanan UKT, ortu saya PNS golongan paling rendah." Bodo amat, ortu lu kan PNS? Nih UKT paling tinggi.
l) "Pak, saya mau kuliah spesialis, tapi uangnya baru kekumpul di umur 38 nih. Saya susah payah abis jadi dokter umum nyambi sana sini" Bodo amat, lu kan udah lebih dari 35 tahun.
m) "Pak, saya mau kuliah S2 di luar negeri, mau ambil LPDP tapi buat IELTS, GRE, sama daftar univ, tabungan saya baru kekumpul di umur 36" Bodo amat, lu kan udah lebih dari 35 tahun.
n) "Pak, saya udah beres S3 nih, mau jadi dosen, kok gajinya bisa di bawah UMR?" Bodo amat, kan sistemnya emang gitu, gak bisa diapa-apain, gak suka gak usah.
o) "Pak, saya udah kuliah pendidikan, mau jadi guru, kok gajinya seenaknya gini?" Bodo amat, kan emang pengabdian, sistemnya udah gitu.
p) "Pak, di negara sebelah ada pandemik, udah ratusan ribu orang jadi korban." Bodo amat, entar juga sembuh sendiri.
q) "Pak, kok harga beras naiknya tinggi amat?" Bodo amat, entar kita kasih bansos isinya beras.
r) "Pak, saya mau tugas belajar, ini tugas profesional institusi kan? Kok duit pribadi semua yang dikeluarin?" Bodo amat, gak ada uang pribadi gak usah tugas belajar.
s) "Pak, ini hibah riset emang gak boleh ada komponen gaji? Saya ngegaji asisten peneliti saya gimana?" Bodo amat, gak ada uang pribadi buat ngegaji? Gak usah ajuin hibah.
t) "Pak, kok skripsi saya tiba-tiba muncul di SINTA dan dosbing saya penulis pertama?" Bodo amat, sistemnya bikin dosen elu gitu, gak suka? gak usah ikut sistem.
u) "Pak, ini emang segala tes TPA, TOEFL, sama pelatihan PEKERTI buat serdos ini pake uang pribadi?" Bodo amat, gak punya uang pribadi gak usah sertifikasi.
v) "Pak, ini buat nyari kerja kok butuh pengalaman sama nyari pengalaman butuh kerja?" Bodo amat, lu gak ada pengalaman, gak usah kerja di sini.
w) "Pak, ini di pondok pesantren kok bullyingnya sampai bikin anak saya meninggal?" Bodo amat, gak suka gak usah masuk pondok.
x) "Pak, ini gaji guru honorer kok bisa kecil amat? Telat-telat pula" Bodo amat, kan gak ada aturannya di UU guru dan dosen.
y) "Pak, ini uang saya akhirnya terkumpul, jadi bisa tes ke PTN setelah 4 tahun kerja." Bodo amat, kan lu udah kelewat 3 tahun tes.
z) "Pak, saya mau jadi wakil presiden tapi umur belum 40 tahun." Oh, iya nanti gugatan mahasiswa FH random yang itu ke MK kita kabulkan. Bodo amat.
Yang krusial buat negara:
- Pendidikan,
- Kesehatan,
- Pangan.
Yang pendapatannya paling murah:
- Guru, dosen, dan tendik lainnya,
- Dokter, perawat, bidan, dan nakes lainnya,
- Petani, peternak, dan tenaga pangan lainnya.
TIDAK SEMUA REKAMAN FOTO/VIDEO (KECURANGAN PEMILU) DAPAT DIJADIKAN BUKTI DI PENGADILAN
Sepengalaman saya berperkara di pengadilan (Mahkamah Konstitusi dan atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) sejak tahun 2009-2019, tidak semua rekaman foto/video dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Pada Pemilu tahun 2019 lalu, banyak beredar foto dan juga video tentang kecurangan. Tapi ketika dibawa ke pengadilan, foto dan video tersebut tidak cukup membuktikan bahwa kecurangan tersebut benar-benar terjadi.
Oleh karenanya, izinkan saya berbagi bagaimana agar foto atau video tersebut dapat dijadikan alat bukti yg sah dan ‘meyakinkan’.
1. Pastikan Anda mengaktifkan fitur GPS pada alat perekam. Dengan diaktifkan, maka exif metadata dalam file foto dan video menjadi lengkap dengan lokasi tempat kejadian perkara. Bagus jika koordinat GPS tersebut dapat ‘tayang’ langsung di rekaman foto atau video tersebut. Jika tidak, tergugat bisa berkelit bahwa itu foto/video kecurangan yg terjadi bukan di tempat yg dimaksud dalam gugatan.
2. Pastikan foto dan video Anda memuat informasi 5W1H (who, what, when, where, why, dan how). Jika itu direkam dengan foto, maka buat beberapa foto yg memang mewakili 5W1H-nya itu. Jika video, maka buat narasinya sambil Anda merekam kejadian tersebut di tempat kejadian perkara.
Contoh: “Saya (sebutkan nama sesuai identitas diri), warga masyarakat (jika Anda warga biasa), atau saksi dari partai (sebutkan partainya), pada hari ini (sebutkan nama hari), tanggal (sebutkan lengkap tanggal bulan dan tahun) pada jam (sebutkan waktu Anda merekam video tersebut) di TPS 01 (misalnya) RT 01 (misalnya) Kelurahan Satu Nusa (misalnya) Kecamatan Satu Bangsa (misalnya) Kabupaten Satu Bahasa (misalnya) melihat, menemukan kecurangan sebagaimana rekaman (sebutkan detail kecurangan), yg dilakukan oleh terduga (sebutkan siapa pelaku kecurangan tersebut), sehingga mengakibatkan (sebutkan dampak dari kecurangan tersebut).
Jika foto dan video saja tanpa hal-hal yg tertera di atas, dapat dipastikan bahwa foto/video tersebut tidak bisa menjadi alat bukti di pengadilan (CMIIW). Atau jika pun bisa, maka statusnya lemah.
Foto/video tanpa kelengkapan hal di atas mungkin bisa viral. Tapi percuma. Tidak akan ada konsekuensi hukumnya. Dan kalau cuma buat viral, untuk apa? Terduga pelaku dan atau pihak-pihak di belakangnya yg viral tersebut bisa memproduksi hal yg lebih viral lagi untuk menutupinya.
Demikian singkat dan semoga bermanfaat.
Ijin tag Gus @ainunnajib dengan program @KawalPemilu_org -nya.
Fraksi PKS DPR RI Dukung Aksi Walkout Menlu Retno Menentang Israel di DK PBB
Oposisi tidak selamanya Berbeda, Sikap Pemerintah Yang Baik Akan Didukung Penuh 🫡✊
[ Utas ]
UU HKPD yang di dalamnya mengatur soal pajak hiburan itu diusulkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Ini harus dipahami oleh publik, sampaikan fakta kepada publik‼️ Jangan dibolak-balik‼️
Fraksi PKS sudah sejak awal menolak UU HKPD‼️
Ayo teman2 share di media sosial sebelum pemerintah blokir hasil survei, buruan sebarkan 👍⭐👍 *LEMBAGA SURVEY YANG SEHAT DAN WARAS...TIDAK AKAN BOHONG...BEDA DENGAN MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BAYAR...*
#CoblosNO1#AMIN
Makassar adalah tempat lahir para pejuang perubahan. Dan kami bersyukur bisa berkunjung lagi ke sini, bersujud, dan berwudu’ dengan air Makassar.
Selepas sholat, kami melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Insya Allah, keberkahan untuk memperjuangkan perubahan bagi negeri kita tercinta dapat terwujud…Boleh diaminkan?
#AMINAjaDulu #EkspedisiAMIN #Makassar
Harusnya kita malu dengan saudara-saudara kita yang ada di Papua.
Karena meski mereka jauh dari pusat Ibu Kota Negara yang unggul dalam beragam infrastruktur, tapi mereka mampu memahami dan menghargai regenerasi kepemimpinan secara demokratis berdasarkan meritokrasi.
Sedang kita yang berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini justru masih banyak yang terjebak dalam regenerasi gaya kepemimpinan otokratis yang dibangun berlandaskan neo feodalistik.
Sidang kode etikDKPP, menurut saksi ahli KPU melanggar kode etik krn menerima berkas Gibran (batas akhir25 okt) & memverifiksinya (batas akhir31 Okt) msh menggunakan peraturan KPU lama (minimal 40 thn). Sementara Peraturan barunya di_undangkan br tgl 3 November. #SidangEtikDKPP
Mohon perhatian, berbagai macam lubang coblosan yang dianggap sah. Soalnya kita gak tahu seberapa semangatnya seseorang ketika nyoblos.
#PilihPKSaja#PKSmenangAMIN#CoblosPKS#PKS