Indonesia nih ekonominya aneh, iya gw bisa kuliah tapi gw gak akan bisa ngeluar uang gw buat apa-apa selain makan sebulan (itupun 70% makan mie). Adek gw sekolah tapi bayar listrik dan air jadi susah. Rumah banyak yang rusak tapi gak bisa di perbaiki karena nanti gak makan—
Makanya gosah lebayy!
Kena tampol halus gini ga malu apa?
Bahkan mencintai pasangan sendiri berlebihan sj ga dianjurkan kok..
Pake mencintai presiden, menangisi presiden
Noh lihat rakyat Indonesia, keadaan negara ini.
Tangisin!!
Lagian berani2 mencintai presiden.. ga takut buna? 🤪
Mas Media Wahyudi nih emang 👍🏻
Selalu bisa ngontrol emosi, tone, intonasi..
Tp sll nusuk smp ke ulu hati.
“THE CIRCUS CONTINUES” WAKKAKA.
INDONESIA DI MATA INTERNASIONAL KEKNYA UDAH JADI BAHAN LAWAKAN YA🤣🤣
Lama ga buka LinkedIn malah nemu kaya gini. Martyn Terpilowski yg perna bicara kenapa banyak investor kabur dari Indonesia dan kena palak waktu usaha di Indonesia bilang kalo:
- Indo udh ga peduli lagi apa kata investor internasiona.
- menyoroti asisten komedian yang dapat posisi serupa (komisaris)
-Indo dianggap tidak niat menjalankan ekonomi secara serius.
WOKK TOLONGIN WOKKK😭😭😭
Unpopular opinion … orang miskin itu bukan hanya miskin harta tapi juga miskin attitude. SDM rendah yang suka hidup jorok, mental pemalas dan mental preman yang sangat kental sekali. Teruntuk para warga Surabaya dan sekitarnya, PERHATIKAN BAIK-BAIK dan TANDAI KETIGA PEREMPUAN LAKNAT INI, jangan beri mereka tempat untuk ngekos atau ngontrak. Dan juga sangat disayangkan mediasi dari Cak Ji justru merugikan pihak pemilik sah rumah tersebut.
saya mendukung pernyataan ini,
dan untuk membuatnya bukan sekadar omong kosong, boleh kiranya pamentri menuntut hukuman mati bagi kyai atau unsur pondok yg melakukan kekerasan seksual.
mereka tak takut apa2, selain mati sebelum tobat.
dari semua cobaan yang aku lihat di orang lain:
1. nikah tapi tiap hari kena KDRT.
2. nikah tapi malah diselingkuhin.
3. nikah tapi kebutuhan hidup nggak dicukupin.
4. nikah tapi semuanya harus ngurus sendiri.
5. nikah, punya anak, tapi tiap bulan pusing mikirin uang.
6. Usia sudah matang, belum menikah, tapi hidupnya tenang, emosinya stabil, dan finansialnya juga terjaga.
lucunya, dari semua itu justru nomor 6 yang paling sering ditanyain, disuruh buru-buru nikah, bahkan dikasihani.
kenapa ya?
alasan ibu ini kenapa gk balik indo walau udah cerai:
- Nafkah terjamin, pemerintah Austria pasti transfer nafkah tiap bulan pasca-cerai.
- Tunjangan anak sekitar €200/bulan buat kebutuhan anak.
- Sekolah & kesehatan gratis sampai kuliah S3, ijazah diakui internasional.
- Work-life balance, cuma kerja 15 jam/minggu, cukup buat hidup, sisanya buat anak & hobi.
- ada tunjangan pengangguran & pensiun seumur hidup.
- sebagai single mom ga jadi bahan gosip, masyarakat ga menghakimi.
Aku pernah modalin petani buat tanam jagung. Sistemnya sederhana, modal balik dulu, terus keuntungannya dibagi.
Pas panen, malah didatangi ormas yang minta upeti. Ujung-ujungnya modal gue nggak balik.
Musim tanam berikutnya gue coba lapor ke aparat setempat buat jaga-jaga. Eh, malah diminta uang keamanan. Sama aja, sama-sama nyusahin.
Bukti kegagalan negara adalah membiarkan masyarakat publik membiayai infrastruktur dari uangnya sendiri, bukan dari uang pajak mereka.
Bencana banjirnya terjadi berbulan-bulan lalu, tapi perbaikannya gak kunjung tiba. Ya Allah 😭
Anak umur 5 tahun, minta gendong. "Nanti ya, Papa capek."
Umur 6, minta main lego. "Besok ya."
Umur 7, minta diajarin sepeda. "Weekend ya."
Umur 8, gak minta apa-apa lagi.
Dan dia LEGA.
"Wah, anak aku udah mandiri."
Gak, Pak. Dia gak mandiri. Dia CAPEK DITOLAK.
Dan anak yg berhenti minta, itu bukan anak yg cukup.
Itu anak yg udah MENYERAH.
💚 setelah liat berita warga aceh patungan bikin jembatan, kayaknya prabowo cukup 1 periode aja deh jadi presiden, udah cukup kayaknya. makin kesini ngerasa makin sengsara :')
DIJANJIKAN GAJI 1,4 JUTA YANG CAIR CUMA 76 RIBU!
KOPDES DI BOJONEGORO PILIH TUTUP!
***
Para pekerja yang awalnya diiming-imingi gaji sebesar Rp 1,4 juta per bulan, pada praktiknya hanya menerima nominal yang sangat minim, bahkan ada yang hanya mengantongi Rp 76 ribu.