Sungguh-sungguh tak pernah sebercanda caramu menyeleksi.
"Menempa, pun memberi pendamping bagai lawanku bersaing"
Sedangnya di tengah-tengah merasa.
Kiat menujumu sebenarnya untuk apa, menuju patah yang baru kah?
Tiap-tiap manusia tidak dengan sengaja merasa; bahwa tak ada satupun orang yang benar-benar mampu menerka atau menampakkan wujud asli. Tanpa terkecuali, diri mereka sendiri.
Extrovert merasa,
bahwa hidup adalah siasat, dan kiat terbaik tersusun; dan lahir dalam diam. Maka dengan tidak banyak bicara, mereka tengah minta untuk di teliti.
Tiap-tiap kejadian setelahnya
membuat mereka takut hidup di tertawakan.
kali ini benar-benar senista budak yang dipaksa mencium telapak kaki raja.
Aku menyebut kelagak ini sebagai berjuang, berjuang untuk kemudian dikalahkan kembali.
Apa yang menjadi bagian tergelap dalam sebuah asa?
Tak sengaja mengingat, seseorang yang dahulu cukup merisihkan beberapa hari dalam hidupnya tengah berada di titik paling terikat dalam tak acuh.
-Hari ini minta di perjuangkan.
-Besoknya memerintah saya untuk mulai merelakan.
-Saya mundur di marahi.
Ini otakmu yang rasanya kurang gizi, bukan karena saya yang tidak peka.
#twitterreceh
Terima kasih telah memilah makna dari batasan-batasan berpisah.
Seperti halnya yang pernah kau katakan.
Yang kalah hanya perasaan, keakraban tetap harus menang.
Jika dengan sopan kau masih diperlakukan picik, coba mampir menjadi bajingan sebentar. Lihat, tabiat mana yang sebenarnya mampu meninggikanmu. Kaum yang menghargai atau bangsa bengis yang mementingkan diri sendiri.
-mhmmdsyhrzl
@briankhrisna Jadi tolong, bantu aku dalam mengusir ragu bahwasanya memang, kau yang tidak pernah ingin bersamaku. Jujur saja tidak masalah, untuk apa menjaga perasaan kalau sedari awal untuk memilikimu saja, sedikitpun aku tak pernah menang.