ya Allah ini jahat banget
anak SMP mukul kepala temennya pake palu sampe pecah trus bangga banget ngechat ke temannya yang lain.
orang tua pelaku playing victim katanya miskin gak bisa bantu pengobatan.
pelaku tau gak akan ditangkep karna di bawah umur, korbannya gak cuma satu.
lokasi : singkawang
Ilusi Media Sosial dalam Hubungan
- Wanita sering merasa tidak puas bukan karena pasangannya kurang, tapi karena "layar" mereka penuh dengan standar palsu hasil produksi konten.
- Setiap kali dia membuka aplikasi, definisi "cukup" di kepalanya terus meningkat mengikuti algoritma.
- Algoritma butuh rasa iri agar pengguna terus men-scroll. Akhirnya, pasangan di dunia nyata yang harus membayar harganya dengan rasa lelah dan kecewa.
- Banyak hubungan kandas (Ghosting, HTS) hanya karena ekspektasi yang diracuni oleh standar estetik yang tidak realistis.
Di monas malah ga ada mengheningkan cipta untuk 16 buruh perempuan ini. Malah dangdutan bareng prabowo yg buka-buka baju.
Aku yg bukan keluarga aja sakit hati. Harusnya masih masa berkabung, penuh duka. Mereka yg jadi korban itu juga buruh, mereka juga pekerja. Astagaaa
Gue punya temen, sebut aja namanya agnes.
Dia ini dari kecil hidupnya cukup banget
bahkan bisa dibilang berkecukupan.
Dari kecil:
-Gak pernah pegang dapur
-Masak paling jauh cuma Indomie sama telur
-Makanan selalu tersedia
-SD, SMP, SMA dia juga tinggal di asrama, dan
semuanya sudah disiapin:
-Makan tinggal makan
-Gak pernah mikir soal dapur sama sekali
Singkat cerita, Amira ini akhirnya nikah.
Suaminya juga:
Kerja di perusahaan swasta
Gaji oke
Udah mapan (rumah, mobil, motor ada)
Jadi secara finansial?
Aman banget.
Suatu hari dia cerita ke gue:
Gue dulu gak bisa masak sama sekali…
tapi pas nikah, gue baru sadar satu hal.
Biaya makan itu GILA.
Dia hitung:
Sekali makan berdua bisa Rp200–300 ribu
Kalau hemat: Nasi padang 20 ribu → berdua jadi 40–50 ribu
Dalam sebulan:
Bisa habis 3–4 juta cuma buat makan doang.
Dan itu belum lifestyle lain.
Akhirnya dia kepikiran:
Emang lebih murah masak di rumah gak sih?
Dan dari situ…
dia mulai belajar masak.
Awalnya?
Masakan keasinan
Kadang hambar
Kadang gagal total
Tapi yang keren:
Suaminya support banget.
Gak ngejudge, gak komplain berlebihan
Malah ikut nemenin prosesnya
walau sering ujung2nya go food juga
karna keasinan atau hambar
Setelah jalan beberapa waktu, dia sadar:
Masak itu privilege.
Bukan karena:
Harus
Atau tuntutan
Tapi karena:
Bisa hemat besar banget.
Perbandingan:
Makan luar: 3–4 juta/bulan
Masak sendiri: bisa 1–2 juta/bulan
Selisihnya bisa 1–2 juta tiap bulan.
Dan ini yang paling menarik:
Mereka bukan hemat karena gak mampu
Tapi karena mereka pintar ngatur uang
Hasilnya:
Bisa liburan ke luar negeri
Bisa ngejar wishlist lain
Entah itu ketempat yang mereka pengen
Atau tempat2 yang lagi viral
Finansial lebih longgar
Dia bilang ke gw
kalo elu nikah ntar usahain dehh
elu atau istri lu bisa masak
itu asli sebuah lifehack
Ini bukan soal:
Cewek harus bisa masak
Cowo juga di tekenin kalo bisa
Tapi soal:
Partnership dalam rumah tangga
Karena:
Mereka belajar bareng
Mereka bangun kebiasaan bareng
Mereka nikmatin prosesnya bareng
Gak bisa masak itu bukan masalah
Tapi gak mau belajar + boros = masalah
Dan yang sering orang gak sadar:
Skill sederhana kayak masak bisa jadi leverage finansial.
Do you know that the average single man can go months or even years without non-sexual physical touch. No hugs. No hand-holding. No comforting pat on the back?
The only time many men experience gentle touch is from a barber or a paid sex worker.
This condition is called 'Skin Hunger,' and it leads to severe depression and anxiety. Society has labeled male touch as 'predatory' or 'creepy,' so men have learned to starve themselves of human contact just to make women feel comfortable. They are dying of loneliness in a crowded room.
masih bingung kenapa banyak laki-laki gamau melawan patriarki, bayangin: ngedate ga perlu keluar uang sendirian, nikah juga, bisa nangis tanpa dikatain "laki kok nangis", ngga harus selalu jd inisiator, bisa dapet princess treatment kaya dibeliin bunga, coklat, dan gift lainnya