@jllmisai Sebagai lelaki bkn sekadar jd provider dari segi kewangan. Ilmu agama kena mantap secara auto tggungjawab tu mncul. Kalau masih hidup main ML bersulamkan hisap pod..jgn mengada nak kawen. Yg perempuan pon sama kalau masih trkinja main socmed. Upgrade diri dlu bru kawen.
A year ago, Vozinha was playing in Cheras. He even conceded that night. Last night, clean sheet against the mighty Spain.
You never know what’s gonna happen in 365 days. A timely reminder to keep going at it ✊🏽
Ingatlah bahwa pria ini baru merasakan sepak bola profesional penuh di usia 25 tahun, sebuah usia ketika banyak bintang2 Eropa sudah meraih belasan trofi.
Ada rasa tidak percaya bahwa anak laki2 yg dulu dibesarkan oleh neneknya itu, kini, seminggu setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-40, berhasil berdiri tegak menjaga gawangnya tak kebobolan di panggung termegah di dunia, melawan salah satu tim terhebat di dunia.
Matanya yg memerah berkaca2 seakan menceritakan ribuan malam sepi di klub2 pengembaraannya mulai dari Angola, Siprus, hingga Moldova.
Lalu semuanya bermuara pd malam yg sangat magis ini.
Gurat2 di wajahnya, tatapan matanya yg kosong namun sarat makna, menunjukkan kelelahan fisik ekstrem setelah bertempur habis2an. Ia seorang pria dewasa, namun ia tak menyembunyikan kerapuhannya.
Foto yg luar biasa..
Cara nyembuhin otak yang kecanduan dopamin
1. Hapus tiktok
2. Makan tanpa liat HP
3. Stop dengerin lagu2 melow
4. Dengerin musik slofegio
5. Stop doom scrolling
6. Keluar ketemu orang
7. Jogging/jalan tanpa HP
8. Latihan pernapasan 5 menit
9. Berdamai sama rasa bosan
10. Belajar skill/ilmu baru
11. Nongkrong sama yang pinter
12. Sukai ketidaknyamanan
13. Baca buku
Kalau kau selalu rasa down, rasa hidup kau susah, sesak, banyak ujian,
Kau buka Fb, join group ni.
Kau tengok ramai mana org yg ujian mereka jauh lebih padu dari kau, dan mereka tetap tabah.
Mereka fighter.
Kau akan rasa malu kalau kau tak jadi fighter sepertimana mereka.
Seorang ibu lagi ngomel karna disampingnya ada cowok 14 tahun berdiri santai sambil nyedot jempol seperti anak tolol yang tidak tahu apa-apa.
Sementara dua gadis di bawah usia 15 tahun sudah dihamili olehnya.
Bukan cuma satu, dua sekaligus.
Kenapa ini bisa terjadi?
Di usia 14 tahun, otak remaja (khususnya bagian prefrontal cortex) belum matang sempurna.
Kontrol impuls, pemahaman konsekuensi jangka panjang, dan kemampuan mengantisipasi risiko masih sangat lemah.
Hormon lagi naik-turun, ditambah paparan pornografi gratis di HP sejak usia dini, pengaruh teman sebaya, dan minimnya pengawasan orang tua.
Hasilnya “Main papa mama-an” berujung dua kehamilan. Bukan karena dia “jahat” atau “sengaja”, tapi karena sistem di sekitarnya gagal total mencegah ini terjadi.
Orang tuanya hampir pasti gagal memberikan edukasi seks yang benar, pengawasan, dan batasan.
Banyak kasus seperti ini terjadi di keluarga yang sibuk kerja, miskin, atau memang nggak pernah ngomongin soal seks sama anak karena tabu.
Anak dibiarkan “belajar sendiri” lewat HP dan lingkungan.
Si cowok itu juga korban sekaligus pelaku. Secara hukum di banyak tempat dia bisa kena kasus, tapi secara perkembangan dia masih anak.
Tanggung jawab sebagai “ayah” di usia segitu hampir mustahil.
Tapi konsekuensinya tetap nyata: mungkin harus putus sekolah, kerja kasar seumur hidup, atau bahkan masuk penjara tergantung hukum setempat.
Dan ini yang mengerikan sebagai pesan ke semua orang tua & masyarakat:
Kalau anak 14 tahun sudah bisa “berhasil” bikin dua gadis hamil sekaligus, artinya paparan seksual terlalu dini sudah jadi hal biasa di lingkungan itu.
Bukan cuma di Meksiko. Di banyak negara berkembang (termasuk Indonesia), kasus kehamilan remaja masih tinggi karena kombinasi yang sama:
> Kurangnya pendidikan seks komprehensif di sekolah
> Orang tua yang tabu ngomongin seks
> Akses internet tanpa filter
> Kemiskinan yang bikin anak “dewasa” lebih cepat
Bayangin dampaknya: dua bayi baru lahir dari ibu yang masih anak-anak. Siapa yang akan mengasuh mereka? Siapa yang biayai? Siapa yang kasih pendidikan layak?
Satu kasus kecil di satu desa rural ini bisa mewakili ribuan kasus serupa yang nggak viral.
Anak-anak ini bukan cuma “bermain-main”. Mereka adalah cerminan dari seberapa gagalnya kita sebagai orang dewasa melindungi, mendidik, dan membimbing generasi berikutnya.
Siapa yang paling harus bertanggung jawab menurutmu?
EL DOLOROSO SACRIFICIO DE KIM SEUNG-GYU 💔🇰🇷
Mientras brilla en el Mundial con Corea del Sur, el experimentado portero Kim Seung-gyu está viviendo uno de los momentos más difíciles de su vida lejos de la cancha.
A sus 35 años y disputando su cuarta Copa del Mundo, el guardameta tuvo que dejar a su esposa, Kim Jin-kyung, a pocos días de dar a luz para concentrarse con la selección surcoreana. Su hija nació hace apenas unos días y él solo pudo conocerla a través de una videollamada.
“Me siento muy culpable con mi esposa y con mi hija. Por eso quiero conseguir un buen resultado en este Mundial y volver a Corea con un gran regalo para ellas”, confesó emocionado.
Y cumplió. En el debut ante República Checa, Kim fue la gran figura del partido con atajadas decisivas en los minutos finales que aseguraron la victoria 2-1 para Corea del Sur.
Una historia de sacrificio, amor y compromiso que nos recuerda todo lo que algunos futbolistas dejan atrás para representar a su país 🥹❤️
@farhanzahari@ridhwanroslim Nak keluar tak boleh. Sebab mai naik bas universiti. Cilakak betol. Nasib aku tak gi tempat event pakai rantai dengan seluar pendek. Mau kena saman on the spot hurm
@farhanzahari@ridhwanroslim Aku pernah kena scam zmn duk kt kelantan dulu. Member aku ajak konon ade bike show, boleh naik tangkap gambar naik motor besar siap ada helikopter bawak sultan kelantan. Sampai2 tmpat event, kne tukar baju t-shirt hijau tulis program ukhuwah pemuda pas, dah kena auto jd urusetia
🚨| BREAKING: Speed just met Zlatan Ibrahimović and Thierry Henry and immediately got roasted by Zlatan for wearing a Nigerian shirt with a USA jersey 😭😭😭