Badan terasa gemetar saat sedang adu argumen, atau bahkan marah, dengan orang lain adalah reaksi yang normal, BUKAN pertanda takut atau lemah.
Ini mirip seperti kondisi kalian saat sedang tegang saat mau maju presentasi atau sedang dikejar oleh anjing.
Kondisi ini terjadi karena tubuh mengaktifkan respons fight-or-flight melalui sistem saraf simpatis sebagai respons terhadap stress emosional yang dirasakan sebagai ancaman. Selain itu kondisi ini juga bisa terjadi saat kita sedang marah.
Jadi ketika otak mendeteksi ada situasi mengancam, termasuk konflik atau argumen, maka hipotalamus akan memicu pelepasan hormon katekolamin dari kelenjar adrenal yang akan menyebabkan respon tubuh yang unik antara lain:
-Peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
-Aliran darah lebih banyak ke otot
-Otot yang siap untuk aksi fisik
Jika energi dari reaksi simpatis tersebut tidak langsung digunakan maka otot bisa mengalami kontraksi mikro yang tidak disengaja, sehingga muncul tremor yang terlihat. Hal tersebut juga diperkuat oleh rangsangan dari saraf simpatis pada ujung saraf, sehingga gemetar semakin terlihat.
Semoga bermanfaat.
Sumber:
-Garfinkel, 2015. Anger in brain and body: the neural and physiological correlates of anger
kayak bangsa lemah aja. lagi krisis ekonomi kok solusinya presiden dan menteri potong gaji 50%.
contoh tuh bangsa yang kuat. kalau lagi krisis ekonomi solusinya ya nambah kementerian, nambah program, naikin gaji dan tunjangan pejabat, sering-sering ke luar negeri. apa lagi?
Di sejarah kita, ada sosok pinternya kayak GROK, open-minded, dan punya value tinggi yang akhirnya milih mundur yaitu Mohammad Hatta.
Di tahun 1956, Bung Hatta milih mundur dari jabatan Wakil Presiden. Kenapa? Karena dia ngerasa arah politik saat itu udah mulai nggak sehat, idealisme dikompromikan, dan orang-orang di sekitar kekuasaan mulai jadi yes-men (puppet) yang cuma manggut-manggut demi jabatan.
dan yahh dari dulu sistem politik kita emang kurang ramah buat orang-orang yang terlalu idealis dan menolak disetir.
Kalian tahu gak kalau kanker usus besar itu sekarang mulai banyak ditemukan pada usia muda?
Dulu kanker usus besar itu dianggap penyakit orang tua, karena mayoritas muncul di atas usia 50 tahun. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa kejadian kanker usus besar itu mulai meningkat trendnya di orang-orang berusia di bawah 50 tahun.
Bahkan proyeksinya pada tahun 2030, diperkirakan 11% ๐ธ๐ฎ๐ป๐ธ๐ฒ๐ฟ ๐ธ๐ผ๐น๐ผ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป 23% ๐ธ๐ฎ๐ป๐ธ๐ฒ๐ฟ ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐๐๐บ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐ต ๐๐๐ถ๐ฎ 50 ๐๐ฎ๐ต๐๐ป.
Sekitar 30% kasus kanker usus besar di usia muda memang berasosiasi dengan adanya mutasi genetik, dan 20% punya riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
Tapi yang mengkhawatirkan adalah 50% sisanya tidak punya faktor genetik maupun riwayat keluarga sama sekali. Ini artinya ada faktor lain yang kita belum sepenuhnya pahami, dan faktor itu kemungkinan besar adalah gaya hidup.
Obesitas, sindrom metabolik, serta kurang aktivitas fisik semuanya disebut sebagai kontributor yang mungkin berperan pada terjadinya kanker usus besar.
Kanker usus besar seringkali dianggap enteng dan tidak diperiksakan. Kebanyakan gejalanya dianggap sepele oleh orang-orang misalnya diare, sembelit, nyeri perut, atau BAB berdarah. Seringkali gejalanya dikira ambeien, dikira stres, atau bahkan hanya sekadar dikira salah makan.
Kalau lo atau orang-orang sekitar lo, berapa pun usianya, punya gejala-gejala di atas yang berlangsung lebih dari beberapa minggu, ๐ง๐ข๐๐ข๐ก๐ ๐๐๐ก๐๐๐ง ๐ท๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป.
Segera berobat dan dievaluasi ke dokter. Karena awal kanker kolon itu didiagnosis, maka semakin besar juga peluangnya untuk sembuh.
Semoga bermanfaat ๐
Sumber:
The rise in early-onset colorectal cancer: now a global issue.