@SBYudhoyono Bagaimana pandangan bapak @SBYudhoyono tentang Megawati yg bermain voli di Korea karena secara tdk langsung meningkatkan minat atau perhatian terhadap olahraga voli di Indonesia termasuk saya juga. Terimakasih atas perhatian bapak terhadap olahraga voli di Indonesia
Lima tahun terakhir ini, saya sangat aktif dalam olahraga bola voli. Saya juga melibatkan diri dalam pembinaan dan pengembangan bola voli di Tanah Air. Melalui twit ini, saya ingin menyampaikan pandangan dan pengamatan saya agar olahraga bola voli makin berkembang di Indonesia, dan standing Indonesia secara internasional juga terus meningkat.
Dengan tulus saya menilai, lima tahun ini bola voli di Indonesia makin berkembang dengan prestasi yang makin baik. Standing Timnas Indonesia baik di tingkat ASEAN maupun Asia juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di Tanah Air bermunculan atlet-atlet bola voli yang makin berkualitas. Sementara itu, animo masyarakat terhadap berbagai turnamen bola voli juga makin besar. Ini tentu menunjukkan tanda-tanda yang baik, dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi kita semua, masyarakat Indonesia.
Prestasi dan kualitas bola voli yang meningkat dengan tajam ini, tentu tidak terlepas dari upaya gigih PBVSI yang mendapatkan amanah untuk meningkatkan perbolavolian kita. Mewakili berbagai kalangan yang mencintai bola voli, saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PBVSI pimpinan Jenderal Imam Sudjarwo. Semoga prestasi baik ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
Sebentar lagi ajang Proliga 2025 akan segera dimulai. Turnamen tingkat puncak ini juga sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Berkaitan dengan itu, saya ingin menyampaikan beberapa hal untuk menjadi catatan dan pertimbangan PBVSI dalam pembinaan dan pengembangan bola voli ke depan. Pandangan ini saya sampaikan melalui media sosial ini sekaligus mewakili berbagai pihak yang sudah menyampaikan kepada saya. Yang saya sampaikan ini sekaligus merupakan hal-hal yang perlu dicarikan solusinya oleh PBVSI, mungkin juga KONI.
Masyarakat sudah senang karena turnamen Livoli Divisi Utama yang tadinya hanya diikuti oleh 8 klub, mulai tahun depan akan ditingkatkan jumlah pesertanya menjadi 12 klub. Kebijakan ini saya pandang sangat tepat, agar atlet-atlet kita punya kesempatan untuk bermain pada panggung yang terhormat. Masyarakat juga akan senang karena bisa menyaksikan atlet-atlet yang diidolakannya. Tetapi, kita patut bersedih karena tim peserta turnamen Proliga, justru jumlahnya makin sedikit (menurun). Kalau tidak ditambah satu tim bentukan PBVSI, praktis hanya tinggal 4 klub yang mengikuti Proliga Tahun 2025 ini. Dalam kaitan ini, PBVSI perlu mencari tahu mengapa penurunan ini terjadi.
PBVSI patut menelaah apakah penurunan ini dikaitkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh tiap klub. Kalau jumlahnya makin besar atau kelewat besar, saya kira klub yang ada sulit untuk membiayainya. Tidak semua klub memiliki kemampuan pembiayaan yang tinggi. Klub-klub yang dibentuk oleh BUMN tertentu, pasti memiliki batas anggaran yang bisa dikeluarkan. Termasuk tentunya LavAni yang pembiayaannya atas dasar sponsorship. Beredar luas pula bahwa salary atau gaji untuk pemain asing juga memiliki peningkatan yang sangat tajam, di luar kemampuan klub-klub yang ada di Tanah Air. Saya menyarankan agar PBVSI memikirkan adanya salary cap atau batas maksimal gaji bagi pemain asing. Gaji pemain asing yang sangat luar biasa besarnya menurut saya tidak tepat dan justru menimbulkan kesenjangan yang makin tinggi dengan gaji atlet lokal yang prestasinya juga tidak selalu kalah dengan atlet asing. Peningkatan gaji atlet asing yang tidak dibatasi ini, patut diduga menyebabkan demotivasi di kalangan klub bola voli di Tanah Air karena merasa tidak mampu lagi untuk bersaing di kancah Proliga. Untuk kita ketahui bersama, kebijakan menetapkan salary cap ini juga lazim diterapkan di negara-negara lain.
Hal lain yang perlu diatur oleh PBVSI, termasuk segi-segi pengawasan, adalah kepatuhan klub bola voli untuk menghormati kontrak antara atlet dengan klub bola voli. Kita semua harus menghormati kontrak tersebut dan jangan sampai pihak tertentu melakukan pemaksaan dan pelanggaran kontrak dengan menggunakan “kekuasaan”.
Saya juga mengikuti dalam Proliga 2025 mendatang ada perubahan kebijakan PBVSI tentang ketentuan penggantian atlet asing dan atlet lokal. Menurut saya, PBVSI perlu menjelaskan alasan dilakukannya perubahan tersebut agar tidak mendatangkan praduga yang tidak baik. Jangan sampai ada pandangan aturan tersebut diubah untuk kepentingan klub-klub tertentu. Ibarat dalam kehidupan bernegara, tentu juga tidak tepat kalau sebuah konstitusi dan undang-undang diubah hanya untuk memenuhi kepentingan orang seorang atau kelompok tertentu.
Hal lain yang juga menjadi sorotan masyarakat adalah besaran hadiah uang tunai yang diterima oleh atlet dan klub yang berprestasi, khususnya dalam turnamen Livoli Divisi Utama tahun 2024 ini. Masyarakat berpendapat besaran hadiahnya sangat kecil untuk diterima oleh atlet-atlet yang berprestasi pada tingkat nasional. Apalagi kalau dibandingkan dengan insentif bagi sebagian atlet asing yang jumlahnya sangat fantastis. Semoga PBVSI berkenan untuk memperbaiki kebijakan ini.
Demikian yang saya sampaikan melalui mimbar ini, agar bola voli Indonesia makin terus meningkat dan berkembang. Secara pribadi, saya akan terus mendukung PBVSI pimpinan Jenderal Imam Sudjarwo agar prestasi yang telah diraih 5 tahun terakhir ini dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan lagi.
Yang meninggalkan tuh bukan Anies, tapi PKS karena pilih gabung dg koalisi Jokowi KIMPlus Plus. Padahal kita tahu bagaimana ia menyiasati aturan hukum demi langgengkan kekuasaan dinastinya. Iya, dg bergabung di koalisi gemuk PKS meninggalkan idealisme yg berpihak pd kepentingan rakyat banyak. Memilih menghamba pd yg sedang berkuasa.
Idealis sejak berdirinya tp belok di akhir. Sayang sekali.
Tolong bantu diramaikan guys 🙏
Seorang ayah meminta keadilan untuk putrinya yang masih dibawah umur tapi dijadikan tersangka, padahal menurut sang ayah putrinya adalah korban..
Mohon atensinya pak @Prabowo@ListyoSigitP 🙏
Setelah kesepakatan damai yg mengada-ada, pemukulan thd driver taksi online kembali dilaporkan ke Polres Jaksel.
Ayo, bisalah kita bantu driver ini dgn cara yang kita bisa. Apalagi kepala negara juga sdh ngasih sinyal, tak ada yang kebal!
Teman2 semua, terkait penetapan Tom Lembong sebagai tersangka.
Saya bersahabat dengan Tom hampir 20 tahun dan mengenalnya sebagai pribadi berintegritas tinggi. Tom selalu prioritaskan kepentingan publik dan ia juga fokus memperjuangkan kelas menengah Indonesia yang terhimpit.
Tom adalah orang yang lurus dan bukan tipe orang yang suka neko-neko. Karena itu selama karier-panjang di dunia usaha dan karier-singkat di pemerintahan ia disegani, baik lingkup domestik maupun internasional.
Kabar ini amat-amat mengejutkan. Walau begitu kami tahu proses hukum tetap harus dihormati. Kami percaya aparat penegak hukum dan peradilan akan menjalankan proses secara transparan dan adil. Kami juga tetap akan memberikan dukungan moral dan dukungan lain yang dimungkinkan untuk Tom.
Tom, jangan berhenti mencintai Indonesia dan rakyatnya, seperti yang telah dijalani dan dibuktikan selama ini. I still have my trust in Tom, dan doa serta dukungan kami tidak akan putus.
Kami ingin negeri ini membuktikan bahwa yang tertulis di Penjelasan UUD 1945 masih valid yaitu, “Negara Indonesia adalah negara berdasarkan hukum (Rechtsstaat), bukan negara berdasarkan kekuasaan belaka (Machtstaat)."
Gak sengaja ketemu Uda @feriamsari
Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kesabaran dan kekuatan kepada Uda untuk terus mengedukasi kami supaya tetap waras. Aamiin 🤲🏻
Yang perlu di catat oleh kang @ridwankamil jangan Bawa -Bawa Nama Pendukung Anies untuk kemenangan kalian, Apa Kurang Banyak Partai Kalian sampai Main Keroyokan untuk menyingkirkan Abah Anies lalu Kalian Se-enaknya Bawa -Bawa Nama Pendukung Anies....
Sepertinya para buzzer udah dapet arahan baru. Mereka minta orang2 juga demo soal UU Perampasan Aset.
Silakan demo, wahai para Buzzer. Kalau kerja jangan nanggung.
Kepada @DPR_RI
Mohon mereka disambut supaya bayarannya tidak diminta balik 🙏🏻
#KawalPutusanMK