Day 26
Kamu tidak perlu menjadi yang terbaik dimata manusia, cukuplah menjadi tulus di hadapan Allah.
Carilah ridha Allah bukan ridha manusia. Seandainya engkau tahu betapa cepatnya manusia melupakanmu setelah kematianmu, maka engkau tidak akan sudi untuk mencari keridhoan seorangpun selain Rabbmu
Dari kemarin siang aku merasa gelisah tapi gak ketemu apa yang digelisahkan.
Tiba² tadi malam selepas isya', ibu telepon. Kami cerita ngalor-ngidul tentang tanaman, film silat dan aktivitas keseharian.
Sesaat sebelum mengakhiri obrolan, tiba² ibu bilang," Picus, gelisah itu biasanya karena ada kekhawatiran atau ketakutan. Itu yang menjadikan semacam penjara bagi diri. Coba dicari penyebabnya.Ibu rasa, kamu itu terlalu mengekang diri karena takut salah. Manusia itu memang tempatnya salah kok takut salah. Ada² saja. Gak usah takut salah, selama memang tidak diniatkan untuk berbuat salah yg melanggar batas dan merugikan orang lain. Udah sana, berjalan lagi. Jangan jongkok terlalu lama tapi nggak ngapa²in. Kalo kelamaan jongkok, ntar pas berdiri malah pusing."
Baru gelisah sebentar saja udah ketahuan. Asemik 😁
suka banget sama kalimat-kalimat ini :
- kalau hidup lagi berat, jangan jadikan orang lain tempat pelampiasan
- kalau ga bahagia sama diri sendiri, jangan iri sama pencapaian orang lain
- kalau belum bisa menghargai, setidaknya jangan merendahkan
- kalau lagi merasa kesepian, jangan jadiin orang lain sebagai pelarian
Gimana ya cara tahu seseorang itu memang orang yang bakal kita nikahi atau bukan? 🥹
Abis nonton penjelasan #ShinMinah di No Prepared, jadi kepikiran : jangan-jangan dari awal kita sebenarnya udah tahu jawabannya, cuma seringkali memilih denial.
Shin Min Ah cerita kalau kriteria yang paling penting saat memutuskan untuk menikah itu bukan calon pasangan, tapi diri sendiri.
Shin Min Ah ngerasa kalau mengenal diri sendiri, mengenal bagaimana diri sendiri bereaksi terhadap berbagai hubungan, itu sangat penting.
Dengan melalui pengalaman tersebut, seseorang akan mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik. Meskipun bukan hubungan romantis, butuh waktu untuk memahami diri sendiri dengan melalui berbagai pengalaman. Jadi ga perlu untuk buru-buru menikah.
https://t.co/90zsosTVfJ
I'll say it.
Kurikulum tidak akan pernah bisa "mengejar kebutuhan industri".
Jadi, "tidak perlu lagi dikejar", karena terbukti tidak pernah berhasil dengan cara apapun, kecuali utk keterampilan vokasional yang sangat spesifik seperti menjahit, mengiris, mengganti oli, dsb.
Mari kita kembali ke fundamental keilmuan yang kita butuhkan untuk bisa menavigasi everything life has to offer. Education, in the era of AI disruption, should be radically more philosophical than ever.
There. I said it.
kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
Yaa Allah jika rezekiku di langit, maka turunkanlah
Jika di bumi, maka keluarkanlah
Jika jauh, dekatkanlah
Jika dekat, segerakanlah
Yaa Allah, berikanlah kami rezeki yang halal dan menyenangkan
Jika sudah Engkau berikan, maka berkahilah
Dan berikanlah kami rezeki berupa surga di akhirat kelak
📚BAGI BUKU LAGI📚
Langsung aja yuk aku mau bagi buku untuk 1 orang pembaca dengan budget max 120rb inc ongkir📕
Rules:
✅ Follow akunku
✅ RT dan/atau Like twit ini
✅ Reply twit ini dengan judul buku favoritmu dan kenapa semua orang harus baca buku itu😍
Ditunggu reply-nya sampe tgl 21 Juni 2026 pukul 09.00 WIB. Goodluck!💪🏻🔥
Mencoba menyelami alam pikiran para mahasiswa, dari adek-adek yang sangat lembut dan sabar di depan patung kuda Jakarta hingga adek-adek yang berteriak lantang dan keras di UGM, semuanya menyuarakan hal yang sama: KERESAHAN dan FRUSTASI.
bahkan ada teorinya, teori law of attraction (hukum tarik menarik)
pernah baca di buku “The Secret” kalo pikiran berpengaruh ke keadaan objektif.
udah aku terapin tiap ada slek selalu mikir kayak “oh mungkin aku yang salah” terus rendah hati minta maaf. rill itu bikin tenang
Memasuki 1 Muharram, lepaskan yang sudah selesai. Maafkan yang perlu dimaafkan. Rapikan rumah, rapikan hati, dan melangkahlah dengan keyakinan bahwa Allah selalu mampu membuka jalan yang belum mampu kita lihat.
Maaf banget.. kenapa ya ini masih sering kejadian??🥲
Jadi guys, ini tuh bukan benefit tapi bare minimum (alias WAJIB)🙏:
- BPJS Kesehatan (karyawan + keluarga inti)
- BPJS Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, JP, JKP)
- THR minimal 1 bulan gaji
- Upah Minimum Provinsi/Kota (non UMKM)
- Cuti tahunan minimal 12 hari
Kalo yg Benefit itu contohnya gini (GAK wajib):
- Asuransi kesehatan swasta (private medical insurance)
- Company laptop. Tapi, kebanyakan perusahaan sekarang "hampir pasti" minjemin laptop. Ada juga yg pake program ownership.
- Tunjangan pulsa/internet (contoh: Rp100.000/bulan)
- Tunjangan makan, transport, dan bonus performa
- Life insurance tambahan, WFH, cuti ekstra, dll.
Save/Bookmark aja tweet ini, supaya gak lupa.
Untuk kita menyadari hakikat diri kita, kita perlu melepaskan semua yg selama ini kita kira diri kita & semua yg kita bayangkan mengenai diri kita.
Hakikat diri bukanlah sesuatu yg baru yang kita raih, tapi dengan sendirinya ketemu ketika kita melepas semua topeng diri kita 🎭
Masing masing punya penilaian sendiri ya tapi manusia itu punya batas toleransi terhadap kondisi kerjanya masing-masing.
Ada yang masih bertahan sampai dapet. Ada yang memutuskan resign karena ga tahan lagi. Resign buat take a break. Buat ngatur napas lagi. Ngasih waktu untuk evaluasi.
Orang orang yg kerja itu sudah cukup dewasa dalam menentukan pilihannya dan menghitung konsekuensinya.
Makanya kami ada hashtag #EsokHariPastiResign karena kita semua pasti resign.