@ARSIPAJA Luhut ngomong gitu karena dia penerima hasil paling besar waktu jokowi jadi presiden, sudahlah Luhut nikmati ja hasil panenmu waktu jd menteri segala urusan
Tiba-tiba ada yang menuduh partai biru terlibat gerakan yang menyerang pak jokowi dan terus berupaya menggerakan medsos dan media massa dengan berita liar. Tuduhan itu jauh dari tabiat dan etika politik yang kami anut, karena kami pantang menggunakan cara-cara kotor seperti yang dituduhkan segelintir orang ini. Kalian merendahkan harkat dan martabat pemimpin kami, dan berupaya mengadu domba. Kami paham cara dan maksud kalian dengan tuduhan ini, dan kami yakin kebenaran akan tiba pada saatnya, dan mengalahkan kedzaliman.
@Bambangmulyonoo Demokrat dan AHY gak pernah menolak IKN, kau ja yg sirik dan dengki.
Dia mengatakan pembangunan IKN blm tepat waktunya, bukan menolak.
AHY Pimpin Tanam 100 Ribu Pohon Peringati Hari Lingkungan Hidup
Menteri ATR/Kepala BPN @AgusYudhoyono (AHY) memimpin kegiatan penanaman serentak 100.000 pohon se-Indonesia dalam rangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
https://t.co/Tn0J5HydA6
Pagi tadi saya melantik pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan @kem_atrbpn yaitu Bapak Ir. Dwi Hariyawan S., M.A. sebagai Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.
Selamat mengemban amanah baru, terus jaga integritas, dan mengawal program serta target Kementerian ATR/BPN dibawah naungan Dirjen Tata Ruang.
Pagi ini dari Nusa Dua - Bali, saya hadir memberikan Pidato Kunci dalam World Water Forum ke-10 yang bertemakan “Water for Shared Prosperity” atau “Air untuk Kemakmuran Bersama”.
Tema tersebut sangatlah relevan untuk dibahas, karena setidaknya mencakup tiga prinsip utama yang saling terkait.
Pertama, pengelolaan air harus selalu berorientasi pada “kemakmuran”,
yang mempunyai arti lebih luas dari sekedar kekayaan materi semata.
Kedua, “aksesibilitas yang berkeadilan”, yang merupakan wujud dari pengelolaan dan akses terhadap air yang dilaksanakan seadil-adilnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga negara.
Ketiga, adalah “keberlanjutan”. Ini merupakan manifestasi dari asas berbagi yang lintas generasi. Mengutip apa yang disampaikan Mahatma Gandhi, bahwa “bumi, udara, tanah dan air bukanlah warisan dari nenek moyang kita, namun merupakan pinjaman dari generasi penerus kita”.
Untuk menjamin ketiga prinsip tersebut, setiap negara seyogyanya mendirikan badan berskala nasional yang mampu mengintegrasi dan mensinkronisasi kebijakan, strategi dan aksi terkait dengan manajemen air. Sehingga upaya-upaya tersebut dapat meredam konflik kepentingan dan ego-sektoral diantara para pemangku kepentingan.
Terakhir, itu semua hanya bisa terwujud jika adanya kepemimpinan yang efektif yang mampu menyelaraskan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk tercapainya “Air untuk Kemakmuran Bersama”.