οΈγ €
Inilah saatnya, melangkah bersama menuju titik suka cita. Menyambut dunia penuh akan tawa. Meninggalkan jauh mala; asal mula sesak dalam dada.
Kita nikmati keajaiban yang ada, dalam π£ππ π‘ππΌπππππΌ. β¨
ββββββββββββββ
#BeyondTheReatonia
γ €
γ €
Kepada para petualang yang hadir, kalian sudah melakukan yang terbaik.
γ €γ €γ € γ €γ €γ € γ €Sampai jumpa lagi!
γ €γ €γ € γ €γ €Di dunia penuh keajaiban.
β¨ THE REATONIA, #BeyondTheReatonia β¨
γ €
οΈγ €
Inilah saatnya, melangkah bersama menuju titik suka cita. Menyambut dunia penuh akan tawa. Meninggalkan jauh mala; asal mula sesak dalam dada.
Kita nikmati keajaiban yang ada, dalam π£ππ π‘ππΌπππππΌ. β¨
ββββββββββββββ
#BeyondTheReatonia
γ €
γ €
THE REATONIA telah menemui hilir, berhasil melakukan tugas untuk membawa cerita bahagia lain, mengajak mengarungi petualangan tanpa akhir. Hati-hati dalam perjalanan kembali ke rumah.
γ €
β
β β βDemikian rangkaian acara The Reatonia telah usai. Saya mewakili segenap tim yang bertugas memohon maaf apabila ada tutur kata maupun penyajian yang kurang berkenan di hati Anda. Selamat malam dan sampai jumpa lagi!β
β ThreeBroomstck (@ThreeBroomstck), Hartono Family (@HARTONOFAM), Sanjaya Family (@KELUARGASANJAYA), The Mahatjandra (@MAHATJANDRA), SE Travel (@SETravell), dan Lumiere (@LumineuOFC); perjamuan tidak akan semanis ini tanpa kontribusi dan bantuan Anda.β β
β
β β βSekali lagi, kami ucapakan juga terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Regine House (@houseofregine), The Young Culture (@KawuIamuda), Grace Global Models (@evlogiamodelo), Ansori Podcast (@ANSORIPODCAST), DEDUKTIF FM (@DEDUKTIFM), Creadiox FM (@creadioxFM), β
@THEREATONIA β β Bukan lagi si pembawa kisah melainkan si penjamu, Claudia yang tersisa sendirian di panggung tersenyum dengan pembawaan yang lebih hidup. Ia tersenyum, dan bukan memasang air wajah datar seperti si pembawa kisah tadi.
β
γ €
Semuanya telah selesai! Gadis cantik itu telah kembali, membawa perjalanan ini ke penghujung cerita yang harus kalian dengar.
#BeyondTheReatonia; @amearyllis.
γ €
οΈ οΈοΈ
"Hitamkan putihnya hatiku, tapi tidak mimpi-mimpiku." Sedikit penekanan ia beri diawal bait, sebelum kembali melembut untuk menyamakan dengan musik pengiring. Langkah kaki kembali membawa tubuhnya ke bagian kanan panggung dengan santai.
οΈ οΈοΈ
οΈ οΈοΈ
"Manusia-manusia kuat itu kita ... Jiwa-jiwa yang kuat itu kita." Melalui mikrofon, dia kembali suarakan potongan lirik dari lagu Manusia Kuat. Satu demi satu langkah kaki membawa diri menuruni anak tangga tempatnya berpijak.
οΈ οΈοΈ
οΈ οΈοΈ
"Manusia-manusia kuat itu kita ... Jiwa-jiwa yang kuat itu kita." Pengeras suara yang ia genggam masih setia menyalurkan lirik yang dilafalkan. Maniknya kembali ia bawa memandang ke khalayak sambil ia sunggingkan senyuman tipis-
οΈ οΈοΈ
οΈ οΈοΈ
"Manusia-manusia kuat itu kita, jiwa-jiwa yang kuat itu kita." Lirik yang sama kembali diloloskan lewat mikrofon yang digenggamnya. Arya bawa tubuh sedikit berubah posisi, salah satu kaki yang semula ditekuk kini diluruskan.
οΈ οΈοΈ
οΈ οΈοΈ
"Manusia-manusia kuat itu kita ... Jiwa-jiwa yang kuat itu kita." Repitisi lirik kembali dikumandangkan oleh Arya dengan santai. Lantang dan bulat suaranya menggema, tersalurkan lewat mikrofon yang ia genggam sejak tadi.
οΈ οΈοΈ