Hi, Akiffa 😊
Terima kasih sudah menyampaikan klarifikasi dan perspektifmu. Kami menghargai keberanianmu untuk menyampaikan apa yang menjadi keresahanmu, dan kami juga menghargai permintaan maaf yang telah kamu sampaikan kepada pihak-pihak yang terdampak.
Namun, kami merasa perlu meluruskan beberapa hal agar tidak terjadi perbedaan pemahaman mengenai kejadian awal.
Teguran yang diberikan kepada kamu tidak berkaitan dengan sexualization terhadap perempuan, maupun anggapan bahwa perempuan bertanggung jawab atas bagaimana orang lain memilih untuk melihat mereka. Teguran tersebut diberikan berdasarkan rules agency mengenai konten dengan pakaian terbuka di luar jam NSFW. Sebagaimana telah tercantum dalam rules breakdown, konten yang menampilkan pakaian cukup terbuka diharapkan diposting pada jam malam, sedangkan konten di luar jam tersebut diharapkan tidak terlalu terbuka.
Dengan demikian, pertimbangan admin pada saat itu adalah kepatuhan terhadap batasan konten yang telah ditetapkan agency, bukan penilaian terhadap tubuh, pakaian, maupun niat seksual dari individu yang bersangkutan. Teguran tersebut juga diberikan setelah adanya report/tag kepada admin, sehingga admin menjalankan fungsi moderasi berdasarkan rules yang berlaku.
Kami memahami bahwa sebuah rules dapat dipertanyakan, dikritisi, maupun dirasa tidak sesuai dengan prinsip pribadi seseorang. Kami tidak pernah menganggap bahwa mempertanyakan rules merupakan bentuk ketidakmampuan untuk menerima perbedaan pendapat. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, dan keputusan untuk tidak melanjutkan menjadi member setelah merasa tidak sejalan dengan rules juga merupakan hak masing-masing individu.
Yang ingin kami luruskan adalah bahwa isu awal yang terjadi bukanlah mengenai sexualization terhadap perempuan. Kami tidak pernah menyampaikan bahwa seseorang harus bertanggung jawab atas bagaimana orang lain memandang tubuhnya. Pembahasan tersebut merupakan interpretasi dan concern yang kemudian muncul dalam diskusi, bukan dasar dari teguran yang diberikan oleh admin.
Terkait keputusan agency untuk CD, kami juga ingin menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak ditujukan kepada individu maupun dibuat sebagai akibat dari satu kejadian tertentu. Setelah kejadian awal, diskusi berkembang ke berbagai persoalan lain, termasuk interpretasi terhadap rules, batasan NSFW, profanity, serta berbagai perbedaan pandangan yang kemudian membuat situasi semakin melebar dan tidak lagi berjalan sebagaimana tujuan awal agency.
Kami menyadari bahwa keputusan untuk close down agency secara mendadak mungkin menimbulkan berbagai persepsi. Namun, keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan admin terhadap keseluruhan situasi yang telah berkembang, bukan bentuk penghakiman maupun upaya untuk menjadikan pihak tertentu sebagai penyebab penutupan agency.
Kami menghargai hak setiap individu untuk memiliki opini dan prinsip masing-masing. Di sisi lain, kami juga berharap konteks dan dasar dari tindakan moderasi yang dilakukan dapat dipahami sebagaimana adanya, agar tidak berkembang menjadi asumsi mengenai niat atau pandangan yang tidak pernah disampaikan oleh pihak admin.
Sekali lagi kami berterima kasih & mohon maaf.
hi, it’s me, akiffa.
sebelumnya kalau berkenan baca, terima kasih. tapi sepertinya tulisan ini akan menyita banyak waktu. 🙏🏻
aku lihat dan menyadari apa yang terjadi semalam, & di sini secara tulus dan dari lubuk hati terdalam aku ingin meminta maaf, terutama kepada para admin dan teman-teman saya di @THExBACKSTAGE. aku minta maaf karena situasi ini membuat kalian merasa tidak nyaman, dan dengan tulus aku minta maaf atas perasaan sakit hati yg aku sebabkan. aku ga pernah bermaksud untuk menyakiti siapapun, apalagi teman-teman saya sendiri.
but i also feel like i need to say this. sebelum aku lanjut, aku mau meluruskan satu hal. tulisan ini bukan ditujukan untuk menyalahkan para admin. aku sudah menyampaikan permintaan maaf secara personal kepada mereka. aku menghargai mereka, sangat. aku tau bahwa menjadi admin bukan suatu hal yg mudah.
aku merasa perlu berbicara karena apa yang terjadi setelahnya. bagaimana sesuatu yang awalnya merupakan keresahan dan perbedaan pandangan kemudian berkembang menjadi asumsi tentang karakter saya atau teman saya yang sempat menyampaikan opininya.
aku mau jujur soal apa yg sebenarnya menjadi concern-ku di awal. buat aku, ini bukan sesederhana soal aku(dan teman lainnya) tidak mau mengikuti aturan atau tidak bisa diatur.
yg membuat aku keberatan adalah ketika sesuatu yg perempuan gunakan, lakukan, atau posting tanpa maksud seksual sama sekali, kemudian bisa di-sexualize oleh orang lain, tetapi pada akhirnya justru perempuan tsb yg dianggap harus bertanggung jawab atas bagaimana orang lain melihatnya.
and that’s something i genuinely struggle with.
bagiku ini sesuatu yg memang aku percaya dan aku perjuangkan: aku ga suka melihat perempuan terus-menerus ditempatkan dalam posisi harus bertanggung jawab atas sexualization yg dilakukan orang lain terhadap mereka.
aku tau ini adalah topik yg sensitif. aku tau mungkin ga semua orang akan setuju dengan cara aku melihatnya. and that’s okay.
aku juga paham argumen bahwa sekarang RP banyak dikelilingi oleh FC minor, sehingga agency non-smut memilih untuk memiliki rules terkait NSFW. aku bisa memahami concern di balik dibuatnya boundaries seperti itu. tentu saja keberadaan minor adalah sesuatu yg perlu dipertimbangkan dengan serius, dan aku ga pernah berpikir bahwa agency tidak punya hak untuk membuat rules demi menjaga ruang mereka tetap aman dan nyaman.
tapi menurutku, memahami alasan sebuah aturan dibuat tidak berarti kita harus berhenti mempertanyakan bagaimana aturan itu diterapkan atau apa konsekuensi dari cara kita memaknainya.
“ini sudah dari dulu” juga bukan berarti sesuatu otomatis menjadi tidak boleh dipertanyakan.
sebuah agency berhak mengatakan, “kami memilih untuk tidak mengizinkan konten tertentu karena kami ingin menjaga ruang ini tetap aman dan nyaman, terutama karena ada minor di dalamnya.” aku bisa memahami itu sebagai sebuah boundary.
yg menjadi keresahanku adalah ketika pembicaraannya bergeser menjadi seolah-olah perempuan harus mengatur dirinya sedemikian rupa karena ada kemungkinan orang lain akan melihat atau menginterpretasikan dirinya secara seksual.
menurutku, menjaga ruang agar tetap aman dan nyaman seharusnya tidak membuat kita berhenti membicarakan bagaimana tanggung jawab itu dibebankan. kita bisa punya boundaries tanpa harus menyalahkan perempuan atas bagaimana orang lain memilih untuk melihat mereka.
and i think thats an important conversation to have. but just bc something is uncomfortable to talk about, doesn’t mean it shouldn’t be talked about
lalu aku memang menyampaikan bahwa ada bagian dari rules yang membuat aku merasa tidak sejalan, aku menyampaikan itu sebagai pendapat dan keresahanku sendiri. dan ketika aku merasa bahwa aku memang tidak bisa berjalan dengan rules tersebut, aku memilih untuk unver dari agency. that was my choice to make.
Hazel, personally, minta maaf sedalam-dalamnya & terima kasih banyak.. mohon maaf maaf maaf maaaaafff sekali kalau dua minggu ini nggak terlalu banyak bisa menemani kalian, mohon maaf kalau ada interaksi yang kurang sreg di hati kalian.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak untuk semuanya yaaah, terima kasih banyak mau join di sini.. sekali lagi aku minta maaf & terima kasih.
Aku sayang banget sama kalian. See you di waktu yang lebih baik ya.. 🩷
Thank you for being a part of our story. Thank you for making this little journey worth remembering. And most importantly, thank you for being here. We’ll always be grateful for every single one of you 🤍
Sincerely,
Agam, Akira, Caca, Cila, Julian, Hazel, & Yudha.
Kami juga ingin meminta maaf sekali lagi atas segala kekurangan, kesalahan, keputusan, maupun hal-hal yang mungkin selama perjalanan ini membuat kalian kecewa atau merasa tidak nyaman. Kami sadar bahwa kami tidak selalu bisa mengambil langkah yang tepat, dan mungkin keputusan kami kali ini pun tidak akan bisa diterima oleh semua orang.
Namun, kami harap apa pun yang terjadi, kalian tetap bisa mengingat agency ini sebagai bagian kecil yang pernah membawa cerita baik dalam perjalanan kalian.