"Yang turun ke jalan hari ini UI,IPB, UIN,UNJ, dan kampus lainnya adalah garda terdepan,dan yg di MEDSOS adalah pengeras suaranya.
Jempol kita hari ini bukan cuma buat scroll, tapi buat melipatgandakan suara mereka di lapangan".
Kata luar biasa dari mbak julia
Gw dukung!
IYASIH GK BASI, TAPI KAN...
- Lokasi MBG: Salah 1 sekolah di Kec. Suralaga, Lombok Timur
- Isi: Nasi, 2 biji kelengkeng, sepotong tempe, seiris lauk, setengah sdm sayur
Kyk gini gimana mau bikin pinter woiiii
🚨 Sebagian teman2 dari BEM UI sudah meninggalkan lokasi aksi #demo malam ini.
TERIMA KASIH ATAS PERJUANGAN KALIAN HARI INI!
Selamat sampai rumah tanpa kurang satupun yaa. Saling jaga dan pantau temen2 nya 💖
"Kalau mau di-takedown, harus yang bersangkutan sendiri yang datang dan minta maaf!"
Perkembangan terbaru terkait kasus viral dugaan sikap arogan oknum anggota DPRD Gunungkidul inisial S terhadap penjual bakmi di Playen!
Pengunggah postingan, Erwin Widodo, mengungkapkan bahwa pihak keluarga oknum dewan tersebut (putrinya bersama suami) sudah mendatangi rumahnya. Bahkan, beberapa saat kemudian petugas Babinsa juga turut hadir di lokasi.
Namun, pihak korban/pengunggah menegaskan sikapnya: mereka tetap menolak memboikot atau menghapus (takedown) postingan tersebut sebelum yang bersangkutan, (oknum Dewan), yang datang dan meminta maaf secara langsung atas perbuatannya.
Kronologi Kasus:
Awal Kejadian:
Pada Kamis malam (13/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, oknum anggota DPRD Gunungkidul (inisial S) makan di warung "Bakmi Mbak Tri Gading VI", Playen.
Pemicu Masalah:
Saat membayar, pihak warung kehabisan uang kertas pecahan Rp1.000, sehingga sisa kembalian Rp8.000 diberikan dengan tambahan 2 keping uang logam Rp500. Pelayan warung sudah menyampaikan permohonan maaf terlebih dahulu sebelum memberikan kembalian.
Respon Arogan:
Oknum dewan tersebut diduga tidak terima, melemparkan uang logam ke meja, membentak pelayan warung, hingga mengeluarkan kalimat "Kamu tahu siapa saya?".
Bukan yang Pertama:
Pihak warung menyebut perlakuan tidak sopan ini bukan pertama kalinya terjadi setiap kali oknum tersebut mampir.
Viral di Sosmed:
Pihak keluarga pedagang mengunggah kejadian ini ke media sosial hingga viral dan mendapat sorotan publik luas karena dinilai tidak menghargai pedagang kecil alias wong cilik.
**Copas
Foto sekedar pelengkap
Fathimah: "saya yg akan komando anak-anak saya, kamu diam!"
"saya melihat teman-teman saya terhimpit dan mengajak mereka kembali kesini, bukan krn saya nurut sama anda. bagi saya, teman-teman saya lebih berharga"
"krn saya tau bagi anda, nyawa teman-teman saya ini tidak ada artinya"
merindinggg dengarnya 🥹
Lagi2 kasus perundungan dan penganiyayaan terjadi, kali ini korban adalah seorang siswa SMA di Kebumen. Pelaku diduga adalah kakak kelas.
Semoga dapat segera diusut tuntas.
Mari bantu sebarkan video ini.