Orang Indonesia memang kebanyakan buruk di mitigasi, lihat saja nantiโฆ namun relatif โkuatโ adaptasi. Biasa beradaptasi dg penderitaan, dan bahkan lonjakan kematian pun disikapi dg pasrah. Mungkin kombinasi dari proses panjang penjajahan dan tingginya bencana alam di masa lalu.
Selain keterbatasan akses terhadap tes dan tdk jalannya tracing di desa, persepsi risiko masyarakat desa juga jadi tantangan berat. Gagalnya komunikasi risiko, menyebabkan banyak warga menghindari pemeriksaan, bahkan setelah sakit menolak ke RS, krn termakan isu pengkovidan.
Kematian 50 org dlm sebulan di Burujulwetan ini jelas tidak wajar, krn di tahun2 sebelumnya meninggal 0-5 org. Data resmi, kematian Covid-19 "hanya" 5 org, itupun belum tentu tercatat di nasional. Excess death adalah bukti tak terbantahkan puncak gunung es kematian krn pandemi.
Contohnya, Desa Burujulwetan, Kec. Jatiwangi, Majalengka, lonjakan kematian terjadi akhir Juni 2021. Tiba-tiba pd 28 Juni ada 10 warga meninggal. Awalnya sesak napas dan demam. Selama Juli 50 warga meninggal, hanya 5 dikubur dg prokes, dampaknya penularan terus membesar.
Dibandingkan masyarakat kota, mayoritas penduduk desa pekerja harian. Banyak di sektor pertanian yg jd benteng pangan kita. Ada juga yang desa di pinggiran kota, buruh pabrik. Jika wabah terus meluas di desa, selain kematian, implikasi sosial ekonomi sangat besar
Dan tsunami Covid-19 yang terjadi di desa-desa di Jawa ini sedang dalam proses melanda desa-desa di luar Jawa. Lonjakan kematian, dan tentu sebagian besar tak terdata mulai terjadi di desa-desa di pedalaman luar Jawa. https://t.co/GG3xu0mZOj
Di sisi lain, vaksin ke desa juga masih minim dan bias kota. Strategi vaksinasi massal yg diorganisasi parpol, kepolisian, dll... masih bias kota. Banyak warga desa, bahkan lansianya belum divaksin. Ini misalnya di Jurangjeru, Klaten seperti saya tulis https://t.co/eniutMMsbM
Selama ini Covid-19 seolah jadi soal di kota, tetapi diam-diam jg melanda desa dan meninggalkan jejak kematian dahsyat. Dari desa-desa di Jawa yg saya ambil sampelnya, tingkat kematian di desa selama bulan Juli hingga 10 lipat dari rata-rata 5 tahunan.(1) https://t.co/eniutMMsbM
Ternyata masih ada desa di Jawa juga belum terima vaksin sama sekali? Kemaren diinfo Desa Jurangjero di Klaten baru didata utk jatah 100 org lansia. Ini ada info Desa Grabag, Kutoarjo, Jateng jg belum ada vaksin sama sekali. Padahal wabah sudah meluas di desa-desa. @KemenkesRI
Setelah melanda perkotaan dan meninggalkan jejak kematian massal, tsunami Covid-19 akhirnya mencapai desa. Selama Juli 2021, kematian di sejumlah desa di Pulau Jawa melonjak sepuluh kali lipat dari rata-rata per bulan. #Humaniora#AdadiKompas@aik_arif
https://t.co/ulgZjGBaFF