Ingin menjadi raja bajak laut โ ๏ธ dan ikut berburu One Piece โต
๐ Kau boleh pandai setinggi langit, jika tidak menulis maka kau akan dilupakan oleh sejarah. ๐
Sepak bola adalah olahraga tim. Bukan individu. Satu pemain saja tidak cukup untuk menentukan hasil pertandingan, apalagi dalam format turnamen panjang seperti Piala Dunia (World Cup).
Cuplikan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat viral setelah muncul perbedaan penilaian terhadap dua jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa.
Polemik mencuat setelah Tim C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan skor. Juri menilai jawaban peserta kurang lengkap.
Namun, pada pertanyaan serupa dengan jawaban yang sama, tim lain justru mendapat nilai penuh.
Menanggapi protes peserta, salah satu juri menyatakan agar peserta menjaga artikulasi saat menjawab.
"Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai," ujar salah satu juri.
Terkait kejadian ini, SMAN 1 Pontianak meminta klarifikasi terbuka kepada penyelenggara. Lewat akun Instagram-nya, SMAN 1 Pontianak menilai keputusan juri perlu dijelaskan secara transparan agar objektivitas dan integritas kompetisi tetap terjaga.
Sumber: YouTube/MPRGOID, IG @/smansaptk.informasi
~R #Kalimantan #Peristiwa
Nama yang Tak Pernah Dicoret. Baca di https://t.co/L88R3MXtis
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang!
Semoga dibaca sama Gibran Rakabuming dan Bahlil.
Air Mata yang Mengering. Baca di https://t.co/rYgu9cowJg
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang!
Ketika Bakti Negara kepada Rakyat Diuji Bencana Ekologis. Baca di https://t.co/6nSMEkWqtz
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang!
Jeritan Hati Khairani, Potret Dampak Memilukan Bencana di Aceh. Baca di https://t.co/LA9hRZEpU2
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang!
Pemulihan listrik bukan semata soal menyalakan kembali lampu, melainkan tentang memulihkan martabat warga negara untuk hidup layak di tengah krisis. Keadilan dalam distribusi energi, terutama saat bencana, merupakan cerminan kehadiran negara.
https://t.co/j8T3vmYX8q
Menghadapi bencana ekologis Sumatera, kita memang tidak memerlukan tongkat Nabi Musa. Yang dibutuhkan adalah empati yang terwujud dalam kebijakan, keputusan yang cepat, serta komunikasi kepemimpinan yang meneduhkan. Jangan halu.
#banjir
https://t.co/uhb3Gb48ag
Gamis Anisa di Balik Kisah Gelondongan Kayu yang Menghantam Pesantrennya. Baca di https://t.co/hdY1JLZVvH
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang!