Nglakoni urip kui berarti kudu cedak (sokor2 nyawiji) ro Gusti. Penting usaha sak ngetihe nganti Gusti ra tego karo aku sing bodo banget iki, njuk ngekei welas asih. Umpomo aku iso nglakoni kabeh ora mergo iso, ning mergo Gusti ra tego ro aku. Muga2 Gusti ra tego terus karo aku.
Pemaknaan rohaniah yang dijalani Pak Subandrio selama di penjara menjadi salah satu yang perlu saya ambil pelajarannya.
Hidup Tenang dalam Penjara dengan Membaca Al-Quran https://t.co/AcIimmSU5l
Menilik sejauh mana kedewasaaan pemerintah negara bangsa dari sebagian cerita hidup Pak Subandrio.
Cap PKI sampai Mati untuk Subandrio https://t.co/BB5FklgxC2
@PartaiSocmed Mmg Cak Imin ini biang Kerok.
Maneuver turunkan Gusdur dr Ketum PKB
Maneuver ganti Mahfud MD dgn Ma'ruf Amin sbg Wapres
Manufer target Menko Cawapres Anies
Manufer Gus Yakult di TSK kan
Blm lg lannya mungkin banyak yg sy tdk tau
Tp sptnya skrg ini mati langkahnya oleh Gus Kikin
Dulu, Cak Nun pernah menyampaikan kalau Rasulullah SAW itu tidak selalu tiba-tiba berceramah kepada para sahabatnya. Perhitungan momentumnya tidak sembarangan.
Rasulullah SAW lebih sering menunggu untuk ditanyai oleh para sahabat. Maka hadits Rasulullah SAW itu kebanyakan adalah diriwayatkan oleh perawi yg menyimak penjelasan dari Rasulullah SAW saat ditanya sebuah persoalan, yg relate dg kehidupan sehari-hari oleh para sahabatnya. Secara pendidikan, Rasulullah SAW mengajarkan para sahabat untuk membuat pertanyaan untuk kemudian beliau jelaskan.
Tentu ada momen di saat Rasulullah SAW mendapat informasi dari Allah melalui malaikat Jibril, namun saat hendak menyampaikan kepada para sahabat, beliau menunggu sahabat ada yg bertanya. Jika sampai tidak ada yg bertanya, maka ditengah perbincangan, Rasulullah SAW biasanya akan memantik tema diskusi baru dg kalimat; "Tahukah kamu?".
Jadi, Rasulullah SAW saat hendak menyampaikan sebuah informasi atau kebenaran, tidak serta merta karena beliau itu mengetahui lantas dg segera informasi itu disampaikan, tetapi beliau juga mempertimbangkan situasi dan kondisi, apakah para sahabat sudah siap menerima informasi itu atau belum?
biasanya dilakukan buser politik pemerintah istana dsb.. atau penyembahan brutal seperti para penjilat penguasa. Sangat jelas beda "apa" dan "siapa". Males ngetik ngene iki ning risih melihat respon wong2 sing aneh dan ngoyo woro tanpo tabbayun.
Aku sedang belajar alon alon untuk tidak mengultuskan siapapun kecuali nabi Muahammad SAW (Nur Muhaamad). Membela-mengamini-memblasukkan potensi kebermanfaat dari apapun yang ada pada Gus e untuk kemaslahatan sangat berbeda dan bukan lah suatu sikap dan tindakan yang sama atau...
Ini Mas Sabrang baru jadi Tenaga Ahli lho.
Minimal, cari tahu dulu syarat jadi Tenaga Ahli di K/L itu gimana prosedurnya, proses administrasinya, seleksinya dll.
Sepemahaman saya sih bukan posisi yg sifatnya give away.
Tapi mau dijelasin gimana juga kalau udah gk suka, gk bakal diterima penjelasannya. π
Indonesia sendiri sudah sejak lama mendukung Two-State Solution karena dianggap paling realistis dan cepat dalam terbentuknya negara Palestina. Pihak2 yg menentang solusi ini sesungguhnya adalah pihak yg tidak punya empati terhadap penderitaan warga Palestina itu sendiri.
Menurutku, sering kali, updatean status dari seorang supir, pekerja kasar, kuli, gentho dsb. lebih konkret, bermakna dan yang paling penting bisa dirasakan betul nilai moralnya daripada updatean status cah nom-noman gagal.
Nglakoni urip kui berarti kudu cedak (sokor2 nyawiji) ro Gusti. Penting usaha sak ngetihe nganti Gusti ra tego karo aku sing bodo banget iki, njuk ngekei welas asih. Umpomo aku iso nglakoni kabeh ora mergo iso, ning mergo Gusti ra tego ro aku. Muga2 Gusti ra tego terus karo aku.
Sing jelas sopo wonge jujur, amanah fatonah tur uswatun khasanah tingkat dr tingkat RT tekan tingkat pemimpin2 global.. dongaku, langeng uripmu, diangkat derajatmu, syafaat pantas untukmu, nikmat gusti Allah jelas padamu..
Konteksnya pemerintah tidak mampu memprimadonakan petani, buruh, wong ngarit, serabutan, tukang becak, tukang tandur, tukang tambal ban, tukang jahit dan pekerja-pekerja menengah kebawah.
Ada baiknya memang tidak terlalu menghiraukan pemerintah sama sekali dalam konteks tertentu dalam rangka untuk lebih menguatkan daya survive dan tidak banyak mengantungkan pada pihak/orang lain yang sama sekali ra solutif dan ra masok... Pokoe ngadeg jejek.
Doaku lantang dibalik riuh..
modaro wong2 sing pemimpin, pemangku amanah sing dzolim, langeng o wong2 sing pemimpin uswatun khasanah.. mbuh aku jelas ra ngerti endi wae sing tekek, sing kadal, sing boyo, sing tengu, sing kremi....