@izmehaii Temen sekolahku juga dlu gitu kak. Ortunya kerja pindah² jd disewain hotel seklian buat dia sm sodara²nya. Dlu prnah kutanyain, katanya lbih enak pindah hotel drpd rumah/apart
life lesson nya banyak bgt bgt bgt. Tapi aku coba summarize:
1. Ternyata the thing that won’t make us happier ironically adalah the belief that we need to be happy. Jadi kayak tanpa kita sadari “yang penting bahagia, yang penting bahagia” somehow itu jadi tujuan hidup dan jadi beban buat kita kalo ternyata kita gak bahagia. Ternyata di atas bahagia tuh ya, acceptance 🥲
2. Distraksi itu temporer. Makin distract, makin sakit. Aku udah di tahap yang setelah hari yang super sibuk dan berat, pas waktunya istirahat HANCUR semua, nangis terus sebelum tidur. Karna distraksi tuh sementara. Solusinya? Lagi-lagi: acceptance.
3. Avoiding painful memories. Salah. Bukan avoid, tapi digest. Terus dikelola sakitnya, sampai terbiasa, sampai accept. Jangan diburu2 karna proses tiap orang beda-beda.
❤️❤️❤️
@MayPutJ Aku sebenarnya pengen bilang "udah relain aja, dia bukan hikaru". Karna smua memori si cowo ke hikaru tu ya karna hikaru asli bukan yg sekarang. Jadi aku nganggepnya y si cwo belum rela aja. Tapi klo sampai dilanjutin dan mengesampingkan yang take over badan hikaru. I am out.
Satu lagi, jgn menikah sblm mampu mengapresiasi hal baik sekecil apapun.
Better verbal, karena membuat nyata yg sebelumnya blm terasa nyata.
Karena sedih menghabiskan hidup dgn org yg ga menghargai usaha kita.
Dgn dalih, "Aduh aku ga biasa."
Yuk bisa yuk, kan pasangan sendiri.