Dear, all HR. HR to HR.
Jikalau memungkinkan—dan sebetulnya sangat bisa—proses interview dilakukan secara online aja. Termasuk interview user.
Kecuali memang ada tes yang sangat teknis dan wajib datang langsung, barulah datang ke kantor.
Sebab, nggak semua pelamar kerja punya tabungan yang cukup untuk berangkat ke lokasi interview.
Kalau kalian, para HR berpikir, "Ya, effort, lah. Ini kan buat kerjaan lo juga."
Jangan gitu, ya, monyet. Buang jauh dulu pikiran itu.
"Ya, ini usernya yang mau. Mau gimana lagi?"
Sampaikan dulu baik-baik ke usermu itu. Barangkali bisa, bodat.
Ekonomi sekarang lagi susah. Mau minta orang tua, kalau nggak malu, ya, orang tuanya juga sama: pas-pasan atau bahkan minus.
Lah, interview online juga kan perlu kuota?
Ya, seenggaknya kan nggak sampai berkali-kali lipat uang yang dikeluarkan.
Kecuali memang kandidat menyanggupi karena domisilinya dekat, ya, syukur.
Bisa, dong? Bisa, ya, kawan-kawan HRku? Ayolah.
I WILL MARRY MAN WITH A PROVIDER MINDSET.
"aku usahain itu selagi bikin kamu happy"
"aku tau kamu bisa sendiri, tapi izinin aku temenin kamu ya"
"tenang aja ada aku"
"aku beliin ini karena tau kamu suka ini" .
"kamu tanggung jawab aku"