⭕️ Over the last 24 hours, two Palestinians were killed and 40 were injured across Gaza. The total recorded death toll since October 7, 2023 has risen to 72,941 killed, with 172,967 injured.
Since October 11, the first full day of the so-called ceasefire, Israel has killed at least 932 Palestinians in Gaza and wounded 2,859, while 781 bodies have been recovered from under the rubble, according to the Palestinian Ministry of Health.
🎥 Israeli helicopters killed or wounded 27 people, including several children in a seaport gathering. Footage by Ahmad Afash on Instagram (link below)
Ahmad Mursidi tabrak kerumunan anak SD 30 April 2026.
2 tewas: Tubagus Muhammad (10 tahun) & pedagang Dewi Handayani.
7 luka-luka.
Ditetapkan tersangka 11 Mei.
Keluarga korban tolak damai.
Eh, 15 hari kemudian ,26 Mei , Bupati Pandeglang malah melantiknya jadi Staf Ahli Bidang HUKUM.
Tersangka pidana.
Ahli hukum.
Bupatinya bilang "tidak tahu dia sudah tersangka."
15 hari, dan lo gak tahu?
Di sini, punya jabatan bukan cuma privilege , itu tameng hukum.
Luarbiasa cara Tempo mengingatkan Presiden Prabowo. Yaitu dengan menerbitkan edisi khusus ayahanda Presiden, Sumitro Djojohadikusumo. Enam desk dikerahkan untuk memberi gambaran lengkap sosok Begawan Ekonomi ini. Lantas membandingkannya dengan kebijakan-kebijakan anaknya.. 🫡
الله أكبر..
رجل موفق يتحامل على نفسه مستعين بأقدام صناعية من أجل أن يؤدي فريضة #الحج
نسأل الله 🤲 أن يتقبل منه، وأن يكتب أجره، ويعوض فقده لأقدامه بالفردوس الأعلى.
#ايام_التشريق
Info lur
Jadi 1000an panitia pengelola daging qurban yg terdiri dari panitia induk (mps) sohibul qurban dan relawan.
Semuanya selesai tepat diwaktu adzan asar yg tinggal membagikan kepada warga dan sisanya dikirim keluar daerah. Keseluruhan sekitar 8600 paket daging Kurban dari 2 RW di Desa Batur, Banjarnegara.👏🏼
Sc. fahrudinjenggot
Petani Tulungagung Diciduk karena Berani Punya Pupuk Sendiri: Antara “Peredaran Ilegal” dan “Kebutuhan Sawah Pribadi”
TULUNGAGUNG — Di negeri yang pupuk bersubsidi lebih langka daripada janji politik menjelang pemilu, Purwanto (51), petani asal Kecamatan Karangrejo, kini harus merasakan ironisnya “keadilan” negara.
Dengan uang hasil keringat sendiri, ia membeli 7 ton pupuk NPK Phoska non-subsidi secara resmi dari pabrik di Gresik. Dokumen lengkap, transaksi sah, tujuannya hanya satu: menebarkan harapan pada sawah miliknya sendiri. Bukan untuk dijual, bukan untuk spekulasi, apalagi untuk “mengganggu stabilitas pangan nasional”. Tapi rupanya, di mata aparat, memiliki pupuk lebih berbahaya daripada memiliki utang negara.
Ketika Purwanto — yang sudah mengidap jantung dan diabetes — beberapa kali menolak permintaan orang yang ingin membeli pupuknya, lalu akhirnya menyerah memberi sebagian, ia langsung dianggap “bandar”. Satreskrim Polres Tulungagung pun sigap menetapkannya sebagai tersangka peredaran pupuk ilegal. Kini ia resmi menjadi tahanan pidana, berstatus seperti penjahat kelas kakap.
Sungguh sebuah prestasi luar biasa: petani yang menolak menjual pupuk untuk sawahnya sendiri malah digiring ke sel tahanan. Sementara itu, di lapangan yang lebih luas, peredaran pupuk palsu dan penyimpangan subsidi yang nilainya ratusan miliar sering kali hanya berakhir di meja rapat koordinasi.
Kuasa hukumnya, Mohammad Ababilil Mujaddidyn, telah mengajukan praperadilan. Keluarga hanya bisa berharap pengadilan melihat apa yang jelas-jelas terlihat: seorang petani kecil sedang dijadikan “tumbal” birokrasi pupuk yang ruwet.
Kasus ini bukan sekadar soal pupuk. Ini soal logika yang terbalik: di saat petani kesulitan mendapatkan pupuk resmi, negara justru sibuk menangkapi petani yang berani membeli dengan uang sendiri.
Selamat datang di republik pupuk, di mana menyimpan pupuk untuk sawah sendiri bisa lebih berisiko daripada menjual tanah warisan. Semoga Pak Purwanto segera bebas. Karena kalau petani saja harus takut punya pupuk, maka siapa lagi yang akan menanam padi untuk kita semua? #KeadilanUntukPurwanto
🚨BREAKING: A Palestinian girl in Gaza wore her orange Eid dress, waiting to celebrate Eid al-Adha with her family. Minutes later, an Israeli missile struck their building, killing them all.
10 Palestinians were killed and dozens of neighbors injured in the massacre.
Temen temen bantu doakan Semoga segera mendapatkan keadilan untuk anak nya 🤲😭
Bikin sesak napas baca isi curhatan si ibu :
Bagi mereka yang punya kuasa, kasus ini mungkin bisa ditepis begitu saja dengan alasan 'tidak ada bukti digital'.
Tapi bagi kami keluarga miskin, derita fisik dan batin yang dialami Rahma (kejadian di Kab. INHIL) adalah kenyataan pahit yang nyata. Rahma sudah mengadu ke guru sambil menangis saat kakinya diinjak dan perutnya dipukul dengan gagang sapu.
Namun perlindungan yang didapat hanya sebatas kata 'nanti'. Sebulan terbaring dengan kaki membengkak dan menghitam hingga pembuluh darahnya tersumbat,
pihak sekolah bahkan tidak pernah datang menjenguk. Dokter mendiagnosis adanya cedera trauma/memar akibat benturan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Kini, setelah 1 tahun lebih berjuang, penyakitnya menjalar hingga ke jari tangan. Bagi kalian yang menuduh kami mengarang cerita demi donasi: kejam sekali kalian!
Kami tidak minta musibah ini, kami hanya ingin Rahma sembuh kembali. Kami bersuara karena keadilan tidak boleh hanya tajam ke bawah!