Bukan, bukan karena cewek bagian dari masalah itu. Salah satu alasannya justru itu emang naluri alami cowok sebagai pelindung. Cowok nggak mau pasangannya ikut terbebani, khawatir, atau masuk dalam kesulitan itu juga.
Tapi masalahnya, banyak cowok yang nggak terbiasa komunikasi terbuka soal perasaan (ini ada hubungannya sama stigma kalau cowok harus kuat yang diajarkan dari kecil).
Akhirnya itu yang bikin cewek jadi mikir aneh-aneh. Padahal di sisi cewek maunya kan terbuka aja, at least bisa ngasih mental & emotional support kalau emang lagi ada masalah.
Aku kasih bocoran dikit.
Kalau ada cewek nangis karena tidak diperlakukan baik oleh cowoknya, percayalah dia tidak sedang menangisi cowoknya itu. Dia menangisi nasibnya sendiri, karena di kehidupan yang sekali ini, mengapa dia harus menjadi perempuan yang tidak dihargai dan tidak diusahakan.
Dan yang paling menyakitkannya lagi, dia bukan kehilangan seseorang, melainkan menyadari bahwa hati, waktu, dan ketulusannya diberikan kepada orang yang tidak mampu menghargainya. Karena setiap perempuan pada dasarnya hanya ingin dicintai dengan layak, dihargai keberadaannya, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
Do’anya cantik banget :
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah.”
Tanpa mengecilkan proses persalinan pada wanita yang taruhannya nyawa, ini adalah peringkat nyeri terberat yang pernah dirasakan oleh manusia berdasarkan penelitian:
1. Cluster headache: 9,7/10 (72% orang memberi skor 10/10).
2. Nyeri persalinan (labor pain): 7,2/10.
3. Pankreatitis: 7,0/10.
4. Batu ginjal (nephrolithiasis): 6,9/10.
5. Luka tembak (gunshot wound): 6,0/10.
6. Migraine: 5,4/10.
7. Patah tulang: 5,2/10.
Sumber ilmiah:
Burish (2021). Cluster headache is one of the most intensely painful human conditions: Results from the International Cluster Headache Questionnaire.
Gw sebelum berangkat umroh ikut sekolah proposal hidup dulu dan sama ustadz diajarin menyusun doa seakan2 lagi nyusun proposal sponsorship 😅 Jadi gak ada chapter minta sabar krn semuanya harus to the point, spesifik & well-thought-out outputnya. Misal gw minta naik penghasilan.
Enakan nikah dipestain mewah gede gedean sama mertua, pulang ke rumah yang dibeliin mertua pake mobil yang dibeliin mertua juga.
Gausah romantisasi nikah di KUA dengan narasi mendiskreditkan nikah mewah.
Gapapa nikah mewah, gapapa nikah di KUA.
Gapapa tinggal sendiri, gapapa juga tinggal sama mertua.
Yang ga boleh banding bandingin orang lain sama kehidupan kita.
sebenernya mau siapapun yg menjabat, mau si ganjar kek mau si prabowo kek mau si anis kek, klo rupiah melemah, negara kacau jg bakal gw hujat si tanpa pengecualian. they’re all politician, its their job. jgnkan politikus, temen kelompok gua yg kaga ngerjain tugasnya jg gua hujat
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Tolong lah ini narasinya malah keliru, menyiapkan kembali untuk dipakai esok pagi itu urusan pemprov.
Sebagai lembaga negara seharusnya ngurusin bahwa “aspirasinya telah diserap dan akan disampaikan kepada Presiden” itu baru bener
Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
"Percuma koar-koar di medsos kalo ga turun ke jalan"
Ga ada yg percuma. Coba liat si wowo tiap pidato kan selalu nyindir-nyindir pengkritik di internet. Dari situ udah keliatan betapa berpengaruhnya kritik di medsos untuk mengusik kenyamanan pejabat dzolim.
macet tuh harga paling murah yang bisa lu bayar buat manfaat jangka panjang, sehari macet itu coba lu bandingin dengan hampir 2 tahun pemerintah lu mengacak-acak negara ini duhhh