Bikin Huru-hara Doang Kerjaannya, Tidak Mungkin Kasih Coattail Effect Positif Partainya!
Headline berita nasional bertulis โMengapa Anies Belum Beri Efek Ekor Jas Ke Parpol Koalisi Perubahan?โ, terus menggelitik pikirku. Gatal rasanya ingin menguak alasan-alasan di balik kesialan Nasdem dan parpol kawannya, pasca pendeklarasian capres.
Yang paling terkena dampak seriusnya Nasdem, karena Demokrat dan PKS hanya berperan sebagai pelengkap keapesan saja. Sejak dideklarasikan sebagai capres, Anies dan Nasdem sudah memunculkan kontroversi yang membuat rakyat Indonesia geram. Kala itu ibu pertiwi sedang berduka karena tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban.
Bukannya memberi empatinya, justru yang mereka lakukan terkesan tak mau peduli. Disaat cibiran menghujani Nasdem dan Anies, kubu keduanya justru melempar kesalahan ke presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang melakukan groundbreaking di PT. Wafin di Batang. Memutarbalikkan fakta bukan, dengan menyamakan ketidakpeduliannya dengan kinerja pemimpin negeri ini.
Itu hanya satu cerita di awal pasca pendeklarasian Anies sebagai capres Nasdem. Cerita seperti itu nyatanya terus berjalan hingga sekarang. Makanya bagaimana bisa Anies mendompleng elektabilitasnya yang hasil surveinya berasal dari rakyat Indonesia, disaat apa yang dia lakukan selalu bermuatan negatif?
Yang terbaru, Anies massif gemborkan kritikan untuk pemerintah. Masalahnya kalau mengkritiknya sesuai data tidak akan menjadi masalah. Tapi masalahnya, Anies mengkritik tanpa bawa data yang jelas.
Anies tertular AHY membanggakan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono yang katanya lebih banyak membangun jalan daripada era Jokowi. Yang disebut Anies hanya jalan nasional, sedang dia melupakan yang lain.
Memang era SBY lebih banyak membangun jalan nasional, tapi nyatanya BPS mengonfirmasi bahwa yang dilakukan SBY bukan seluruhnya pembangunan jalan, melainkan kebanyakan hanya mengubah status jalan saja, dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.
Selain jalan nasional, Anies lupa ada jalan tol dan desa yang sudah dibangun Jokowi, tapi tidak di era SBY. Karena SBY tidak memperhatikan kebutuhan hidup rakyat kecilnya, sehingga Jokowi memperjuangkan fasilitas untuk rakyatnya dengan memperbanyak pembangunan jalan di perdesaan.
Berdasarkan data terakhir BPS sampai 2020, sepanjang 316 km ribu lebih jalan di perdesaan berhasil dibangun oleh Jokowi. Selain jalan desa, ada jalan tol sepanjang 1.762 km lebih yang sudah dibangun Jokowi.
Dari salah kaprah dalam menginterpretasi data BPS hingga tidak menyebut lengkapnya data di depan publik, membuat Anies mempermalukan dirinya sendiri. Entah itu disengaja, atau memang tidak telitinya dia dalam mengupas data yang ada. Intinya hanya satu, dia menjatuhkan harga dirinya didepan publik.
Sekelas capres lho, bisa-bisanya salah membandingkan kinerja presiden hanya karena nafsu politiknya untuk membabat habis nama Jokowi. Kepuasan rakyat terhadap kinerja Jokowi tidak akan pudar, hanya karena hoax yang dilemparkan Anies. Justru apa yang sedang dilakukannya ini semakin memperlihatkan, bagaimana antitesanya terhadap Jokowi. Pantas rakyat kehilangan respek padanya.
Kalau sudah begini kasusnya, pantas juga jika elektabilitasnya selalu stagnan dan cenderung menyusut pasca pendeklarasiannya sebagai capres Nasdem.
Maka dari itu pasca mengangkat Anies sebagai junjungan mereka, elektabilitas Nasdem terus terkikis. Bukan hanya rakyat yang meninggalkan Nasdem, tapi kader-kadernya semakin mantab memutuskan untuk check out dari partai besutan Surya Paloh itu.
Itulah mengapa elektabilitas Anies selalu stagnan dan cenderung merosot. Jangankan membawa efek positif bagi partai yang mengusungnya, mendongkrak elektabilitasnya saja kesusahan.
Anies bukan representatif dari pemimpin. Dia hanya politisi labil yang belum layak dan belum pantas menjadi seorang capres apalagi pemimpin di negeri ini.
Ucapan salam yahudi di al-zaytun kalian protes, Konser Coldplay kalian bilang merusak akhlak anak bangsa,
Guru ngaji ngentot muridnya kalian tutup mulut,
Menghalalkan yg haram dan mengharamkan yg halal saja, Pakai duit APBN๐ค
Pasti MUI ..
Oraa lucu๐
https://t.co/GEVZwGWCOn
Jika lulusan kampus berani mengatakan "saya ahli hukum, saya ahli kedokteran, ahli ekonomi dsb", maka sudah seharusnya kita orang Pesantren berani bilang "Saya ahli kitab bukhori, fathul wahab, ahli ihya' dsb". Supaya umat memahami agama dengan orang yang tepat.
-Gus Baha-
Pidato Jedah itu fakta, Sprindik Bocor juga fakta, rapat MTP di Cikeas nonaktifkan AU adalah fakta, Rapimnas di Sahid tdk diteken AU juga fakta, BW bersama Cikeas saat ini juga fakta.
Jika ada fakta yg bantah itu semua silakan dihadirkan di publik. Fakta2 itulah sejarah brutal.
Densus 88 Anti Teror menggeledah satu rmhย terorismeย di Bukittinggi Sumbar, di rmh tsb juga terlihat spanduk yayasan amal yg dibentang di dpn rumah dengan latar belakang foto Ustad Abdul Somadย (UAS). Yayasan tersebut adalan Yayasan Amal Syam Organizer.ย
https://t.co/DacJBVMTnk
Pak Benny Harman @BennyHarmanID masih teringat dibenak sy saat anda mengemis suara warga Kab Ende Flores NTT sehingga anda rela memikul karung yg didalam karung tersebut berisi kemiri salah satu ibu yg hendak jual ke pasar Nangaba Ende waktu kampanye Pilgub NTT sabtu 24/02/2018.
Yg beraninya cm ngancam2 di TL dtg dong. Masa ma cew Emak2 kalian takut. Jgn beraninya cm di TL. Hrs siap perang di dunia nyata jg. Jgn lupa bw gerombolan kalian ya. Biar seru๐