Rumusnya namanya STAR. Bukan motivasi atau quote. Ini KERANGKA yang bikin cerita lo masuk ke kepala HRD.
S — Situation: Konteks cerita lo apa?
T — Task: Lo dikasih tanggung jawab apa?
A — Action: Lo lakuin apa secara spesifik?
R — Result: Hasilnya berapa? Ada angkanya?
Tanpa STAR = curhatan. Pake STAR = presentasi diri yang menjual.
People who naturally possess status, power, and favorable conditions often have giant hearts. Praiseworthy and admirable.🎊
However, we cannot accept the disrespect shown by some disadvantaged individuals who look down on brothers and sisters in the same circumstances.💕🎀💯
...Baru selesai nonton.
Terlalu gila. Banyak yg mindblowing.
Jadi kuatir keselamatan @zanatul_91
Wawasannya tentang kasus megakorupsi chromebook berpotensi mengancam nyawanya.
Makin yakin Nadiem harus dihukum seumur hidup+Ibam min 20thn.
18 poin alur menit:
1. 11-12
Data <50% sekolah seluruh Indonesia yg butuh chromebook
2. 13,5 -14,5
Data² dari penelitian internal kementerian serta eksternal dari PBB, Worldbank, dll bahwa kebutuhan TIK (chromebook) di Indonesia bukanlah prioritas apalagi saat itu pandemik
3. 15,5-16,5
Penelitian Pusdatin bhw kebutuhan TIK itu dibuat², bukan mendesak. Ekosistem yg dipaksakan, bukan kebutuhan alamiah
4. 16,5 -17,5
Kajian Teknis dokumen pengadaan TIK, ada survei penggunaan laptop² di seluruh sekolah dari 4 item (Window, Linux, Mac, chromebook) kolom Chromebook kosong alias gak ada yg pake
4. 17,5
Soal panduan chromebook baru belakangan, menyalahi prosedur pelatihan TIK. Panduan baru dibagikan Juni 2021, kebijakannya lahir di 2020
5. 20-23
Laptop² yg gak bisa digunain karna keadaan di daerah (gak ada listrik-internet) tsb hingga akhirnya rusak
6. 24
Hasil riset internal kementerian saja menjabarkan bahwa gak ada kebutuhan sama sekali soal chromebook
7. 26,5-27
Contoh guru di NTT dipermalukan sampai sebegitunya demi cari sinyal internet. Teknologi bukan mempermudah, malah bikin makin susah bahkan wibawa guru jatuh.
8. 28-30
Ada 2 survei (sampling ribuan guru di Jabar jg ratusan guru di seluruh Indonesia) 2 survei tsb isinya sama bhw teknologi chromebook bukan mempermudah kerja² guru tp malah bikin beban yg terkesan membantu "shadow"-nya (aplikasi²) Nadiem. Diikuti contoh epic Jokowi blusukan malam² di daerah Bogor mendapati kepala² sekolah sampai tengah malam mengerjakan aplikasi² chromebook
9. 31,5-33,5
anomali anakronis pengadaan chromebook. Guru² secara halus dipaksa untuk memakai chromebook berkenaan dengan assesment nasional
10. 34-39
Keanehan kronologi soal posisi Ibam. Misal 2 kajian dalam 1 tahun. Kajian pertama clean-clear bhw chromebook gak dibutuhkan. Lalu keluar lagi revisi kajian yg berkebalikan
11. 42-43,5
Kebijakan Nadiem memaksakan assesment di tengah momen PSBB, menyebabkan kematian pada sebagian guru akibat terjadi penularan covid. Guru² dipaksa datang demi assesment nasional yg disinyalir kuat demi kepentingan chromebook
12. 45-45,5
Kebijakan Nadiem, SMK sumber pengangguran tertinggi
13. 46-52
Terjadi pemaksaan/tekanan untuk mensukseskan aplikasi² chromebook bahkan membuat guru seperti menjadi buzzer Nadiem secara otomatis (template result via FB). Bahkan masuk investigasi Kompas di salah 1 daerah pedalaman Papua (Tolikara)
14. 52,5-54,5
Narsum pernah berdebat via chat zoom dengan saksi mahkota Jurist Tan yg kini "hilang". Terlihat arogansi Jurist Tan pada momen itu membuat guru² harus tunduk
15. 55,5-56,5
Ibam memperlihatkan sikap defensif bahkan lebih arogan dari Jurist Tan ketika mendapat masukan dari klien (guru)
16. 66
Kesejahteraan guru tidak meningkat dan literasi murid tetap jeblok, era Nadiem
17. 68,5-69,5
Rusaknya karakter guru berubah dari pengajar menjadi content creator, akibat era Nadiem seluruh guru dipaksa untuk upload² video
18. 18. 72,5-73
Siklus "kutukan" dunia pendidikan Indonesia oleh 2 hal: literasi yg buruk dan kesejahteraan guru yg buruk
*Ada intermezzo fact tentang tingkat literasi kita setara anak² di Gaza dan untuk sains di bawah rata² dunia yg ongkos sosialnya bikin rugi 200T/thn, ada penelitiannya.
Public speaking narsum sangat berkelas. Tenang. Intonasi-artikulasi stabil.
Isinya daging semua. Rate 10/10
Gw menyarankan narsum jaga diri, jangan lengah.
Karna video ini bisa jadi "X Factor" atau titik balik, apalagi jika sampai viral.
Majelis hakim kalo nonton video ini sih gw yakin bakal vonis Nadiem seumur hidup... (``,)
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Trump said we had to attack Iran because we can‘t allow it “to have a nuclear weapon.” Really?
This is the same president who, in June, said: “Iran’s nuclear facilities have been obliterated.”
Vietnam. Iraq. Iran. Another lie. Another war.
Woke up with the sad news 💔
With strong faith and deep love for his people, Ali Khamenei has always stood firm for what he believes in. May Allah shower His endless mercy upon Ali Khamenei, honor his struggles, accept his efforts and grant him the highest place among the righteous in Jannah.
Kisah Gigih Virginia Giuffre, korban sex & child trafficking Jeffrey Epstein.
Trigger Warning : Kisah ini mengandung pelecehan seksual,trafficking & suicide.
Virginia Giuffre lahir di California, 9 Agustus 1983. Virginia kecil adalah gadis cantik & tampak selalu ceria, meskipun hidupnya jauh dari kata bahagia.
Menurut pengakuannya, ia telah mengalami pelecehan seksual sejak kecil oleh orang terdekatnya. Hal ini membuatnya kabur dari rumah & masuk ke sebuah panti asuhan. Sayangnya, di sana pun ia dapat lebih banyak kekerasan dari remaja lain & orang asing.
Pada tahun 2000, disaat usianya menginjak 16 tahun, Virginia bekerja sebagai pelayan spa di Mar-a-Lago (resort milik Donald Trump di Palm Beach).
Di sinilah Ghislaine Maxwell ( pacar sekaligus kaki tangan utamanya Epstein ) merekrutnya, dan mengatakan ingin melatih Virginia menjadi "massage therapist" untuk Jeffrey Epstein.
Virginia pun tertarik dan menerima tawaran itu. Namun siapa sangka, pekerjaan ini adalah awal dari mimpi buruknya.
Maxwell mengajak Virginia untuk datang ke rumah Epstein di Palm Beach. Sesampainya di sana, Epstein sudah tidak berbusana dan memaksa Virginia untuk memijatnya.
Setelah kejadian itu, Virginia terjebak ke dalam jaringan sex trafficking Epstein & Maxwell. Beberapa kali Virginia 'dijual' kepada para elite disaat usianya masih 17 tahun !
Nama tokoh yg diklaim oleh Virginia pernah beberapa kali 'membelinya' adalah Pangeran Andrew.
Selain itu Virginia juga menyebut bahwa dia pernah bertemu beberapa tokoh di pulau pribadi Epstein, seperti Bill Clinton, Alan Dershowitz dll.
Pada tahun 2009, Virginia akhirnya mulai buka suara,lalu menggugat Epstein secara perdata.
Perjuangan nya berlanjut di tahun 2015 dengan mendirikan organisasi non profit yg bernama Victims Refuse Silence (re-launch menjadi SOAR, pada tahun 2021) dimana tujuan utama dari oganisasi ini adalah untuk membantu korban-korban sex/human trafficking agar berani untuk bersuara, serta memberikan safe space & advokasi untuk korban.
Wawancara dengan BBC Panorama di tahun 2019 adalah salah satu momen yg membuat kerajaan Inggris goyang, liputan ini meledak karena Virginia secara terang-terangan menyebut bahwa Pangeran Andrew adalah client Epstein yg paling sering 'membelinya'. Hal ini membuat Pangeran Andrew dikritik habis-habisan oleh publik.
Pada tahun 2021, Virginia menggugat Pangeran Andrew secara perdata, atas tuduhan pelecehan seksual saat dirinya dibawah umur.
Pangeran Andrew menyangkal semua yg dituduhkan dan tidak mau mengakui dirinya bersalah, namun dalam sebuah wawancara, Pangeran Andrew memberikan statement bahwa dirinya 'menyesal' pernah menjalin hubungan dengan Epstein dan memuji keberanian Virginia yg berani speak up sebagai korban. ( idihh moment 🙄 )
Saking besarnya kasus ini, King Charless III sampai-sampai mencabut gelar bangsawan Andrew, serta dia harus kehilangan semua royal privilage yg dimilikinya.
Pada tahun Februari 2022 , kedua pihak mencapai out-of-court settlement (penyelesaian diluar pengadilan), dan kasus resmi dibatalkan pada Maret 2022.
Andrew membayar sejumlah uang kepada Virginia (jumlah resminya tidak dipost ke publik), dan hampir seluruh uang tersebut disumbangkan Virginia ke organisasi yg ia dirikan.
Kisahnya dituangkan dalam sebuah buku memoir yg berjudul " Nobody's Girl : A Memoir of Surviving Abuse and Fighting for Justice "
Virginia kemudian pindah permanen ke Australia, dan tinggal di sebuah peternakan di daerah Neergabby. Namun pada 25 April 2025, di usianya yg ke-41, Virginia mengakhiri hidupnya sendiri di dalam peternakannya.
Berdasarkan pernyataan keluarganya, faktor utama Virginia mengakhiri hidupnya, adalah karena trauma dan beban mental yg terlalu besar akibat pelecehan seksual & masalah keluarga.
Virginia bukan superhero tanpa cela, tapi wanita biasa yg bisa mengubah trauma menjadi kekuatan untuk mengubah dunia.
Walau rasa sakitnya terlalu dalam, tapi warisannya hidup.
She was the light that lifted so many survivors. 🌻