Share ini untuk yang penasaran proses erupsinya anak krakatau dan penyebaran abu vulkaniknya
TImelaps Satelit 03.50 WIB 3 September 2026 - 06.30 WIB 6 September 2026
Peneliti Vulkanologi Surono memastikan bahwa letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak akan membesar. Hal itu meskipun Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari level II (waspada) ke level III (siaga).
Mbah Rono bilang, meningkatnya Gunung Anak Krakatau ke level III ini
tidak akan menyebabkan terjadinya tsunami. "Gak sama sekali (tsunami). Tenang saja, dia meletus supaya materialnya untuk bangun tubuhnya supaya tinggi dan besar," ungkap Mbah Rono.Menurut dia, selama masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius 5 kilometer (km) Gunung Anak Krakatau,
maka dipastikan dalam posisi aman. Mbah Rono menjelaskan bahwa tsunami Gunung Anak Krakatau terjadi bukan karena adanya sebuah letusan. Namun lebih kepada bagian tubuh Gunung AnakKrakatau yang terjadi longsor akibat
erupsi.
During the ongoing eruption of #Krakatoa in Indonesia, 10-minute @JMA_kishou Himawari-9 True Color RGB images today showed a broad lower-altitude area of volcanic ash (shades of brown) along with pulses of higher-altitude volcanic clouds (a mixture of water vapor, ash and SO2).
KRAKATAU BERGELORA
Aktivitas Anak Krakatau kembali terlihat dari angkasa. Citra satelit Himawari melalui Zoom Earth merekam plume erupsi dari Selat Sunda dan pergerakannya di atmosfer.
Satelit memberi kita mata untuk melihat dinamika bumi dari perspektif yang berbeda.
Tetap waspada, bukan panik. Untuk perkembangan aktivitas dan rekomendasi keselamatan, ikuti informasi resmi PVMBG/Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.