Fix the money fix the world.
Selama tangan pemerintah tidak dilepas dari wewenang mencetak uang, Sebagian rakyat akan terus menghadapi kelakuan sewenang-wenangnya, alasannya uang adalah alat kekuasaan, uang adalah alat untuk mengontrol rakyat.
Uang seharusnya di pegging dengan emas, dicetak sesuai dengan berapa emas yang negara punya, alih-alih berapa emas yang negara punya, Amerika mencatut pegging emas ini dengan menggantinya menjadi pegging dollar, sehingga kekayaan diukurnya dengan dollar yang dengan sadar dan bangga itu adalah alat inflasi untuk menjadi tanda bahwa sebuah negara tunduk pada hegemoni AS.
Jadi jika pemerintah mengatakan ingin berusaha keras agar lebih banyak dollar yang masuk ke kas negara, itu sudah pasti caranya adalah dengan menjilat AS, karena tanpa menjilat engga mungkin kebagian dollar yang banyak, karena dollar adalah alat penundukan. Adakah negara yang makmur tanpa bersekutu dengan AS?
They printed 8 Trillion dollars, shared with their family and friends then give you 1400$ and leave you with the inflation.
Siapapun pejabatnya pasti akan korup, karena negaranya diset-up untuk mengejar dollar, sedangkan dollarnya dicetak di Washington berikut inflasinya.
Pejabatnya memang salah, tetapi sistemnya lebih salah lagi. Dan sistemnya dibuat seperti itu agar orang-orang yang capable dan memiliki kemampuan menjauh dari sistem itu.
Inflasi merusak moral, dan bunga-berbunga itu adalah bensinya.
Sistem Pemerintah Thailand ini rusak karena sejatinya mereka hanya perduli pada circle-nya bukan pada rakyatnya. Rakyatnya hanyalah penyangga inflasi untuk exit liquidity kehedonan mereka yang tak boleh disentuh.
Sampai pemerintah Thailand dicabut wewenangnya mencetak uang, atau uangnya dipegging emas seperti rencana Tiongkok, maka kemakmuran hanyalah mimpi basah.
Uh oh uh oh
Saya sederhanakan:
Jepang dibom nuklir, lalu dibangun ulang. Kan itu perlu duit luar biasa. Darimana duitnya? Dari menerbitkan surat utang. Jaminannya apa? Jaminannya adalah diperbolehkannya Jepang memiliki surat utang AS sebesar-besarnya karena Jepang adalah sandra perang dunia 2 AS.
Dari kepemilikan surat utang AS (UST) yang besar, Jepang tokenisasi jadi JGB lalu diecer kenegara yang mau invest ke Jepang dengan jaminan suku bunga murah bahkan nol dan paling parah bisa minus.
Waktu berjalan utang ke GDPnya jadi 263%. Itu literally ga mungkin dibayar. Kalau mau bayar pasti jadi budak 7 turunan. Apalagi utangnya berbunga-bunga.
Sekarang semenjak Tiongkok makan pasar ASEAN EROPA TIMUR TENGAH, Bangkrutlah pabrik Jepang apalagi saat AS juga tak baik ekonominya. Maka Jepang dipaksa harus jual UST-nya ditengah perang Iran yang menaikan harga minyak ke Jepang dan Korea.
Apa yg terjadi jika Jepang jual UST? Kan Fed harus beli, karena kalau ga ada demand UST, DXY nya bisa rontok. Jadi harus ada yang beli.
Saat saya amati Tiongkok jual UST, yang beli itu Inggris dan Jepang. Siapakah yang akan beli UST jika Jepang jual?
Saya duga Syiria, Iraq, dan beberapa boneka mainan baru. Saya tuh takutnya Iran yang beli. Ya siapa tahu.
Yen ke 180. Judul artikel saya ini.
“Peringatan: Bank Jepang Memaksa $6T Kembali ke Dalam Negeri — Bersiaplah untuk Krisis Likuiditas Terbesar Sepanjang Sejarah!
Insider BoJ Yuto Kanzaki baru saja mengungkapkan: Kekayaan Jepang kembali ke dalam negeri dengan segala cara yang diperlukan!
Ini adalah pembongkaran Reverse Carry Trade (RCT) yang menjadi nuklir.
Setelah puluhan tahun pendanaan Yen murah, institusi Jepang dipaksa untuk membuang sekuritas asing senilai lebih dari $6 TRILIUN (kebanyakan US Treasuries & saham) dan membawa uangnya kembali.
Bom utang terhadap PDB 250%+ Jepang, ledakan pensiun, dan krisis Yen lemah tidak memberi mereka pilihan lain.
Harapkan obral kejam: Imbal hasil AS melonjak, saham global anjlok, likuiditas lenyap, dan carry trade dihancurkan di seluruh dunia.
Negara kreditor terbesar di dunia baru saja berubah menjadi putus asa. Ini bukan normalisasi kebijakan, ini mode bertahan hidup.
Pasar akan segera merasakan rasa sakitnya”.
2. Jadi jalan satu-satunya hanya naikin hutang.
Politisi selalu pilih jalan paling aman buat hidupnya, yaitu mengorbankan generasi yang belum lahir. Urusan mereka mati nyicil KPR, urusan mereka pingsan lihat biaya pendidikan, urusan mereka kena kanker makan sosis, urusan mereka nebeng hidup mertua sampai diusir, urusan mereka anak cucu digugurkan karena takut biaya hidup. Yang penting sekarang aman dulu, kepilih dulu. Jadi terbitkan surat utang, yang bayar generasi selanjutnya pake gaji UMR mereka.
Walaupun pajak dinaikan 300% pun ga akan sanggup bayar gaya hedon hidup pemerintah itu karena bertahun tahun besar pasak daripada anunya. Ada ga tuh anunya.
Kelonggaran moneter QE akan segera datang: Fed akan berkuasa lagi seperti 2008.
Ini adalah artikel Zerohedge. Terimakasih sudah subs
Reponya tuh udah gendeng dan baunya QE sudah wangi, kata John William Fed NY: kalau dilihat dari tekanan pasar Repo, neraca keuangan Fed itu berubah abundant ke ample (berlimpahan ke melimpah turun satu derajat). Dan saat itu terjadi kita akan mulai beli aset lagi (QE)
Itulah dongeng hari ini, engga usah dipikir terlalu dalam,yg penting dapur ngebul. Dunia udah ada yg ngurusin. Tugas kita ngambil liquidity asing itu dibawa ke Indo dibawa ke dunia nyata. Dipaku pake ruko kl udah berlebihan, karena ruko ga gampang laku jadi ga fomo.
Ok My friend?
🚨The U.S. just tried to borrow $42B in a 10-year auction.
The auction tailed, demand tanked, and even foreign banks stepped aside.
Here’s why this matters for every investor, borrower, and taxpayer.
(a thread)
History shows us that having too much debt during an economic downturn leads to a classic, self-reinforcing cycle where:
1) The empire can no longer borrow the money to repay its debts
2) It prints a lot of new money, which devalues the currency and raises inflation
3) Living standards decline, leading to the rise of political extremism
4) Turbulent economic conditions undermine productivity and there is conflict about how to divide the shrinking resources
5) Populist leaders emerge pledging to take control and bring about order
#principles #raydalio #history #debt
Ketika negara terlalu banyak hutang, negara akan menurunkan suku bunga dan mengurangi nilai mata uangnya selama utang yang diterbitkan berdominasi mata uang yang dipakai untuk hutang , ini langkah yang cenderung diambil pemerintah, sehingga jika di short akan lebih menguntungkan. 😂😂😂
Ray dalio. Pasti dia ikutan ngeshort dollar.
Maksudnya gini, misalnya Vietnam punya utang 1000T Dong, pemerintahnya akan cenderung melemahkan mata uangnya agar, bunga utangnya lebih murah, dengan cara menurunkan suku bunganya.
Inflasi itu bukan hanya menurunkan nilai uangnya tetapi juga menginflasikan hutangnya selama hutang yang diterbitkan adalah hutang dengan mata uang yang dipilih pemerintahnya.
Jadi Trump mau menurunkan bunga hutangnya dengan cara menurunkan suku bunganya, agar bayar bunganya lebih murah.
Saya hutang 1 juta rupiah bunga 10%, maka jadi 1.1 juta, saat saya hutang 1 USD adalah 13K.
Waktu berjalan saya lemahkan Rupiahnya, hutang 1 juta+ Bunga 10%, bayarnya tetep 1.1 juta, tetapi dollarnya sudah 16K/USD.
Maka sejatinya saat pinjam adalah 1 juta dibagi 13K = 84,6$.
Saat balikin, tetep balikinnya 1 juta + 10% = 1.1 juta, tetapi dibagi dengan 16K =68.75$
Yang ngutang lebih untung kan? Saat utang dapat 84$ balikinnya + bunga 68.75$
Baiklah saya ulangin.
Bitcoin diciptakan untuk menahan laju inflasi,suku bunga diciptakan untuk menahan laju inflasi.
Punya fungsi yang sama bukan?
Jika ada negara melaporkan inflasinya diatas kewajaran maka Bitcoin naik, kenaikan Bitcoin tertunda jika suku bunga dinaikkan. Dalam jangka pendek suku bunga menang melawan inflasi, dalam jangka panjang, Bitcoin yang menang.
Kenapa? Karena tidak mungkin menaikan suku bunga terus, biasa makan salmon ganti pindang gatel.
M1 Tiongkok yang naik artinya Pemerintah Tiongkok menyediakan liquidity bukan dari ekonomi yang naik, tetapi dari ekonomi yang ada, jika ekonomi yang ada saja membuat Bitcoin 98K, apalagi jika dari ekonomi yang jatuh, kemana Bitcoin?.
Liquidity didunia ini satu, terpaut satu sama lain, apa yang terjadi di AS dapat mempengaruhi segala sisi ekonomi didunia, Liquidity terbesar berada di AS, GDPnya 29T, tetapi utangnya 36 T.
Saat pandemi, Fed menyediakan 20% dollar baru untuk menyelamatkan ekonominya, Bitcoin kemana? ATH, setelah inflasi capai 9.1%, Fed menaikan suku bunga dari 0% ke 5.5%, Bitcoin kemana? 15K. Kenapa? Dosa Fed lebih dari 10 tahun menyediakan liquidity dari kebijakan Zero Interest Rate Policy, mau ditebus dengan kenaikan suku bunga selama 2 tahun, berhasil? Tidak.
Karena tak berhasil Fed menahan suku bunga 5.5% higher for longer selama setahun, Bitcoin kemana? ATH lagi. Mandat Fed yang menciptakan pekerjaan dan menjaga kestabilan terancam, jutaan pekerjaan menghilang, dan inflasi belum ke 2%, Fed potong suku bunga jumbo, Bitcoin kemana? ATH lagi.
Sekarang liquidity AS telah kering, untuk menyediakan liquidity baru, AS haru berhutang lagi, tapi plafon utang sudah tersentuh, maka undang-undangnya harus ditinjau kembali. Suku bunga masih 4.5%, apakah Fed bisa menaikan suku bunga lagi? Tidak. Walau inflasi belum 2%.
Nah, pindah Ke Tiongkok, liquidity terbesar didunia ini Tiongkok yang punya.
Bitcoin naik bukan hanya karena dibeli, Bitcoin naik karena Bitcoin adalah inflation hedge.
Jika didunia ini hanya ada saya dan kamu yang masing masing punya 100 juta maka seharusnya di bank hanya ada 200 juta, alih-alih 200 juta, dibank ada 350 juta, uang siapa itu?
Harga beras saat uang beredar 200 juta lebih murah daripada saat jumlah uang beredar 350 juta. Kenapa? Karena bukan berasnya yang naik, tapi nilai uangnya yang turun.
Bapak saya dengan bangga selalu bilang, rumah yang beliau beli 200 juta dulu sekarang nilainya 2 milyar. Padahal rumahnya ga bertambah tanahnya, bangunannya pun usang, saya diminta renov sekarang. Apakah jika saya jual rumahnya itu 2milyar, saya bisa beli rumah dengan spec yang sama 200 juta? Tidak bisa. Terus gain-nya dimana?
Bukan harga rumahnya yang naik tapi nilai uangnya yang turun.
Jadi engga ada hubungannya dengan Bitcoin di larang di Tiongkok, Bitcoin tidak naik hanya karena dibeli, tetapi naik karena sifat inflation hedge melindungi dari inflasi.
Bukan harga rumahnya yang naik, Bukan harga emasnya yang naik, bukan harga Bitcoinnya yang naik tapi nilai uangnya yang turun.
1 #Bitcoin = 1 #Bitcoin
Bitcoin naik, karena Yuan akan jatuh diinflasikan untuk menggerakan ekonom, sebagai negara dengan liquidity terbesar kedua, maka inflasi Yuan mampu menggerakan Bitcoin. GDP AS 29T, GDP Tiongkok 17T, inflasi 9% ajah udah wow itu.
Jika Yuan jatuh, maka Jepang bisa bangkrut, karena pasarnya akan dihantam barang murah Tiongkok. Makanya Yen juga inflasi.
Ingat, pemilik surat utang AS terbesar adalah Jepang, yang kedua Tiongkok, jika itu dijual, DXY akan rontok.
Semoga faham. Maaf kepanjangan.
Repost and retweet, biar saya ga capek jawab dm dan pertanyaan satu satu. 🙏🙏🙏
At the end of the Roman Empire, inflation was out of control.
Huge state spending required endless money "printing" — until an entire bag of coins couldn't buy a sack of wheat.
Here's how inflation (and taxes) brought the empire to its knees... (thread) 🧵
Jadi saya ceritakan idenya:
Jika Tiongkok maju maka AS mundur. Idenya disana.
Dengan Trump jadi Presiden maka rencananya mengenakan tariff 100% ke Tiongkok akan terjadi. Sehingga barang Tiongkok tak bisa menyaingi produk dalam negeri AS. Karena barangnya jadi 2x lebih mahal
Hari ini kt analisa ecosystem ya
Didalam dunia kripto, trdapat alur arus uang yaitu DUIT-->BTC-->ETH-->altcoin market cap besar -->altcoin mc menengah-->altcoin mc kecil-->BTC--> DUIT
Nah brdasarkn rumus ini kita tlusuri,dtemukan uang 118% di $PROM, koin apa yg slanjutnya naik?