"Pergilah bersamanya di sana.
Dengan dia yang ada segalanya.
Bersenang-senanglah sepuasnya!
Biarkan di sini kumenyendiri..
Di sini, kembali..
Kau hadirkan ingatan yang seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya.."
The boy inside me:
Dari semua alasan-alasan tak masuk akal yang kau buat-buat untuk bisa pergi dariku itu, hanya ada satu yang paling masuk akal.
Bukan aku yang kau mau.
Itu saja.
Lihatlah, selepas aku pergi kau tetap bahagia. Tidak seperti berkekurangan.
Kurasa firasatku dulu itu benar. Ada atau tidaknya diriku tak pernah berpengaruh apa-apa pada hidupmu.
Mungkin kamu sibuk.
Mungkin kamu sedang tak memegang ponsel.
Mungkin kamu sedang di jalan.
Mungkin kamu sedang bersama teman-temanmu.
Atau mungkin,
Hadirku mengganggu kebahagiannmu.
Pernah denger apa itu "hustle culture"? Gaya hidup dimana tak kenal lelah dan mendorong kamu untuk produktif di mana saja kapan saja, atau kata lainnya "gila kerja".
Mereka yang bekerja lebih panjang dapat berpotensi mengalami gangguan kecemasan, gangguan tidur, hingga depresi.”