KRONOLOGI
FYI, aku seorang new mom yang baru punya bayi berumur 1 bulan lebih dan sempat dirawat di NICU, salah satunya karena infeksi paru-paru. Kejadian ini terjadi sore tadi di rumahku.
Awalnya aku menegur baik-baik si mas baju hitam, “Mas, tolong dimatikan bisa ta? Soalnya saya punya bayi.”
Dan dijawablah, “Iya,” meskipun dengan ekspresi yang kurang mengenakkan, atau mungkin hanya perasaanku saja.
Lalu aku lihat lagi dari jendela kamar yang tepat di bawahnya langsung kebun orang. Ternyata orangnya masih berdiri di depan bakarannya dan masih bakar-bakar. Memang orang ini sering bakar-bakar.
Terus aku keluar lagi dari kamar dan bilang masih baik-baik, “Mas, tolong dimatikan ya, soalnya bayiku habis masuk rumah sakit.”
Dan gongnya, dia jawab sambil nada ketus, “Wong SAMPAH PLASTIK mariki yo mari ae, Mbak.”
Jujur, di sini aku langsung kesulut emosi karena responsnya kurang mengenakkan. Dia juga bilang, kenapa nggak aku saja yang pindah ruangan, karena itu juga lahannya.
Sedangkan di rumahku cuma ada dua kamar yang di atas, dan jelas mau pindah ruangan pun asapnya tetap masuk ke rumah.
Dari yang awalnya aku bilang baik-baik, akhirnya jadi seperti ini. Aku sempat debat panjang sebelum mulai merekam. Setelah tahu aku video, dia baru ada niat untuk mematikan bakarannya.
Nah, tiba-tiba ada mbak-mbak itu datang dan langsung nyerocos tanpa tahu permasalahannya. Dia bilang, “Wes jarno, gausah dipateni, cek dipateni arek iku ae.”
Kebetulan aku cuma tinggal berdua sama suami, dan saat kejadian suamiku sedang beli makan. Jadi waktu bertengkar, aku sendirian.
Saking emosinya, aku sampai mengucapkan kata-kata kasar dan bicara belibet nggak karuan.
Aku juga tahu itu lahannya dan dia punya hak mau ngapain saja di situ.
Makanya dari awal aku hanya minta tolong untuk mematikan bakarannya baik-baik. Tapi akhirnya malah berujung pertengkaran, meskipun akhirnya dimatikan sambil tetap nyerocos.
Anehnya, si mas baju hitam yang bakar-bakar malah bawa-bawa fisik.
Maksud aku, memang nggak bisa ya kalau hidup bertetangga itu sama-sama punya kesadaran untuk tidak membakar apa saja sembarangan, apalagi di dekat rumah yang ada bayi?
Kalau kalian ada di posisi aku, kira-kira kalian bakal tetap diam atau menegur tetangga seperti ini?