Aneh bgt dulu pernah mimpi salah satu influencer X yg followersnya rame tetiba kesandung kasus KS. Terlalu random tp namanya jg mimpi, eh sekarang jadi kenyataan..Apakah saatnya saya alih profesi jd dukun?😭
Diniyah’s ‘Waktu?’ Art Direction by Me!
Please Indonesians don’t miss out on your local talented electronic star in the making and a song that speaks to our current circumstances in this very timeline.. uplift Diniyah!
Gw ngerti sih negara kita lalai soal haze prevention yg sampe nyebar ke negara tetangga, tp orang2 aware ga kalo yg bakar itu dari perusahaan luar jg? Negara yg complain2 itu jg punya andil lho. Lagian netizen Indo pasrah amat nerima blame dr luar, at least you talk back lah
Diduga Depresi Sehabis Putus Cinta, Seorang Wanita Muda Menangis Histeris di Pinggir Jalan 🚨
📍Kawasan Balur Jatim, Sidarjo, Jawa Timur
- Senin 5/10/26 - pagi
- Langsung dievakuasi ke tempat yg lebih aman agar tidak terjadi apa" dan juga tidak mengganggu pengendara umum lainnya
- Sekarang sudah dikembalikan ke pihak keluarga
Lelaki mana yg membuatmu spt ini mba 🥀🥀
In this era of artificial intelligence, it is becoming urgent to distinguish human art from what machines produce. There is an ontological difference, even before an aesthetic one, between art and what a machine can generate through statistical calculation based on millions of images created by others. Algorithms lack the spark of humanity. For this reason, the Church wishes to renew an alliance with artists and cultural institutions to safeguard our humanity.
Naykilla itu sebenarnya bisa dibilang memakai konsep "Gyaru" kan?
Penampilannya itu kalau di budaya lokal kita, sangat ekspresif dan anti-konformitas.
Alih-alih mengikuti standar penampilan pop mainstream yang terkesan "aman" atau anggun, Naykilla memilih tampil ekspresif, berani menabrak warna, menggunakan barang thrifting, dan mengutamakan rasa percaya diri sebagai statement utamanya.
Menurutku, itu adalah nilai yang justru bisa menambah warna pada skena musik dalam negeri.
Masyarakat Indonesia memang memiliki stigma tertentu terhadap musik dangdut atau gaya berpakaian biduan daerah. Naykilla secara berani mendobrak kotak itu, dan justru berkarya secara kreatif dengan konsep tersebut.
Meskipun secara pribadi aku pun kurang suka sama sebagian lirik dan cara nyanyi dia, tapi aku gak merasa kalau orang yang suka itu seleranya jelek. Perbedaan preferensi gak bisa dijadikan judgement kualitas.
Sama kayak orang yang suka gado-gado ga perlu dibandingkan sama orang yang suka fried chicken, karena cuma sekadar perbedaan preferensi.
Kemunduran musik kita, justru terlihat dari maraknya "cover AI" yang tidak menghargai penyanyi dan musisi aslinya.
Padahal jelas-jelas kalau didengar dengan IEM atau speaker yang mumpuni, musik dan vocal buatan AI itu banyak error dan artefak yang mengganggu telinga.