Dengan pernyataan sang mentri tersebut seolah presiden terlibat langsung dalam pusaran arus pembabatan hutan di sumatra yang menelan korban tewas hampir 1000 jiwa
Buat Info ke Kalian Gaes, siapa pemberi masukan berdirinya @KSPgoid ?
Sejatinya kalau sudah ada Mensekab harusnya tak perlu ada KSP itu. Atau sebaliknya ada KSP, tak perlu Mensekab.
INI LATARNYA:
Ketika saya sedang di Balaikota, Pemda @DKIJakarta, datang Tonny Blair mantan PM Inggris, kala itu @jokowi masih gub. Blair bertemu seingat saya ada dua jam lebih.
Kepada Kepala Rumah Tangga Gub, kala Itu Heru, kemudian menjadi Kasetpres, saya tanya apa isi pertemuan? Diceritakan soal kisah sukses Blair punya Kepala staf sekretariat PM, lengkap dengan deputy, dan staf.
Saya lalu bertemu Jkw diskusi soal topik Tonny Blair itu. Isi sekretariat PM: Satu kepala, empat deputi, masing-masing satu sekretaris dan satu staf. Hanya 15 orang. Tim kecil tapi sosok terbaik di sisi PM.
Pak Jkw bilang kita bikin juga KSP. Saya bilang keren, dan tidak perlu ada lagi Mensekab.
DALAM REALITAS KSP DIBUAT DENGAN tim raksasa, Kementrian Seskab tetap ada. Kalau bahasa Pailul, apa yang diajarkan “guru” terlalu banyak gerakan tambahan. Walhasil warakadah.
Kini sosok pemimpin KSP dikritisi Netizen.
Qudori jangan marah. Faktanya memang memiliki cacad politik dengan sosialisasi UU Capres tiga periode.
Bagi saya KSP dan Qudori: gambaran balepak-peka keadaan. Dah itu saja.