Selmt bagi yg merayakan Hari GEMBIRA dan BAHAGIA nasional
20 Oktober 2024
Walo anak Fafa sdh di fufuhkan, kesulitan, kerumitan dan penolakan akan kau alami, rakyat semakin sadar dan sdh ahli dlm mengenal tipu daya dan diplomasimu
Jangan terkecoh
Yg perlu dikejar siapa dibalik ini semua, jelas 2 terdakwa dri institusi yg sama juga korban dari sandiwara yg di kemas selama 2 tahun,,waktu yg sngt cukup
#GakSengaja
@KIKY_FEBRIANA20 @ChristWamea@aniesbaswedan Pengen ulang sejarah.,cari Gowa lalu ngumpet , brp tahun kemudian keluar ,,sosok yg lagi ngomong didepan petinggi2 dunia di vdio ini udah jadi Presiden ๐๐
#AnisKeren
@Dennysiregar7 @BennyContoh Papua tu membangkan,,coba aja cabut..harusnya berpikir kenapa ada yg membangkan,.kalo jkt membangkan okelah..tp kalo Papua .?? kebijakan ini memang ga bisa dibela kecuali ada bisnis besar yg melindungi
1. Pasal2 dalam Perpu No 23 Tahun 1959 yang mengatur Darurat Sipil itu tidak relevan dengan upaya untuk melawan merebaknya wabah virus corona. Pengaturannya hanya efektif untuk mengatasi pemberontakan dan kerusuhan, bukan mengatasi wabah yang mengancam jiwa setiap orang.
Beras 100 Ton. Mie instan 20 Ton. Belum lagi telur, gula dan 9 bahan pokok lainnya. Disiapkan untuk masyarakat bawah yg terdampak karantina di Papua.
Uangnya dari pemerintah pusat? BUKAN!
@kharimakharima1 Pemerintah gagal dan tdk tegas meyakinkan masyarakat..ini soal keyakinan, keluarga korban tdk peduli lagi krn ada keyakinan mengalahkan informasi atau cara pemerintah mengingatkan masyarakat..sekali lagi pemerintah harus hadir dan tegas..ada budaya dan tradisi yg akan jadi kendla
Presiden punya pertimbangan dengan mata-batinnya. Ia pimpin sendiri, dan tugas kita mendukung. Saatnya kita tidak nyinyir. Belajar dari China mengatasi masalah ini, Prof.
@berlianidris Panca Indra sdh sekarat,,menular ke Indra ke 6..sebaiknya pasien seperti ini dikarantina aja, membahayakan ,penularannya lebih berbahaya dari Corona.