Aku mencintai betapa pandainya Meme merajut. Aku mencintai mata Kurumi yang seindah zamrud. Aku mencintai kuncir pirang Karane. Aku mencintai rasa ingin tahu Kak Kusuri. Aku mencintai Nano yang efisien. Aku mencintai Iku yang selalu ceria. Aku mencintai aroma buku Shizuka. Aku mencintai kalau Hakari punya tahi lalat di bagian belakang. Aku mencintai kedewasaan Bu Hahari yang bermartabat. Aku mencintai Kak Mei yang kadang-kadang kelihatan mempunyai telinga dan ekor anjing. Aku mencintai betapa percaya dirinya Kak Mimimi. Aku mencintai Meme yang selalu mempertahankan poninya. Aku mencintai Kurumi yang selalu mengharai makanan. Aku mencintai Karane yang tidak membiarkan ada kejanggalan di dunia ini. Aku mencintai mulut kucing Kak Kusuri. Aku mencintai Nano yang keren dan cantik. Aku mencintai rasa suka Iku pada bisbol. Aku mencintai kepribadian Hakari yang sangat feminin. Aku mencintai aroma Bu Hahari yang seperti bunga yang mekar. Aku mencintai Kak Mei yang mencintai Bu Hahari. Aku mencintai Kak Mimimi yang selalu memperhatikan adik kelas. Aku mencintai Meme yang terlihat bagus dengan pakaian hitam. Aku mencintai Kurumi yang perutnya selalu bersuara saat lapar. Aku mencintai Karane yang selalu akur dengan Hakari. Aku mencintai Kak Kusuri yang dapat membuat banyak obat sendiri. Aku mencintai Nano yang takut tempat tinggi, membuatku ingin melindunginya. Aku mencintai Iku yang selalu menjaga janjinya. Aku mencintai Shizuka yang pendiam. Aku mencintai hiasan bunga di rambut Hakari. Aku mencintai Bu Hahari yang seksi. Aku mencintai Kak Mei yang jago masak. Aku mencintai Kak Mimimi yang punya tubuh seperti model dan lebih tinggi dariku. Aku mencintai Meme yang memiliki nama yang lucu. Aku mencintai potongan rambut pendeknya Kurumi. Aku mencintai Karane yang ramah. Aku mencintai Kak Kusuri yang selalu lincah dengan tubuh mungilnya. Aku mencintai Nano yang percaya aku akan terus mencintainya meski rambutnya gugur dan jadi botak. Aku mencintai senyum pepsodent Iku. Aku mencintai Shizuka yang selalu peduli pada yang lainnya. Aku mencintai Hakari yang selalu bekerja keras demi cinta. Aku mencintai Bu Hahari yang berteriak "Popok!". Aku mencintai suara Kak Mei yang lembut dan menenangkan. Aku mencintai Kak Mimimi yang selalu berhemat. Aku mencintai rambut hitam Meme yang rapi, halus, dan berkilau. Aku mencintai Kurumi yang selalu menghormati kakak kelasnya. Aku mencintai Karane yang ingin melindungi semuanya. Aku mencintai Kak Kusuri yang selalu ingin mencerahkan suasana. Aku mencintai Nano yang selalu berani. Aku mencintai Iku yang menginginkan pantatnya dipukul. Aku mencintai Shizuka yang mungil, membuatku ingin memeluknya. Aku mencintai Hakari yang serius seperti siswi teladan. Aku mencintai betapa menawannya Bu Hahari. Aku mencintai Kak Mei yang menggunakan hak karyawannya. Aku mencintai Kak Mimimi yang selalu berlari tiap pagi dan kerja paruh waktu demi kecantikan. Aku mencintai Meme yang bisa menggunakan misdirection. Aku mencintai desahan Kurumi saat makan ramen. Aku mencintai gigi taring Karane. Aku mencintai Kak Kusuri yang punya dua wujud. Aku mencintai mata dingin Nano. Aku mencintai cara Iku berterima kasih dari lubuk hatinya. Aku mencintai jari-jari kaki Shizuka yang bergerak tergantung adegan saat membaca buku. Aku mencintai hiasan bunga Hakari yang harum. Aku mencintai Bu Hahari yang selalu memanggilku dengan imut. Aku mencintai Kak Mei yang selalu setia pada tuannya. Aku mencintai Kak Mimimi yang bulu matanya lebat dan cantik. Aku mencintai sopan santun Meme pada yang lainnya. Aku mencintai Kurumi yang membantu tugas Karane membantah. Aku mencintai pita kecil lucu yang mengikat rambut Karane. Aku mencintai Kak Kusuri yang terlihat seperti ilmuwan dengan jas putihnya. Aku mencintai pengetahuan Nano yang seperti AI karena selalu membuat keputusan dengan tenang. Aku mencintai betapa atletisnya Iku. Aku mencintai rambut mengembang Shizuka yang bergelombang. Aku mencintai suara Hakari yang imut dan merdu. Aku mencintai gaya Bu Hahari berbusana, terlihat dewasa dan cocok. Aku mencintai Kak Mei yang memperhatikan sampai ke detailnya. Aku mencintai Kak Mimimi yang selalu mengakhiri kalimatnya dengan "desuwa". Aku mencintai banyaknya variasi boneka yang dibuat Meme. Aku mencintai betapa seksinya Kurumi ketika menjilat bibir saat ciuman. Aku mencintai betapa kuatnya Karane. Aku mencintai Kak Kusuri yang selalu meminta maaf saat merasa bersalah. Aku mencintai Nano yang mampu untuk mengucapkan Pi tanpa batas. Aku mencintai Iku yang terlihat keren saat berkeringat. Aku mencintai tubuh Shizuka yang seringan kapas. Aku mencintai cara Hakari menciumku. Aku mencintai cara Bu Hahari memeluk dan mengelusku. Aku mencintai Kak Mei yang cocok dengan baju renda dan pita putih. Aku mencintai banyak kata "cantik" di nama Kak Mimimi. Aku mencintai Meme yang ahli dalam petak umpet. Aku mencintai Kurumi yang bisa makan banyak. Aku mencintai Karane yang selalu malu-malu. Aku mencintai Kak Kusuri yang selalu mengakhiri kalimatnya dengan "nanoda". Aku mencintai jari-jari Nano yang panjang dan ramping. Aku mencintai kulit Iku yang bersih dan cantik. Aku mencintai Shizuka yang menyayangi buku favoritnya sejak dia masih kecil. Aku mencintai Hakari yang mengigit kukunya saat fokus berpikir. Aku mencintai Bu Hahari yang selalu terkejut dengan keimutan bersamaku. Aku mencintai Kak Mei yang jago mengemudi. Aku mencintai dahi Kak Mimimi yang bersinar dengan cantik. Aku mencintai Meme yang punya tahi lalat di bawah mulut, terlihat sangat dewasa. Aku mencintai cara Kurumi yang selalu santun saat memanggil kakak kelasnya. Aku mencintai kepribadian Karane yang keras. Aku mencintai Kak Kusuri yang mungil dan imut. Aku mencintai suara Nano yang jernih. Aku mencintai Iku yang selalu mendukung lainnya. Aku mencintai Shizuka yang mungil dan menggemaskan. Aku mencintai Hakari yang selalu akrab dengan Karane. Aku mencintai Bu Hahari yang selalu mengeluarkan air liur dengan alami. Aku mencintai Kak Mei yang cocok dengan seragam pelayan. Aku mencintai Kak Mimimi yang memiliki selera gaya busana yang bagus. Aku mencintai Meme yang punya suara yang imut. Aku mencintai Kurumi yang selalu malu. Aku mencintai Karane yang selalu memutar ujung kuncir rambutnya saat dia malu. Aku mencintai Kak Kusuri yang sudah kebal makanan pedas karena sudah banyak minum obat. Aku mencintai Nano yang punya tubuh tinggi dan ramping seperti model. Aku mencintai gaya bicara tomboy Iku. Aku mencintai Shizuka yang masih memakai rok panjang, seperti siswi teladan. Aku mencintai Hakari yang selalu bersemangat. Aku mencintai Bu Hahari yang mencintai Hakari. Aku mencintai Kak Mei yang setia padaku. Aku mencintai Kak Mei yang selalu bilang "tentu saja." Aku mencintai tulisan tangan Meme yang indah menggunakan karakter lucu. Aku mencintai Kurumi yang selalu takluk dengan makanan. Aku mencintai mata Karane yang seindah menyerupai badam. Aku mencintai Kak Kusuri yang merupakan kakak kelas meski tubuhnya mungil. Aku mencintai rasa sayang Nano pada semuanya meski dia tidak pernah mengatakannya. Aku mencintai Iku yang jago bermain bisbol. Aku mencintai kebaikan Shizuka pada semua orang. Aku mencintai kepribadian Hakari yang baik. Aku mencintai Bu Hahari yang terlihat matang dengan banyaknya pengalaman hidup. Aku mencintai Kak Mei yang rendah hati. Aku mencintai Kak Mimimi yang melatih cara bicaranya. Aku mencintai Meme yang berpenampilan misterius. Aku mencintai Kurumi yang keren, imut, dan rendah hati. Aku mencintai Karane yang bisa makan pedas. Aku mencintai wajah Kak Kusuri yang selalu ceria. Aku mencintai Nano saat dia terlihat gugup karena ketakutan. Aku mencintai suara Iku yang merdu. Aku mencintai keberanian Shizuka demi semuanya, meski dia takut. Aku mencintai ketegasan Hakari, meski kadang berlebihan. Aku mencintai Bu Hahari yang setia pada nafsunya. Aku mencintai Kak Mei yang selalu tulus membantu kebahagiaan orang lain. Aku mencintai Kak Mimimi yang membentuk kecantikannya sendiri. Aku mencintai Meme yang ingin hidup sebagai karakter sampingan. Aku mencintai sopan santun Kurumi saat makan. Aku mencintai Karane yang berkemauan keras. Aku mencintai Kak Kusuri yang punya tahi lalat di tempat yang seksi. Aku mencintai Nano yang tidak takut dengan rumah hantu. Aku mencintai Iku yang menghormati orang lain. Aku mencintai Shizuka yang berpakaian sopan di kolam renang. Aku mencintai Hakari yang selalu mempunyai imajinasi tentang diriku. Aku mencintai Bu Hahari yang menyayangi semuanya dari lubuk hatinya. Aku mencintai rambut hitam Kek Mei. Aku mencintai Kak Mimimi yang menganggap Nano cantik. Aku mencintai Meme yang selalu mengenakan lengan panjang. Aku mencintai Kurumi yang berkemauan keras. Aku mencintai tenguk leher Karane yang terlihat karena kuncir rambutnya. Aku mencintai ketawanya Kak Kusuri. Aku mencintai Nano yang seperti wikipedia berjalan. Aku mencintai Iku yang keren dan penuh semangat. Aku mencintai tangan kecil Shizuka. Aku mencintai model rambut Hakari yang lembut dan mengembang. Aku mencintai sisi ceria Bu Hahari. Aku mencintai Kak Mei yang sopan. Aku mencintai Kak Mimimi yang menyebut bahwa hatiku cantik. Aku mencintai Meme yang dekat dengan Shizuka. Aku mencintai Kurumi yang meninggikan dirinya untuk menciumku. Aku mencintai Karane yang bertubuh ramping. Aku mencintai rambut jambulnya Kak Kusuri. Aku mencintai Nano yang mampu mendapatkan hasil dengan cara apapun. Aku mencintai Iku yang pandai memijat. Aku mencintai Shizuka yang sensitif dengan perasaan orang lain dan bertindak sesuai dengan itu. Aku mencintai Hakari yang perhatian pada semuanya. Aku mencintai Bu Hahari yang naif dan punya reaksi imut. Aku mencintai Kak Mei yang tidak pernah menyalahkan orang lain. Aku mencintai Kak Mimimi yang merupakan "pencari kecantikan." Aku mencintai Meme yang terlihat cocok dan cantik dengan turtleneck. Aku mencintai mata Kurumi yang berbinar saat makan. Aku mencintai Karane yang memakai kaus kaki longgar. Aku mencintai cara Kak Kusuri bergaul dengan semuanya. Aku mencintai Nano yang menyerang mata pelaku pelecehan seksual. Aku mencintai Iku yang mampu mengayun pemukul bisbol sebanyak 100,000 kali. Aku mencintai Shizuka yang polos tapi suka untuk ciuman. Aku mencintai Hakari yang punya rambut berwarna merah muda. Aku mencintai Bu Hahari yang membeli sekolah hanya untuk menghabiskan waktu denganku dan yang lainnya. Aku mencintai rasa teh yang menenangkan yang dibuat Kak Mei. Aku mencintai Kak Mimimi yang narsis. Aku mencintai Meme yang rendah hati. Aku mencintai Kurumi yang selalu ikutan meski menolak sebelumnya. Aku mencintai cara Karane menggenggam tangannya. Aku mencintai Kak Kusuri yang selalu mondar mandir saat sedang berpikir. Aku mencintai Nano yang menjilat jariku saat terluka. Aku mencintai Iku yang sopan. Aku mencintai Shizuka yang berkeringat saat sedang binggung. Aku mencintai Hakari yang mengkhawatirkan berat badannya. Aku mencintai rambut panjang Bu Hahari yang terlihat anggun. Aku mencintai senyuman Kak Mei. Aku mencintai Kak Mimimi yang mengetahui banyak hal tentang tata rias. Aku mencintai Meme yang selalu teriak saat merasa malu. Aku mencintai Kurumi yang selalu berhati-hati saat makan. Aku mencintai Karane yang mengenakan jumper dengan lengan panjang. Aku mencintai poni Kak Kusuri yang pendek dan imut. Aku mencintai Nano yang selalu tenang, dingin, dan terkendali, membuatku pingsan karena terpana. Aku mencintai Iku yang peduli pada yang lain. Aku mencintai Shizuka yang mengepakkan kakinya dengan pelampung saat berenang. Aku mencintai Hakari yang memeluk dengan lembut. Aku mencintai ekspresi sayu Bu Hahari yang seksi. Aku mencintai Kak Mei yang baik pada semuanya. Aku mencintai Kak Mimimi yang memakai seragamnya dengan korset. Aku mencintai Meme yang selalu mendahulukan orang lain daripada dirinya. Aku mencintai mata bulat Kurumi. Aku mencintai sentuhan Karane yang penuh energi.
Bangsat, itu bocah-bocah literally cuma ngobrolin ANIME, bukan lagi ngelecehin orang atau bersekongkol buat maling tp dikata-katainnya seganas ini anjing
Normies kontol
“kemajuan ala federasi” mimpi basah orang twitter ternyata harusnya bisa dicapai aja tuh di era sekarang.
syaratnya: pemdanya kompeten.
itu yang teriak federasi mulu, tapi pemdanya kena ott kpk terus ya gmn ya. wasalam jg.
Just IMO ya, Pramono jelas nowhere near Mamdani di NYC in terms of demografis/nyalinya counter pemerintah pusat, tapi setidaknya bukan "titipan" loh ya. Kinerjanya mending.
Di kota2 lain di Indo pasca Pilkada '24.... no comment
Walau JDT berprestasi tapi emang banyak fans klub Malaysia lain yang kesel ke JDT karena 'menghalalkan segalanya'.
Apalagi itu fans Selangor yang mana Selangor itu klub terbaik kedua setelah JDT dalam beberapa musim terakhir.
Pasti kesel udah berjuang mati-matian, sementara tim juaranya malah memperkuat skuad dengan cara yang 'maksa'.
Pemain paling sering dihujat dan diraguin. Yang dipercaya bakal paling awal ke Liga Indonesia. Tapi faktanya, Hubner masih survive di Belanda dan main reguler. Dapat tawaran menggiurkan tapi tetap pilih stay di Belanda.
Semoaga karirmu terang, Jusa. Jadi future captain after Bang Jay. 🫡
Boleh ngga, kita sudahi dulu (paling gak sejenak) euforia Spanyol ngalahin Argentina dan jadi juara dunia, beserta segala teori konspirasi nya.
Saatnya berikan apresiasi kepada timnas putri negeri sendiri.
Garuda Pertiwi juara AFF, BACK TO BACK pula !
DPR bilang: "ASN kok nggak ada KPI kayak swasta?"
Loh, Pak.
Ada Renstra 5 tahun.
Ada Rencana Kerja Tahunan.
Ada target per unit.
Ada SAKIP yang dinilai tiap tahun.
Itu semua ya bentuknya KPI, cuma namanya beda doang.
Yang jadi soal bukan "nggak ada indikator," tapi "indikatornya tajam nggak, sinkron nggak sama kerjaan riil, dan dieksekusi konsisten nggak Itu beda cerita sama bikin sistem dari nol."
Kalau memang mau kritik, ya sebutin spesifik:
Kementerian/Lembaga mana yang KPI-nya cuma formalitas laporan tahunan tanpa efek nyata ke kinerja.
Jangan generalisir "ASN nggak ada KPI" , nanti yang kena getahnya ASN yang udah kerja sesuai target tapi sistemnya emang lemah di level atas.
Kalau Komisi II serius mau benerin birokrasi, jangan cuma nyalain lampu sorot pas rapat kerja doang.
Kasih data: unit mana yang KPI-nya nggak nyambung sama Renstra, terus dorong revisinya sampai tuntas , bukan cuma jadi kutipan viral di media.