"Aksi Segel Kantor BGN" di YouTube Watchdoc Image
https://t.co/GwOfIcq7Aa
Rabu, 10 Juni 2026, warga sipil menggeruduk kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka menyegel kantor BGN sebagai bentuk protes terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah dan tak kunjung dibenahi.
#MBG #Watchdoc
🎙 Achraf Hakimi: "Estuve casado con mi exesposa, Hiba Abouk, de 2020 a 2023, pero me di cuenta de que ella quería mi dinero apenas dos meses después de nuestro matrimonio y luego transfirió todo a mi madre y estaba esperando pacientemente a que ella presentara el divorcio. Nunca más podré confiar en una mujer que no sea mi madre. Mi madre y yo bailamos juntos después de mi divorcio".
"Registré todos mis bienes a nombre de mi madre en el momento en que comencé a sospechar de mi esposa, llevaba aproximadamente un año de matrimonio antes de nuestro divorcio y tuvimos una pequeña pelea una mañana y ella me dijo que debería saber que ella puede presentar el divorcio en cualquier momento y que, si lo hace, vamos a compartir mi riqueza de manera equitativa. Al escuchar esto, me di cuenta de que estaba viviendo con una cazafortunas. Entonces comencé a pensar en qué hacer y, de repente, se me ocurrió la idea de registrar mis bienes en un fideicomiso a nombre de mi madre.
Entonces fui a ver a mi madre y le expliqué todo y ella me dijo: "Hijo, te llevé en mi vientre durante 9 meses y nunca puedo permitir que nada te pase. Hemos trabajado mucho para que estés donde estás hoy y ninguna mujer va a salir de la nada y hacerte caer". Inmediatamente le transferimos todo lo que poseía, tanto que hasta mi ropa y la camiseta que uso para jugar al fútbol le pertenecían.
Así que cuando mi mujer pidió el divorcio y me pidió la mitad de mi riqueza, no me molestó. Incluso me dijo que me iba a arruinar después de nuestro divorcio, pero me reí en mi corazón. Y como siempre decimos, no planificar es planificar el fracaso, ella no planificó y yo sí planifiqué. Se sorprendió al darse cuenta de que yo no tenía nada y que mi madre había sido la que nos cuidaba. Lloró en el tribunal no porque nos estuviéramos divorciando, sino porque se fue con las manos vacías como llegó. Queridos hombres, los amigos os traicionarán, las esposas os traicionarán, pero el amor de una madre es supremo."
tambah in satu lagi...
Pria ini sering ke mana-mana hanya pakai kaos oblong. Tidak pernah masuk daftar Forbes dunia. Tidak suka sorotan kamera. Tidak pernah berpidato di forum nasional.
Tapi dia mungkin adalah orang paling berpengaruh di Indonesia yang tidak pernah kalian dengar namanya di berita utama.
NAMANYA HAJI ISAM
Nama aslinya Andi Samsuddin Arsyad. Lahir di Batu Licin, Kalimantan Selatan, 1 Januari 1977. Anak keenam dari 14 bersaudara. Keluarga pas-pasan. Tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya.
DULU:
Tukang ojek. Supir truk kayu. Penebang pohon. Buruh angkut di pelabuhan. Operator ekskavator. Buruh tambang.
SEKARANG:
Kekayaannya diperkirakan Rp101 triliun.
LIMA kementerian dalam kabinet Prabowo "disusupi" orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengannya.
Ini bukan cerita sukses biasa. Ini cerita tentang arti kekuasaan yang sebenarnya di Indonesia.
BAGAIMANA AWALNYA?
Tahun 2001 saat reformasi belum genap 3 tahun, Haji Isam bertemu Johan Maulana, pengusaha tambang batu bara lokal yang disegani di Kalimantan Selatan.
Dua tahun ia berguru di "padepokan" Johan Maulana.
Ia belajar cara mengelola tambang, mengatur logistik, dan berurusan dengan birokrasi perizinan daerah.
Tahun 2003 Johan memberikan pinjaman modal untuk menyewa alat berat pertambangan.
Lalu Haji Isam mendirikan CV Jhon Baratama dan mulai berkiprah sebagai subkontraktor untuk Arutmin Indonesia anak usaha Bumi Resources milik keluarga Bakrie.
Satu CV kecil yang bermetamorfosa dalam kurang dari dua dekade menjadi Jhonlin Group dengan sekitar 60 anak perusahaan. Gila? Tentu tidak, karena ada penjelasannya
INI BEBERAPA BIDANG USAHANYA:
- Tambang batu bara.
- Perkebunan sawit.
- Logistik.
- Kapal tongkang lebih dari 70 unit.
- Pelabuhan ekspor sendiri.
- Maskapai charter sendiri.
- Pabrik biodiesel.
- Pabrik gula.
- Perkebunan tebu 20.000 hektar.
HAJI ISAM BERBEDA DARI KONGLOMERAT BIASA
- Dia tidak menunggu izin dari Jakarta.
- Dia menguasai lapangan dulu, lalu Jakarta yang datang kepadanya.
- Pelabuhan ekspor batu bara dan CPO di Kalimantan Selatan dikuasai Jhonlin Group.
- Siapapun yang mau ekspor dari sana harus lewat infrastruktur miliknya.
- Siapapun yang mau bisnisnya bertahan di wilayah kekuasaannya harus mengikuti aturan mainnya.
- Dan karena supply batu bara Indonesia sangat bergantung pada jaringan logistiknya, maka pemerintah pusat pun "menyembahnya". Paham, sodare?
- Kalau jalur logistik Jhonlin terganggu, maka pasokan energi nasional terganggu. Indonesia bisa gelap.
MENGAPA EKOSISTEM POLITIKNYA SULIT UNTUK DIGOYAHKAN:
- Di tingkat lokal dia menyerap ribuan tenaga kerja. Membangun rumah sakit.
- Memberangkatkan ribuan warga umrah dan haji setiap tahun.
- Membiayai pendidikan anak-anak setempat.
- Menyelenggarakan program sosial massal.
- Warga lokal merasa Jhonlin Group adalah berkah nyata.
- Bukan pemerintah, tapi Haji Isam yang justru hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
- Jika ada tuntutan hukum atau aturan dari Jakarta yang mengancam bisnisnya, maka warga
akan dengan sukarela memasang badan, karena takut kehilangan mata pencarian.
- Perisai sosial yang tidak bisa dibeli oleh anggaran negara manapun.
JEJAK POLITIK DI TINGKAT NASIONAL
PEMILU 2019: Haji Isam masuk sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin.
PEMILU 2024: Dikabarkan menggelontorkan dana kampanye dalam jumlah sangat besar untuk memenangkan Prabowo-Gibran.
Di saat konglomerat lain masih ragu dan cari aman Haji Isam sudah berpihak dengan manteb.
Teruntuk yang tersayang tapi lebih dulu meninggalkan kita semua :
alm Mang Ayi, alm a Kamsuy, alm Yacob, alm Asep Solihin, alm Sofiana Yusuf, alm Ricko Andrean, alm Rangga Cipta Nugaraha, alm Pak Ajun (kit) dan alm Dr. Raffi Ghani.
Pak, mang, Persib Juara lagi 🥺
alfatihah🤲
Salah satu kelebihan terbesar Bojan Hodak adalah dia bisa bikin lawan ngerasa mereka actually main lebih baik.
Bojan bukan cuma menang secara taktik, tapi juga bikin Souza TETEP NGEYEL kalo approach yg dia pakai udah bener.
Padahal kalo setelah dua pertemuan narasinya masih sama, statistik keliatan dominan, tapi hasil tetep nggak berubah, berarti ada sesuatu yg belum ke-solve.
Itulah yg disebut illusion of control.
Lo ngerasa nguasain game, padahal sebenarnya game-nya lagi jalan sesuai script yg udah disiapin Bojan.
Betul Om, punten sedikit sharing opini ya om ku 🙏
saya termasuk Bobotoh yang tidak sepakat dengan istilah "Football Religion",
2017 saya juga pernah kampanye "Against Syirik Football". Karena buat saya agama dan sepakbola adalah dua hal yang sangat berbeda. Walaupun..