Japan didn’t just create brands, games, and culture it shaped global habits, tastes, and imagination without most people even noticing. #Japan#SoftPower#Culture#Anime#Influence 🇯🇵🔥
Seorang wanita K (18) open bo di M*chat transaksi dgn AK (23) seorang penjual mie ayam di Babelan, Bekasi
Keduanya setuju tarif kencan 250rb, namun stlh selesai AK hanya bayar 50rb
Hal ini memicu cekcok dan berujung kematian K, setelah meninggal diketahui K sdg hamil 7 bulan
Remember your lovely daughter at home
Remember your lovely sister at home
Remember your female friends
This is what they will go through when islam takes over.
They will be abused and tortured in the name of Islam
Ban Islam from your countries
🚨 Aris Sanda, motorista de 41 anos de Toraja, foi parado por grupo armado do TPNPB-OPM em 15/09/2026 perto do Lago Habema, Jayawijaya, Papua Pegunungan (Indonésia). Transportava carga e passageiros na rota Wamena-Nduga. Feito refém, forçado a gravar vídeo apoiando a independência de Papua, depois morto a tiros. Corpo encontrado queimado no carro em 16/09. O grupo assumiu a responsabilidade.
Menolak Lupa Kekejaman TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.
Peristiwa penyerangan dan pembakaran Puskesmas di Kiwirok, dan penganiayaan berat terhadap tenaga kesehatan (nakes) oleh Kelompok Pemberontak Organisasi #PapuaMerdeka#TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.
Peristiwa terjadi pada 13 September 2021 di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
1. Kronologi Kejadian
• Pukul 09.00 – 09.30 WIT: Serangan dan Pembakaran Fasilitas Umum
• Sekelompok anggota TPNPB-OPM yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang mengepung wilayah Distrik Kiwirok.
• Anggota kelompok bersenjata mulai memprovokasi aparat dengan tembakan, lalu membakar berbagai fasilitas publik, termasuk Kantor Distrik, Pasar, SD Inpres, Kantor Kas Bank Papua, rumah dokter, barak nakes, dan Puskesmas Kiwirok.
2. Upaya Penyelamatan Diri Nakes
• Saat Puskesmas dan barak dibakar, sekitar 10–11 tenaga kesehatan (termasuk dokter dan perawat) terjebak di dalam bangunan.
• Karena kobaran api semakin membesar dan atap plafon runtuh, para nakes berusaha keluar dan melarikan diri dari kepungan massa bersenjata.
• Karena posisi Puskesmas telah dikepung rapat oleh TPNPB-OPM, 4 nakes���termasuk Gabriela Meilani, Kristina Sampe Tonapa, Katriyanti Tandila, dan Marselinus Ola Atanila—terdesak ke bagian belakang barak dan memutuskan untuk melompat ke jurang terjal sedalam puluhan meter untuk menyelamatkan nyawa.
3. Pengejaran dan Penganiayaan Berat di Dasar Jurang
• Anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM menyusul turun ke jurang dan menemukan para nakes yang tersangkut atau terluka akibat jatuh.
• Ketiga suster (Gabriela, Kristina, dan Katriyanti) ditangkap dan mengalami penganiayaan secara keji menggunakan senjata tajam dan pukulan.
• Korban dipukul, ditikam, dan dilempar kembali ke dasar jurang yang lebih dalam.
• Suster Gabriela Meilani meninggal dunia di tempat akibat luka tusuk dan sabetan benda tajam.
4. Proses Evakuasi dan Penyelamatan (14–17 September 2021)
• 14–15 September: Personel TNI-Polri (Satgas Pamtas dan Damai Cartenz/Nemangkawi) melakukan penyisiran dan berhasil menemukan beberapa nakes dalam keadaan terluka. Suster Katriyanti dan Suster Kristina berhasil dievakuasi hidup-hidup dari jurang dalam kondisi luka berat.
• 17 September: Jenazah Suster Gabriela Meilani berhasil diangkat dari dasar jurang oleh tim gabungan TNI-Polri dan dievakuasi bersama nakes selamat ke Jayapura menggunakan helikopter militer.
#Kiwirok #PegununganBintang #Pegubin #Papua
#PapuaPegunungan #PapuaIndonesia
Menolak Lupa Kekejaman TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.
Peristiwa penyerangan dan pembakaran Puskesmas di Kiwirok, dan penganiayaan berat terhadap tenaga kesehatan (nakes) oleh Kelompok Pemberontak Organisasi #PapuaMerdeka#TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.
Peristiwa terjadi pada 13 September 2021 di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
1. Kronologi Kejadian
• Pukul 09.00 – 09.30 WIT: Serangan dan Pembakaran Fasilitas Umum
• Sekelompok anggota TPNPB-OPM yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang mengepung wilayah Distrik Kiwirok.
• Anggota kelompok bersenjata mulai memprovokasi aparat dengan tembakan, lalu membakar berbagai fasilitas publik, termasuk Kantor Distrik, Pasar, SD Inpres, Kantor Kas Bank Papua, rumah dokter, barak nakes, dan Puskesmas Kiwirok.
2. Upaya Penyelamatan Diri Nakes
• Saat Puskesmas dan barak dibakar, sekitar 10–11 tenaga kesehatan (termasuk dokter dan perawat) terjebak di dalam bangunan.
• Karena kobaran api semakin membesar dan atap plafon runtuh, para nakes berusaha keluar dan melarikan diri dari kepungan massa bersenjata.
• Karena posisi Puskesmas telah dikepung rapat oleh TPNPB-OPM, 4 nakes—termasuk Gabriela Meilani, Kristina Sampe Tonapa, Katriyanti Tandila, dan Marselinus Ola Atanila—terdesak ke bagian belakang barak dan memutuskan untuk melompat ke jurang terjal sedalam puluhan meter untuk menyelamatkan nyawa.
3. Pengejaran dan Penganiayaan Berat di Dasar Jurang
• Anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM menyusul turun ke jurang dan menemukan para nakes yang tersangkut atau terluka akibat jatuh.
• Ketiga suster (Gabriela, Kristina, dan Katriyanti) ditangkap dan mengalami penganiayaan secara keji menggunakan senjata tajam dan pukulan.
• Korban dipukul, ditikam, dan dilempar kembali ke dasar jurang yang lebih dalam.
• Suster Gabriela Meilani meninggal dunia di tempat akibat luka tusuk dan sabetan benda tajam.
4. Proses Evakuasi dan Penyelamatan (14–17 September 2021)
• 14–15 September: Personel TNI-Polri (Satgas Pamtas dan Damai Cartenz/Nemangkawi) melakukan penyisiran dan berhasil menemukan beberapa nakes dalam keadaan terluka. Suster Katriyanti dan Suster Kristina berhasil dievakuasi hidup-hidup dari jurang dalam kondisi luka berat.
• 17 September: Jenazah Suster Gabriela Meilani berhasil diangkat dari dasar jurang oleh tim gabungan TNI-Polri dan dievakuasi bersama nakes selamat ke Jayapura menggunakan helikopter militer.
#Kiwirok #PegununganBintang #Pegubin #Papua
#PapuaPegunungan #PapuaIndonesia
A. YANI: SETAN PEMBANTAI YANG DIBERI GELAR PAHLAWAN.
DULU MEMBANTAI RAKYAT MINANG SETELAHNYA BELIAU KENA KARMA DIBANTAI PKI.
TRAGEDI JAM GADANG: 187 NYAWA MELAYANG, LUKA SEJARAH YANG TAK BOLEH DILUPAKAN.
📍 Bukittinggi, Sumatera Barat
🕯️ Konflik PRRI, 1958
Jam Gadang hari ini dikenal sebagai ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau. Namun, di balik kemegahannya, tersimpan kisah kelam yang menjadi luka dalam sejarah Sumatera Barat.
Di tengah operasi militer untuk PRRI, ratusan pria digiring tentara ke kawasan sekitar Jam Gadang. Menurut catatan yang dirujuk dari surat kabar Singgalang edisi 20 Januari 2000, sekitar 187 orang tak bersalah tewas ditembak.
Dari jumlah itu, hanya sekitar 17 orang yang disebut teridentifikasi sebagai anggota PRRI. Selebihnya dilaporkan merupakan warga sipil, termasuk petani, pedagang, dan pelajar.
Bayangkan, orang-orang yang seharusnya bisa menjalani kehidupan biasa justru terseret ke dalam pusaran konflik bersenjata.
Menurut kesaksian yang dihimpun Historia, Sutan Iskandar masih berusia 12 tahun ketika menyaksikan tentara menggiring kelompok-kelompok pria ke sekitar Jam Gadang. Ia juga mendengar rentetan tembakan dari lokasi tersebut.
Di balik angka 187, ada manusia. Ada keluarga. Ada kehidupan yang direnggut.
Peristiwa ini terjadi dalam konteks konflik PRRI, ketika pemerintah pusat melancarkan operasi militer terhadap gerakan tersebut. Namun, apa pun latar belakang konflik politik dan militernya, nasib warga sipil yang menjadi korban tidak boleh dihapus dari ingatan sejarah.
Mengingat tragedi ini bukan berarti membenarkan pemberontakan, juga bukan berarti menutup mata terhadap korban dari pihak lain.
Ini tentang keberanian melihat sejarah secara utuh termasuk kekerasan yang dialami masyarakat sendiri.
Jangan sampai sejarah hanya mencatat siapa yang menang dan siapa yang kalah, sementara penderitaan rakyat biasa justru diletakkan di pinggir cerita.
NEGARA BOLEH MEMILIKI SEJARAH KEMENANGAN.
TAPI RAKYAT JUGA BERHAK MENGINGAT LUKA YANG DITINGGALKAN.
Tragedi Jam Gadang harus terus dibicarakan, diteliti, dan didokumentasikan dengan serius.
Bukan untuk mewariskan dendam kepada generasi berikutnya, melainkan agar kekerasan terhadap warga sipil tidak pernah dianggap sebagai harga yang wajar dari sebuah konflik.
JANGAN HAPUS KORBAN DARI SEJARAH.
JANGAN BIARKAN LUKA RAKYAT MENJADI CATATAN KAKI.
Karena bangsa yang belajar dari sejarah bukan bangsa yang melupakan masa lalunya, melainkan bangsa yang berani mengakui sisi gelapnya.
Kisah pilu di kebun tebu 42 korban perempuan korban kejahatan berantai yg dilakukan oleh Ahmad Suradji atau dikenal sbg Dukun AS di Deli Serdang, Sumatra Utara
Praktik pembunbunan keji ini dilakukan oleh pelaku dari tahun 1986 hingga 1997 dengan motif ritual perdukunan
20 TAHUN MERANTAU, PULANG MALAH DITUNTUT KELUARGA 😢
Bayangkan harus meninggalkan kampung halaman selama bertahun-tahun demi satu tujuan: membuat keluarga hidup lebih baik.
Selama 20 tahun bekerja di Hong Kong, perempuan ini disebut mengirim hasil jerih payahnya ke kampung halaman. Uang yang dikumpulkan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga digunakan untuk membangun rumah, membeli kendaraan, hingga membantu usaha dan perkebunan keluarga.
Namun setelah kontraknya berakhir, kisah yang seharusnya menjadi cerita tentang kepulangan dan kebahagiaan justru berubah menjadi persoalan keluarga.
Dalam video ini, ia menceritakan adanya tuntutan terkait uang yang disebut harus dikembalikan, bahkan sang ibu disebut meminta perhitungan “gaji memasak” sebesar Rp2,5 juta per bulan selama tiga tahun.
Yang paling menyedihkan, ketika bukti transfer masa lalu tidak lagi lengkap, ia merasa berada dalam posisi sulit. Di tengah kondisi kehamilan, ia disebut memilih mengalah dan menyerahkan kembali tanah haknya demi menghindari persoalan hukum.
Kalau cerita yang disampaikan dalam video ini benar, rasanya begitu berat. Dua puluh tahun bekerja jauh dari keluarga tentu bukan waktu yang sebentar. Ada tenaga, air mata, rasa rindu, dan pengorbanan yang mungkin tidak pernah terlihat oleh orang lain.
Merantau seharusnya membuat seseorang merasa memiliki tempat untuk pulang. Bukan justru membuatnya takut ketika kembali ke rumah sendiri.
Semoga persoalan ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang jernih. Karena pada akhirnya, harta bisa dicari kembali, tetapi hubungan keluarga yang sudah terluka belum tentu mudah untuk dipulihkan. 🙏🥺
Video yang lagi viral ini bukan kejadian baru, videonya emang dari 11 September 2001, tapi sudut pengambilannya emang jarang dipublikasi.
Direkam dari helikopter berita WNBC-TV Chopper 4, momen pesawat kedua nabrak menara selatan World Trade Center.
Banyak yang ngaku baru pertama kali liat sudut ini karena footage dari udara emang nggak sesering rekaman dari darat yang biasa muncul di kompilasi.
Makanya pas resurface di linimasa, orang ngiranya video baru, padahal cuma sudut kamera yang jarang ditayangin ulang.
24 tahun berlalu, tapi peristiwa ini tetap jadi pengingat penting soal betapa cepatnya dunia bisa berubah dalam hitungan menit, dan gimana ribuan keluarga korban masih terus hidup dengan luka itu.
Kalau nemu video-video "baru" soal 9/11 di linimasa, better cek dulu sumbernya sebelum ikut nyebar, kadang itu cuma sudut lama yang balik viral.
🔴🔴💥 EPSTEIN FILES: VIEWER DISCRETION ADVISED
On January 30, 2026, the U.S. Department of Justice released a new batch of over 3 million pages of documents related to the Jeffrey Epstein case. With this addition, the total volume of material now stands at nearly 3.5 million pages, alongside 2,000 videos and 180,000 photographs. The contents reveal the voices of victims—with testimony from over 1,200 survivors finally gaining global attention—as well as the scope of the operation, with details and records exposing the true scale of the network involved. They also provide historical evidence, including images and recordings dating back to the 1990s and 2000s that had previously been hidden in private archives. The release of these documents marks a pivotal milestone in the pursuit of justice.
#EPSTEINFILESRELEASED #EpsteinList #JeffreyEpstein