Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Lihatlah Iran. Supreme Leader dibunuh, nggak perlu waktu lama suksesornya dipilih. Dan itu berlaku di semua lini, mereka udah siapin semua suksesornya. Bisa difahami, mereka tidak bergantung pada sosok, konstitusi akan dijalankan siapapun yg menjabat. Ideologi teguh dipegang bersama, dari atas ke bawah.
Masih berharap wafatnya Ayatollah Ali Khamenei ini sebagai strategi Iran.
Tapi andai berita itu benar bahwa beliau telah wafat, dunia telah kehilangan salah satu sosok pemimpin besar yang dengan segala keterbatasannya berani berdiri tegak untuk menjaga kehormatan bangsa dan negaranya.
Meski sendiri, berani melawan Zionis Israel dan begajulnya Amerika.
Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu.
Selamat jalan, Ali Khamenei.
Kmaren terima kabar resmi Pak @NataliusPigai2 membatalkan kehadiran di @KompasTV. Apa alasan? Versinya banyak yg nyampe ke saya. Hy mau bilang, sbg pejabat publik hrs jaga mulut. Anda bukan kitab suci yg pasti benar dan butuh tafsir untuk dimengerti. Case closed! Thanks. Tabik
"Jahat"nya kantor pajak: Kalau kita restitusi lebih bayar, bukannya dibalikin kelebihannya sama negara, malah diaudit sama mereka dan dicari kesalahannya biar kurang bayar.
Ga cuman perusahaan, perorangan juga ada yang kena, minta "kembalian" lebih bayar yang ga seberapa, malah dituntut kurang bayar besar-besaran.
"Saya stres mas karena nggak bisa nyukupi kebutuhan keluarga, nggak bisa nyukupi anak dan istri.."
Ya Ayyuhannas!
Pantesan kamu stres! Lha wong kamu mikirnya kamu yang nyukupi mereka! Kamu merasa dirimu pemberi!
Kita ini lho siapa kok berani-beraninya mau nyukupi orang lain, lha wong kita aja masih terus selamanya dicukupi sama Gusti Allah! Yang nyukupi anak istrimu itu bukan kamu, tapi Gusti Allah lewat berkah dan rejekinya! Tugasmu bukan jadi sumber, tugasmu itu cuma jadi jalan!
Untuk kepala keluarga yang berjuang dengan sekeras-kerasnya dan sehormat-hormatnya :
Keluargamu bangga sama kamu, meski mereka jarang mengucapkannya.
Ketulusanmu adalah rezeki pertama bagi rumahmu.
Tetap berdiri.
Tetap ikhtiar.
Tetap percaya.
Kamu sedang dijaga.
Akhir Januari 2026 lalu ada penggantian Komisaris di @PT_Transjakarta.
Jika kalian penasaran dengan bagaimana nasib Komisaris gorok leher dan bakar gedung itu, ternyata ...
MASIH MENJABAT.
Mantap, @pramonoanung untuk pilihannya. Sungguh BIJAK.
MBG ya jelas program politis. Kan itu janji kampanye 02. Setelah terpilih, mereka implementasikan. Mereka menjanjikan, lalu mereka mengimplementasikan.
"MBG hanya bagi-bagi proyek kepada kolega penguasa", faktanya memang demikian. Pengelolaan SPPG dikuasai oleh segelintir Politisi. Mereka mencari keuntungan dari program MBG ini. Mereka punya modal kapital juga punya modal dukungan penguasa. Jangankan MBG, proyek-proyek di K/L juga begitu kan? Hanya dikuasai oleh mereka yg punya jaringan dg orang dalam.
"Ada kok menu MBG yg bagus dan SPPG dikelola dg baik", seharusnya yg seperti ini diperbanyak. Program Pemerintah yg sudah terlanjur dijalankan dan menggunakan APBN harus diawasi dg ketat pengelolaannya.
Jadi harus bagaimana? Rakyat hanya menjadi korban pelengkap penderita. Ada yg menolak, ada yg menerima dg pasrah. Mereka tidak punya keberanian untuk menolak, apalagi mengkritik.
Kalau ada yg pernah bilang Indonesia darurat literasi, disitulah salah satu akar masalahnya. Masalah yg kita hadapi terlalu ruwet. MBG ini hanya salah satu cabangnya saja. Ketersediaan akses pendidikan adalah kuncinya. Ketika anak-anak tidak mendapat pendidikan yg layak, mereka tidak terlatih untuk berdiskusi. Sementara Pemerintah melihat bahwa kekurangan gizi yg baik menjadi salah satu kendala anak-anak untuk belajar.
Ya benar sih, kalau lapar mana bisa mikir.
Di sisi lain, guru-guru honorer kesejahteraannya belum difikirkan secara serius oleh Pemerintah. Padahal Pemerintah sangat bisa melakukan program mensejahterakan guru dan berjalan beriringan dg program MBG.
Lagi-lagi ini soal political will. Seperti halnya judi online, secara teknis sangat mudah diberantas. Yg tidak kita ketahui adalah apa saja faktor non teknis yg terdampak dari judi online? Pemerintah bisa dg mudah melakukan blokir situs-situs tertentu. Yg tidak pernah dijelaskan ke publik, ada siapa saja yg diuntungkan dari bisnis judi online itu?
Secara kalkulasi politik, Pak Prabowo tentu akan memilih program yg menguntungkan pihaknya. Apalagi pembicaraan mengenai Pilpres 2029 sudah mulai didengungkan.
Lagi-lagi, rakyat hanya menjadi pelengkap penderita.
((( mengabaikan aturan lalulintas )))
KORBAN DIJAMBRET
JADI KALO NGEJAR JAMBRET MESTI NDHEREK LANGKUNG MUNDHUK-MUNDHUK?
SEMENTARA JAMBRETNYA YAK-YAKAN?
jigur telek