Ngeri sekali….!!!!
Mungkin Marcos (Filipina), Najib (Malaysia), Taksin (Thailand) dijadikan satu sekalipun, tak akan mampu menandingi kerakusan Si Kurap satu ini.
Untung hidup di Indonesia yang rakyatnya pasrahan, coba di Nepal atau Bangladesh, pasti sudah diarak.
Kalau memang Gibran punya ijazah SMA, kenapa pejabat² Kemendikbud harus ngumpet.
-
Justru Pejabat yg berwenang tidak berani memberi penjelasan yg terang benderang soal ijazah, masyarakat akan semakin panas, dan semakin besar ketidak-percayaan masyarakat kepada Kemendikbud.