Perlu diingat Pak @prabowo, kualitas kepemimpinan tidak diukur dari seberapa sering ia terbang ke berbagai penjuru dunia, melainkan sejauh mana kebijakannya bisa menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya.
Prabowo sudah 117 kali terbang, apa hasilnya?
YNTKS
Yang jelas, perjalanan itu menghasilkan sekitar 9,1 juta kg COโ dari perjalanan luar negeri, setara emisi tahunan 246.980 penduduk Probolinggo, atau bahkan setara 17 kali Eras Tour-nya Taylor Swift.
Perjalanan luar negeri tersebut menghabiskan sekitar 3,6 juta liter avtur untuk menempuh total jarak lebih dari 457 ribu kilometer. Operasional ini melibatkan tiga pesawat, dengan enam kali penerbangan menggunakan dua pesawat secara bersamaan.
Animasi peta seluruh perjalanan Prabowo:
- 26 kali perjalanan
- 58 kunjungan
- 39 kota
- 29 negara
Sumber: Wikipedia + kunjungan terakhir ke Perancis yang belum ada di sana.
Ketika rakyat bergulat dengan bencana yang berulang akibat krisis iklim dan harga kebutuhan pokok yang terus naik, Prabowo justru meninggalkan kesan sedang "vacancy", berlibur dengan uang negara tanpa rencana diplomasi yang jelas.
Warga Sumatera terus membayar listrik, tetapi masih harus menghadapi risiko pemadaman berulang. Ketika sistem gagal, masyarakat yang lebih dulu menanggung kerugiannya. PLN harus bertanggung jawab dan memberikan kompensasi yang layak.
Transisi energi seharusnya melindungi warga, bukan sekadar menjaga listrik tetap menyala saat kondisi normal. Baca selengkapnya https://t.co/Av8EwLabGE
โSumatera mati listrik karena kabel transmisi putus akibat cuaca ekstrem,โ katanya PLN. KATANYA.
Masih bisa ya semua disalahkan ke cuaca ekstrem, sementara sistem ketenagalistrikan sebesar ini gampang banget bermasalah lagi dan lagi?
In this economy tarif listrik terus naik, tetapi warga Sumatera masih sering mengalami mati listrik.
Bukan sabotase blackout Sumatera karena putusnya kabel transmisi karena cuaca ekstrem
Bareskrim Polri memastikan tidak ditemukan unsur sabotase dalam insiden blackout yang melanda hampir seluruh Pulau Sumatera. Kesimpulan itu diumumkan usai investigasi lapangan bersama PLN, di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Tim investigasi menemukan kabel transmisi SUTET di Tower 175โ176, Desa Tempino, Muaro Jambi, putus secara tiba-tiba akibat cuaca ekstrem. Gangguan itu memicu blackout berantai di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumsel.
โGangguan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang mengakibatkan terputusnya kabel transmisi secara tiba-tiba. Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi,โ ujar Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia, Minggu (24/5/2026).
Seperti disampaikan Juru Kampanye Energi Fosil Trend Asia, Novita Indri, ketergantungan ini perlu dievaluasi serius, bukan malah dilanjutkan dengan memperpanjang umur batubara lewat solusi semu seperti gas.
Indonesia perlu beralih dari sistem listrik lama berbasis pembangkit besar dan jaringan panjang menuju energi terbarukan berbasis komunitas agar lebih tangguh dan adil.
Dulu di era kolonial, Indonesia punya 170-an pabrik gula aktif dan jadi eksportir gula terbesar kedua di dunia.
Sekarang? Pabriknya tinggal 50-an, dan kita malah jadi importir gula terbesar. Padahal teknologi sekarang jauh lebih maju.
Kok bisa?
1. kelas menengah memang kelompok yang paling mudah terkena "squeeze" terutama pajak
Kel miskin: Banyak bekerja di sektor informal yang
Membayar sedikit atau tidak membayar PPh.
Menerima berbagai subsidi dan bantuan sosial.
Indonesia punya cadangan mineral kritis yang besar dengan potensi FDI USD 254,7 miliar & 1,7 juta lapangan kerja pada 2040 lewat hilirisasi, Tapi volatilitas harga, konsentrasi pasokan & ketidakpastian geopolitik mengintai. Kondisi ini memunculkan apa yang disebut sebagai risiko pasar (market risk).
Lantas, bagaimana strategi kebijakan terbaik agar hilirisasi Indonesia tidak terjebak dalam risiko pasar global dan bisa membangun rantai industri yang benar-benar mandiri serta tangguh?
Baca selengkapnya: https://t.co/74etZtDU4g
Lanjut pembahasan di komen ya! ๐
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #hilirisasi #nikel #pasarmineralkritis #Policypaper #Industritambang #Mineralkritis
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke ๐ฎ๐ฉ, apalagi Dubes ๐ฎ๐ฉ di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
WE REACHED IT!!!! 17.845!!!!!!
TUJUH BELAS AGUSTUS TAHUN EMPAT LIMAAA, ITULAH HARI KEMERDEKAAN KITAAAA ๐ฆ ๐ฆ ๐ฆ ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Kami, Tim Advokasi Selamatkan Hutan dan Masyarakat Adat Papua mendesak Menteri Kehutanan @RajaJuliAntoni untuk mencabut SK 591 tahun 2025 yang mengancam kehidupan masyarakat dan keberlangsungan hutan di Papua Selatan.
Hutan Papua bukan cadangan lahan negara. Papua bukan tanah kosong.
Bantu masyarakat Papua Selatan dengan sebarkan thread ini!
https://t.co/M5neFs20EW
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa โPesta Babiโ adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Ironisnya, keputusan sebesar ini diputuskan tanpa pemberitahuan, pelibatan, dan persetujuan yang layak dari masyarakat adat sebagai pemilik wilayahnya sendiri.
Padahal, mereka ini yang nantinya akan menanggung segala macam risiko bencana yang timbul akibat deforestasi masif. Mulai dari banjir, karhutla, rusaknya gambut, pelepasan emisi, sampai hilangnya sumber pangan serta ruang hidup mereka sendiri.